IDENESIA.CO - Penutupan total Jembatan Mahakam I pada 27 Februari 2025 menjadi momentum evaluasi besar terhadap keamanan transportasi sungai di Samarinda. Kejadian tabrakan tongkang Indosukses 28 yang menyebabkan keretakan struktur jembatan menimbulkan keprihatinan mendalam di berbagai pihak, termasuk DPRD Samarinda.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai insiden ini bukan sekadar masalah infrastruktur, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan lalu lintas sungai.
Ia menegaskan bahwa perlu ada regulasi yang lebih ketat terhadap kapal dan tongkang yang melintas di sekitar Jembatan Mahakam I.
“Ini bukan kejadian pertama. Artinya ada yang perlu diperbaiki dalam sistem pengawasan kita. Jangan sampai jembatan ini terus-menerus menjadi korban akibat kelalaian pengelolaan transportasi sungai,” ujarnya.
Selain mendukung investigasi terhadap kondisi jembatan, Abdul Rohim juga menyoroti pentingnya pengawasan lalu lintas sungai yang lebih ketat. Menurutnya, setiap kapal yang beroperasi harus memiliki standar keamanan yang lebih tinggi untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.
“Perusahaan pemilik kapal harus lebih bertanggung jawab. Harus ada mekanisme kontrol yang lebih ketat, mulai dari jalur pelayaran hingga kesiapan kapal saat melintas di area jembatan,” tegasnya.