
IDENESIA.CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mendorong penyelenggaraan Erau Adat Kutai 2026 tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga menggerakkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Heriansyah, mengatakan pemerintah ingin membangun ekosistem budaya yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Artinya ini juga akan membantu untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Heriansyah.
Menurut Heriansyah, pemerintah terus mengembangkan sektor budaya dan pariwisata sebagai bagian dari upaya Kukar melakukan transformasi ekonomi. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor sumber daya ekstraktif dengan memperkuat sektor nonekstraktif.
Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur juga membuka peluang bagi Kukar untuk mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Harapan kami orang datang ke IKN juga datang ke Kutai Kartanegara sebagai kerajaan tertua di Indonesia,” ujarnya.
350 Penari Tampilkan Tari Kolosal
Semangat tersebut berjalan beriringan dengan pembukaan Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Ahad (20/9/2026).
Sebanyak 350 penari tampil membawakan tari kolosal bertajuk Menjaga Tahta di Tepian Mahakam. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu atraksi utama dalam pembukaan Erau tahun ini.
Erau Adat Kutai 2026 mengangkat tema “Raja Menjamu Rakyatnya”.
Pimpinan Produksi Tari Massal Erau 2026, Misra Budiarto, mengatakan para penari menjalani latihan selama 29 hari untuk mempersiapkan pertunjukan.
“Alhamdulillah, kami sukses besar. Kami hanya latihan 29 hari,” kata Misra.
Menurutnya, tim produksi menghadapi tantangan karena harus menyiapkan ratusan penari dalam waktu relatif singkat.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim terlebih dahulu melatih 13 pelatih. Setelah itu, para pelatih menangani kelompok penari masing-masing.
“Ada 13 orang pelatih yang dilatih sehingga pelatih itu sendiri yang terjun untuk menangani 350 ini,” jelasnya.
Pelatih Sesuaikan Metode dengan Kemampuan Penari
Misra mengatakan tim menyesuaikan pola latihan dengan kemampuan setiap kelompok. Ketika ada kelompok yang belum menguasai gerakan tertentu, pelatih memberikan latihan tambahan pada malam hari.
Tim juga menerapkan metode khusus bagi penari yang mengalami kesulitan menangkap gerakan.
“Kalau ada penari yang daya tangkapnya susah, itu nanti kami susun. Dia ditutup mata, musik bunyi, jadi sehingga dia tidak nyantai-nyantai teman yang kiri kanan,” ujarnya.
Misra menyebut sejumlah kendala teknis muncul selama proses latihan. Namun, tim produksi mampu mengatasinya sehingga pertunjukan berjalan sesuai rencana.
Tim produksi Tari Massal Erau 2026 melibatkan 49 orang. Mereka terdiri atas pimpinan produksi, pelatih, show director, dan kru pertunjukan.
Sabda Sultan Buka Rangkaian Erau
Selain pertunjukan tari, pembukaan Erau juga menghadirkan pembacaan sabda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan pemukulan gong.
Prosesi tersebut mengawali rangkaian Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung hingga 27 September 2026.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengapresiasi kelancaran pembukaan Erau. Ia berharap masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan sukses,” kata Aulia seusai pembukaan.
Aulia menjelaskan Erau menghadirkan berbagai kegiatan seremonial sekaligus prosesi sakral. Salah satunya berupa berdirinya tiang ayu.
Ia mengajak masyarakat Kukar dan masyarakat dari berbagai daerah untuk ikut meramaikan Erau.
“Kami berharap dengan dimulainya Erau ini, seluruh warga masyarakat bisa meramaikan Erau,” ujarnya.
Rangkaian Erau Adat Kutai 2026 selanjutnya menghadirkan berbagai kegiatan budaya hingga 27 September 2026.
(Redaksi)
