
IDENESIA.CO – Real Madrid harus menelan kekalahan mengejutkan ketika menjamu Celta Vigo pada pekan ke-15 La Liga di Santiago Bernabeu, Senin (8/12) dini hari WIB. Klub asal Galicia tersebut tampil efektif, memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah, dan pulang membawa tiga poin setelah menang 2-0. Dua kartu merah untuk Madrid memperparah situasi dan berimbas pada posisi Los Blancos yang kini berada di bawah Barcelona.
Real Madrid memulai laga dengan tempo tinggi. Sejak menit pertama, Vinicius Junior, Arda Guler, dan Kylian Mbappé menekan pertahanan Celta Vigo melalui kombinasi umpan cepat. Dominasi tersebut tercermin dari 11 tembakan sepanjang babak pertama. Meski begitu, efektivitas masih menjadi masalah besar bagi tuan rumah.
Sementara itu, Celta Vigo mengambil pendekatan berbeda. Tim tamu memilih bermain kompak, menunggu kesalahan Madrid, lalu melakukan serangan balik cepat. Strategi tersebut menciptakan beberapa peluang berbahaya, termasuk satu tembakan Pablo Duran pada menit kedelapan yang masih bisa diblok pertahanan Los Blancos. Momen itu menunjukkan bahwa Celta Vigo tidak berniat hanya bertahan.
Pertandingan bergerak mulus menuju fase berikutnya saat Madrid perlahan meningkatkan tempo serangan. Valverde memimpin lini tengah, sedangkan Bellingham memberikan tekanan berulang kepada barisan belakang tamu.
Peluang Madrid Terbuang Sia-Sia
Memasuki menit ke-16, Arda Guler mendapatkan kesempatan emas. Penyerang muda tersebut berdiri bebas dan tinggal berhadapan dengan kiper Ionut Radu. Namun eksekusi akhirnya gagal masuk ke gawang. Kesempatan itu menjadi sinyal bahwa Madrid kehilangan ketajaman.
Hanya satu menit berselang, Madrid kembali menguji Celta Vigo melalui sundulan Jude Bellingham yang memanfaatkan sepak pojok Guler. Radu sigap menepis bola. Penyelamatan tersebut membuat pemain Real Madrid semakin agresif mencari celah pertahanan lawan.
Selanjutnya, pola serangan Madrid berjalan lebih cepat. Mbappé menekan lewat sisi kiri dan mencoba mengirim umpan terobosan kepada Guler pada menit ke-38. Guler kembali mendapat ruang tembak, tetapi bola melenceng tipis di sisi gawang. Serangkaian kegagalan itu mengubah dinamika laga karena Celta Vigo mulai percaya diri.
Pada menit-menit akhir babak pertama, Vinicius mendapatkan peluang terbaik Madrid. Serangan cepat membawanya menembus kotak penalti Celta Vigo. Walau begitu, Radu tampil luar biasa dan menutup ruang tembak penyerang asal Brasil tersebut. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.
Celta Vigo Memukul Lebih Dulu
Begitu babak kedua dimulai, Madrid meningkatkan intensitas serangan. Valverde mencoba melepaskan tembakan first time pada menit ke-47, tetapi Radu kembali menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. Penjaga gawang asal Rumania itu memblok bola dengan tangan kiri, membuat publik Bernabeu semakin gelisah.
Momentum pertandingan berubah drastis pada menit ke-54. Celta Vigo menyerang lewat sisi kiri, memanfaatkan celah yang sebelumnya tidak tampak pada babak pertama. Umpan silang dikirim ke kotak penalti, kemudian Williot Swedberg menyambar bola dengan sontekan tumit. Bola sempat mengenai Fran Garcia sebelum meluncur masuk ke gawang Thibaut Courtois. Real Madrid langsung tertinggal 0-1.
Gol tersebut membuat atmosfer Bernabeu berubah sunyi. Pendukung Madrid terlihat terkejut karena dominasi mereka sepanjang laga justru tak menghasilkan satu pun gol. Sementara itu, Celta Vigo mulai membaca pola permainan Madrid, lalu mengunci area-area krusial di lini tengah.
Kartu Merah Pertama Mengubah Arah Pertandingan
Keterpurukan Real Madrid semakin dalam ketika Fran Garcia menjatuhkan Bryan Zaragoza pada menit ke-64. Wasit tidak ragu memberikan kartu merah langsung karena tekel tersebut menghambat peluang serangan berbahaya Celta Vigo. Madrid terpaksa bermain dengan 10 pemain.
Setelah kartu merah itu, Carlo Ancelotti mengubah pola permainan. Madrid mencoba mengalirkan bola lebih cepat melalui sayap untuk meminimalkan risiko kehilangan bola di tengah. Meski begitu, Celta Vigo bertahan dengan disiplin tinggi. Situasi tersebut memaksa Madrid mengirimkan umpan-umpan jauh kepada Mbappé dan Vinicius.
Selama periode ini, beberapa peluang tercipta, termasuk kesempatan Mbappé pada menit ke-74. Sang penyerang melompat tinggi dan menyambar bola, tetapi tembakannya melambung. Perubahan taktik Madrid tidak membuahkan hasil.
Madrid Kembali Kehilangan Pemain
Laga memasuki fase krusial ketika waktu normal hampir habis. Tekanan Madrid semakin besar karena mereka butuh gol penyama kedudukan. Namun pada menit ke-90+2, situasi kembali memburuk. Alvaro Carreras menerima kartu kuning kedua akibat protes berlebihan terhadap keputusan wasit. Madrid pun harus bermain dengan sembilan pemain.
Kehilangan pemain kedua tersebut menghilangkan harapan tuan rumah. Celta Vigo membaca kondisi itu dan langsung meningkatkan intensitas serangan. Terobosan cepat terjadi hanya semenit setelah kartu merah Carreras. Williot Swedberg kembali menjadi aktor utama. Pemain muda tersebut memanfaatkan ruang kosong dan mencetak gol kedua pada menit ke-90+3. Skor bertambah menjadi 2-0.
Gol tersebut menutup peluang Madrid. Bernabeu terdiam, sementara para pemain Celta Vigo merayakan kemenangan besar.
Klasemen Berubah, Madrid Turun ke Posisi Dua
Kekalahan ini membuat kondisi Madrid di klasemen La Liga berubah signifikan. Dari 16 pertandingan, Madrid baru mengumpulkan 36 poin. Hasil tersebut menempatkan mereka di posisi kedua. Barcelona yang tampil konsisten berada di puncak klasemen dengan 40 poin.
Perubahan posisi tersebut memberikan tekanan tambahan bagi skuad Ancelotti. Dengan jadwal kompetisi yang padat, Madrid harus memperbaiki efektivitas serangan dan menjaga disiplin pemain agar tidak mengalami kehilangan personel seperti pada laga ini.
(Redaksi)



