
IDENESIA.CO – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat struktur birokrasi di tengah tekanan fiskal yang semakin ketat. Upaya ini terlihat jelas ketika Wali Kota Andi Harun melantik tujuh ASN dalam jabatan Administrator dan Pengawas, serta 1.001 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan mengisi berbagai jabatan fungsional.
Tak hanya itu, hari bersejarah bagi ribuan aparatur ini juga ditandai dengan penyerahan SK kepada 3.229 PPPK Paruh Waktu.
Prosesi pelantikan yang digelar di Gedung Gor Segiri, Jumat (12/12/2025), berlangsung khidmat. Para pegawai berdiri dalam barisan rapi, mengucap sumpah jabatan, menandatangani pakta integritas, lalu menerima amanah baru yang telah lama mereka nantikan.
Pemkot Pastikan Semua Proses Patuh Regulasi
Rangkaian pengangkatan ini mengacu pada Peraturan BKN Nomor 18 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2020 tentang tata cara pengadaan PPPK. Dari total pegawai fungsional yang dilantik, guru mendominasi dengan 767 orang, terdiri dari tenaga kesehatan 192 orang, dan 42 tenaga teknis.
Wali Kota Andi Harun menegaskan bahwa seluruh proses kepegawaian selalu berjalan sesuai ketentuan.
“Rotasi, mutasi, promosi hingga pengangkatan pegawai, semua dilakukan berdasarkan ketentuan dan prinsip meritokrasi,” tegasnya.
Andi juga mengakui bahwa situasi fiskal nasional berpengaruh signifikan terhadap daerah. Kebijakan efisiensi APBN serta penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), mulai dari Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, hingga Dana Insentif Daerah membuat pemerintah daerah harus mengatur strategi dengan ketat.
Namun ia optimistis. “Kita berharap kondisi keuangan daerah membaik. Tidak perlu menunggu lama paling lambat pertengahan 2026,” katanya.
Ribuan PPPK Paruh Waktu Resmi Dapat Kepastian: “Ini Harus Disyukuri”
Dari seluruh rangkaian acara, penyerahan SK bagi 3.229 PPPK Paruh Waktu menjadi momen paling emosional. Ribuan pegawai yang sebelumnya bekerja bertahun-tahun dalam ketidakpastian kini memperoleh status yang lebih jelas.
Andi Harun mengingatkan bahwa perubahan status harus selaras dengan perubahan karakter dan etos kerja.
“Jujur, hati-hati, dan bertanggung jawab itu fondasi utama seorang aparatur,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah memberikan kepastian bukan hanya untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan publik di Kota Samarinda.
Dewi Fortuna, Kisah Perantau Muda yang Berani Mengejar Peluang
Di antara lautan pegawai yang dilantik, kisah Dewi Fortuna (24) menyedot perhatian. Lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) itu datang jauh dari Madiun, dan baru tiga bulan tinggal di Samarinda. Keputusan merantau sendirian menjadi langkah besar yang mengubah hidupnya.
“Saya memilih Samarinda karena peluang guru jauh lebih terbuka. Dari kampus, saya sudah mendapat info dan disarankan mencoba di sini,” ujarnya.
Bagi Dewi, perjalanan menuju Samarinda adalah pengalaman pertama naik pesawat. Ia membawa keyakinan dan pesan kuat dari orang tuanya.
“Orang tua bilang, ‘kejar mimpimu.’ Tapi tetap harus sopan, menjaga tradisi, dan cepat beradaptasi,” tuturnya.
Menerima SK PPPK membuat Dewi lega sekaligus bersemangat. Meski mendengar isu efisiensi anggaran, ia tetap memilih optimisme sebagai pegangan.
“Berdoa, bekerja sebaik mungkin. Yang penting kita ikhlas dan profesional,” katanya.
Kisah Dewi menggambarkan realitas banyak anak muda yang berani meninggalkan kampung halaman demi kesempatan yang lebih besar di daerah seperti Samarinda.
Pelayanan Publik Harus Tetap Optimal Walau Anggaran Ketat
Wali Kota menegaskan bahwa seluruh aparatur baik ASN maupun PPPK harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Ia tidak ingin kondisi fiskal yang menantang menjadi alasan turunnya mutu pelayanan.
Pemerintah, ujarnya, membutuhkan aparatur yang solid, terampil, dan mau terus belajar.
“Pelayanan publik yang baik hanya bisa lahir dari aparatur yang disiplin, berintegritas, dan mau terus belajar. Itu yang kami harapkan dari seluruh pegawai yang hari ini dilantik,” tegasnya.
Penguatan SDM ini menjadi modal penting bagi Samarinda untuk menghadapi dinamika pembangunan di tahun-tahun mendatang, terutama dalam urusan administrasi, pendidikan, kesehatan, dan teknis pemerintahan lainnya.
Awal Perjalanan Baru untuk Ribuan Aparatur
Pelantikan dan penyerahan SK ini bukan sekadar seremoni. Bagi Pemkot, ini adalah langkah strategis memastikan struktur pemerintahan tetap berjalan efektif.
Sementara bagi ribuan pegawai baru, hari itu menjadi titik awal perjalanan panjang sebagai pelayan masyarakat.
Dengan tantangan fiskal yang besar, kebutuhan pelayanan publik yang terus meningkat, serta dinamika pembangunan yang semakin cepat, kapasitas aparatur menjadi kunci keberhasilan Kota Samarinda dalam menjaga stabilitas dan memenuhi harapan warganya.
Pelantikan ini menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tetap memprioritaskan penguatan SDM, terlepas dari tekanan anggaran yang sedang dihadapi. Ribuan aparatur yang kini resmi bertugas diharapkan menjadi energi baru yang memperkuat birokrasi dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih efisien, responsif, dan humanis.
(Redaksi)

