
IDENESIA.CO – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memperkuat kendali atas aset strategis nasional dengan menguasai penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Langkah ini menegaskan fokus perseroan dalam mengembangkan bisnis infrastruktur jalan tol yang berperan penting bagi konektivitas Jabodetabek.
Perseroan melaksanakan aksi korporasi tersebut melalui anak usaha PT Bakrie Toll Indonesia (BTI). BTI menyelesaikan pengambilalihan 100% saham CCT setelah menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) dan PT Waskita Toll Road (WTR).
Penandatanganan SPA berlangsung di Jakarta pada Jumat (28/11/2025). Kesepakatan ini mengakhiri kepemilikan bersama atas CCT dan menempatkan BNBR sebagai pemilik tunggal pengelola Jalan Tol Cimanggis–Cibitung.
Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menyatakan bahwa perseroan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat portofolio infrastruktur jangka panjang.
“Transaksi ini dilakukan sehubungan dengan adanya peluang strategis bagi Perseroan untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan saham CCT yang saat ini dimiliki oleh SMI sebesar 55% dan WTR sebesar 35%,” ujar Anindya N. Bakrie dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).
Dari Pemegang Minoritas ke Pemilik Tunggal
Sebelum akuisisi berlangsung, BNBR telah memiliki 10% saham CCT, baik secara langsung maupun melalui BTI. Struktur kepemilikan tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk mengenal karakter aset dan prospek bisnis jalan tol Cimanggis–Cibitung.
Setelah SMI dan WTR melepas kepemilikan sahamnya, BNBR melihat peluang konsolidasi yang jarang terjadi. Perseroan kemudian memutuskan mengambil alih seluruh saham CCT demi memperkuat kendali operasional.
Anindya menjelaskan bahwa konsolidasi ini sejalan dengan arah strategi bisnis BNBR. Perseroan menempatkan sektor infrastruktur sebagai pilar utama pertumbuhan berkelanjutan.
“Pertimbangan utama transaksi ini adalah untuk memperkuat posisi Grup Usaha Perseroan dalam sektor infrastruktur nasional, sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan manufaktur,” jelas Anindya.
Detail Akuisisi dan Nilai Transaksi
Wakil Direktur Utama BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, menjabarkan struktur transaksi pengambilalihan tersebut. BTI membeli sebanyak 72.000.000 lembar saham CCT atau setara 90% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
BTI mengambil alih 44.000.000 saham milik SMI yang setara 55%. Selain itu, BTI juga membeli 28.000.000 saham milik WTR atau setara 35%. Total nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai Rp1 triliun.
Selain pembelian saham, BTI juga mengambil alih piutang pemegang saham dari SMI dan WTR kepada CCT. Piutang tersebut berasal dari pinjaman yang sebelumnya diberikan untuk mendukung pengembangan jalan tol.
“BTI juga mengambil alih piutang SMI dan WTR kepada CCT dengan total nilai Rp2,565 triliun yang merupakan pokok pinjaman dari pemegang saham,” kata Ardiansyah.
Peran Strategis Tol Cimanggis-Cibitung
Ardiansyah menilai Jalan Tol Cimanggis–Cibitung memiliki nilai strategis tinggi bagi sistem transportasi nasional. Ruas tol ini berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di koridor utama.
“Ruas jalan tol Cimanggis–Cibitung sangat strategis karena menjadi jalur alternatif untuk mengurai kemacetan, terutama di Tol Jakarta–Cikampek,” ujar Ardiansyah.
Keberadaan ruas tol ini juga memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Jabodetabek. Jalan tol tersebut mendukung pergerakan logistik, aktivitas industri, serta mobilitas masyarakat.
Profil CCT dan Masa Konsesi Panjang
PT Cimanggis Cibitung Tollways beroperasi sebagai Badan Usaha Jalan Tol yang mengelola ruas Cimanggis–Cibitung sepanjang 26,184 kilometer. Perusahaan ini mengantongi masa konsesi selama 45 tahun hingga 10 Agustus 2061.
CCT menjalankan kegiatan usaha yang mencakup pendanaan, perencanaan teknis, konstruksi, serta pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol. Pemerintah menetapkan ruas ini sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional.
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meresmikan operasional penuh Jalan Tol Cimanggis–Cibitung pada 9 Juli 2024. Jalan tol ini menjadi bagian penting dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2.
Terhubung dengan Jaringan Tol Utama
Jalan Tol Cimanggis–Cibitung menghubungkan Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Ruas ini terintegrasi langsung dengan Tol Jakarta–Cikampek, Tol Jagorawi, serta Tol Cinere–Jagorawi.
Ke depan, jaringan tersebut akan terhubung dengan Tol Jakarta–Cikampek 2 Selatan. Integrasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mempercepat arus mobilitas regional.
Ruas tol ini terbagi dalam dua seksi. Seksi Cimanggis–Jatikarya sepanjang 2,75 kilometer mulai beroperasi pada 26 Oktober 2020. Seksi Jatikarya–Cibitung sepanjang 23,43 kilometer beroperasi penuh sejak 9 Juli 2024.
Dengan akuisisi penuh ini, BNBR menegaskan komitmen memperkuat bisnis infrastruktur dan mengoptimalkan aset jalan tol strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
(Redaksi)
