
IDENESIA.CO – Produk usaha kecil dan menengah (UKM) asal Kota Samarinda resmi menembus pasar nasional setelah masuk dan dipasarkan di Mall Sarinah, Jakarta Pusat. Capaian ini menandai keberhasilan pembinaan jangka panjang yang dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Samarinda bersama Dinas Koperasi, Industri, dan UKM (Diskumi) Kota Samarinda.
Ketua Dekranasda Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, menyebut masuknya produk lokal ke Sarinah sebagai buah dari proses pendampingan konsisten yang berjalan hampir tiga tahun. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak datang secara instan dan menuntut komitmen kuat dari para pelaku UKM.
“Alhamdulillah, sekarang produk-produk kita sudah ada di Sarinah. Ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa UKM Samarinda mampu bersaing dengan ribuan UKM dari daerah lain. Prosesnya tidak cepat karena UKM Kota Samarinda harus melalui pendampingan dan kurasi hampir tiga tahun,” kata Rinda Wahyuni Andi Harun, Minggu (14/12/2025).
Proses Panjang Menuju Pasar Nasional
Rinda Wahyuni menjelaskan bahwa Dekranasda dan Diskumi secara aktif mendampingi pelaku UKM sejak tahap awal pengembangan produk. Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kualitas bahan, konsistensi rasa, inovasi produk, serta perbaikan desain kemasan agar sesuai dengan standar ritel modern.
Tim pendamping mendorong pelaku UKM untuk memahami kebutuhan pasar nasional. Pendekatan tersebut membantu pelaku usaha menyesuaikan produknya tanpa menghilangkan identitas lokal Samarinda.
Upaya tersebut kini membuahkan hasil nyata. Sejumlah produk unggulan asal Samarinda resmi menempati stan khusus di lantai empat Sarinah dan bersanding langsung dengan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kurasi Berlapis dengan Standar Ketat
Sebelum masuk Sarinah, produk UKM Samarinda terlebih dahulu melewati proses kurasi di tingkat daerah. Tim kurator daerah menilai kualitas produk dari berbagai aspek, mulai dari mutu, cita rasa, kebersihan, hingga tampilan kemasan.
Setelah lolos kurasi awal, PT Sarinah kembali melakukan seleksi lanjutan dengan standar yang lebih tinggi. Proses ini mencakup penilaian kualitas bahan baku, keamanan pangan, kelengkapan legalitas, konsistensi produksi, serta desain kemasan yang mampu bersaing di ritel modern nasional.
“Sarinah sangat selektif. Karena itu, diterimanya produk Samarinda menunjukkan bahwa kualitasnya sudah memenuhi standar nasional,” ujar Rinda Wahyuni.
Ia menambahkan bahwa proses kurasi Sarinah berjalan secara detail dan berlapis. Hanya produk yang benar-benar siap yang dapat dipajang di etalase pusat perbelanjaan nasional tersebut.
Program Prorinda Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan UKM Samarinda tidak terlepas dari peran Program Prorinda atau Pemasaran Produk Orang Samarinda. Program ini digagas Diskumi Kota Samarinda sebagai strategi memperluas akses pasar produk lokal ke tingkat nasional hingga internasional.
Melalui Program Prorinda, pemerintah daerah memberikan pendampingan menyeluruh kepada pelaku UKM. Pendampingan tersebut meliputi peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, pengurusan legalitas usaha, hingga kesiapan produksi dalam jumlah besar.
“Dekranasda bekerja sama dengan Diskumi mengembangkan UKM dan UMKM Kota Samarinda melalui program Prorinda. Program ini memang dirancang untuk mengangkat produk lokal agar bisa menembus pasar nasional, termasuk Sarinah,” jelas Rinda Wahyuni.
Program ini juga membekali pelaku UKM dengan pemahaman manajemen usaha dan standar ritel modern. Pendekatan tersebut membantu pelaku usaha menjaga kualitas secara berkelanjutan.
Sarinah Dorong Penambahan Produk Samarinda
Rinda Wahyuni mengungkapkan bahwa pihak Sarinah memberikan respons positif terhadap produk UKM Samarinda. Manajemen Sarinah bahkan meminta agar lebih banyak produk asal Samarinda dapat masuk dan memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kita tahu Sarinah sangat sulit ditembus. Kurasi dilakukan sangat detail. Sekarang justru Sarinah meminta lebih banyak UKM Kota Samarinda untuk masuk,” ujar Rinda.
Permintaan tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan Sarinah terhadap kualitas produk lokal Samarinda. Menurut Rinda, peluang ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UKM lain untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.
Produk Unggulan dan Ekspansi Internasional
Saat ini, produk UKM Samarinda yang telah dipasarkan di Sarinah meliputi teh herbal, madu, serta berbagai produk olahan teh. Produk-produk tersebut dipajang di area khusus lantai empat Sarinah.
Rinda Wahyuni juga mengungkapkan bahwa sejumlah produk UKM Samarinda mulai merambah pasar internasional. Produk teh asal Samarinda telah mengirimkan sampel ke Los Angeles, Amerika Serikat, dan Singapura. Selain itu, pelaku UKM Samarinda juga mengikuti pameran internasional di Lagos, Nigeria.
Menurut Rinda, capaian ini membuktikan potensi besar UKM lokal jika mendapatkan pendampingan yang terarah dan berkelanjutan. Ia berharap keberhasilan ini mampu memotivasi pelaku UKM lain di Samarinda untuk terus berinovasi.
“Kita ingin UKM Samarinda tidak hanya berhenti di pasar lokal. Dengan pendampingan yang tepat, mereka bisa masuk pasar nasional bahkan internasional,” tutup Rinda Wahyuni.
Masuknya produk UKM Samarinda ke Mall Sarinah Jakarta menjadi bukti konkret keberhasilan kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku usaha. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Samarinda sebagai daerah yang serius mengembangkan ekonomi kreatif berbasis produk lokal berkualitas.
(Redaksi)


