Nasional

Prabowo Pantau Progres Huntara Danantara di Aceh Tamiang, Target 15 Ribu Unit Rampung Tiga Bulan

IDENESIA.CO – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto langsung memulai tahun 2026 dengan agenda kerja di daerah.

Pada Kamis (1/1/2026), Prabowo meninjau pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah rawan bencana dan kawasan prioritas pembangunan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo memimpin rapat koordinasi bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih, direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta manajemen Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Fokus utama rapat membahas progres pembangunan Huntara yang akan dibangun di tiga provinsi dan dimulai dari Aceh Tamiang sebagai proyek percontohan nasional.

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani melaporkan bahwa pembangunan Huntara di Aceh Tamiang telah memasuki tahap signifikan dan siap diserahterimakan secara bertahap kepada pemerintah daerah.

600 Unit Huntara Siap Diserahkan ke Daerah

Rosan menyampaikan bahwa Danantara menargetkan penyerahan awal sebanyak 600 unit Huntara kepada kepala daerah. Selain unit hunian, Danantara juga membangun fasilitas pendukung untuk memastikan warga dapat tinggal dengan layak dan nyaman.

“Rumah Huntara akan kami serahterimakan sebanyak 600 unit kepada kepala daerah. Tidak hanya hunian, kami juga membangun taman bermain, jaringan wifi, mushola, dapur umum sebanyak 14 unit, serta toilet dan kamar mandi umum sebanyak 120 unit,” ujar Rosan dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).

Rosan menegaskan bahwa konsep Huntara tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga membangun ekosistem sosial yang mendukung aktivitas warga sehari-hari.

Fasilitas umum menjadi bagian penting dari desain kawasan agar masyarakat dapat beradaptasi dan kembali beraktivitas secara produktif.

Target 15.000 Unit Rampung dalam Tiga Bulan

Danantara menargetkan penyelesaian total 15.000 unit Huntara dalam waktu tiga bulan ke depan. Pembangunan tersebut tersebar di tiga provinsi dengan Aceh sebagai penerima manfaat terbesar.

“Dalam tiga bulan ke depan, kami menargetkan menyelesaikan 15.000 unit Huntara. Aceh akan menerima 12.000 unit, kemudian di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah sebanyak 2.000 unit, serta Sumatra Barat sebanyak 500 unit,” jelas Rosan kepada Presiden Prabowo.

Ia menambahkan, seluruh pembangunan Huntara memanfaatkan lahan milik PTPN yang telah melalui proses pembersihan lahan (land clearing). Langkah ini mempercepat proses konstruksi tanpa harus menunggu pembebasan lahan baru.

“Seluruh hunian kami bangun di atas lahan PTPN yang sudah kami siapkan,” ungkap Rosan.

Pekerjakan Ribuan Tenaga Kerja Selama 24 Jam

Dalam pelaksanaannya, proyek Huntara Danantara melibatkan ribuan tenaga kerja dari BUMN Karya. Danantara menerapkan sistem kerja 24 jam penuh guna mengejar target penyelesaian dalam waktu singkat.

Rosan menyebutkan sebanyak 1.635 pekerja terlibat langsung dalam pembangunan Huntara di Aceh Tamiang. Mereka bekerja secara bergiliran dengan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.

“Ukuran setiap unit Huntara adalah 4,5 x 4,5 meter persegi. Hunian ini kami bangun di atas lahan seluas 5,8 hektare dan masih bisa kami kembangkan hingga 13 hektare,” kata Rosan.

Model pembangunan ini diharapkan menjadi standar nasional dalam penyediaan hunian sementara yang cepat, efisien, dan layak huni.

CSR BUMN Capai Rp1 Triliun untuk Huntara

Rosan juga melaporkan bahwa pembangunan Huntara Danantara sepenuhnya didukung oleh kolaborasi seluruh BUMN melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pemerintah menargetkan total anggaran CSR BUMN yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp1 triliun.

“Saat ini, realisasi pengeluaran CSR BUMN untuk rumah dan kebutuhan pendukung lainnya sudah mencapai sekitar Rp655 miliar,” jelas Rosan.

Dana tersebut mencakup pembangunan hunian, penyediaan fasilitas umum, logistik dasar, serta infrastruktur penunjang lainnya. Presiden Prabowo mengapresiasi sinergi lintas BUMN dan meminta agar program Huntara dijalankan secara transparan serta tepat sasaran.

(Redaksi)

Show More
Back to top button