Nasional

Mens Sana in Corpore Sano: Hasto Kristiyanto Ajak Anak Muda Samarinda Hidup Sehat

IDENESIA.CO  – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengawali kunjungannya di Kota Samarinda dengan aktivitas lari pagi sejauh 5 kilometer bersama komunitas anak muda, Selasa (3/2/2026). Melalui olahraga tersebut, Hasto mendorong gaya hidup sehat sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap kota dan ruang publik.

Jogging pagi itu tidak sekadar menjadi agenda olahraga, tetapi juga sarana Hasto untuk melihat langsung wajah Samarinda dari dekat, mulai dari trotoar, fasilitas publik, hingga kawasan ekonomi rakyat.

Lari Pagi Jadi Media Mengenal Kota

Rombongan memulai lari dari Jalan Perniagaan dengan sejumlah tokoh muda, di antaranya Erwin Avietta dan Cintya Labetta. Rute jogging melintasi kawasan Teras Samarinda, depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Taman Samarinda, hingga area RS Dirgahayu.

Perjalanan kemudian berlanjut menyusuri Jalan Abdullah Hasan dan Jalan Kusuma Bangsa sebelum berakhir di kawasan Citra Niaga, pusat aktivitas ekonomi rakyat yang kini tampil lebih tertata.

“Pagi ini kami lari bukan sekadar untuk mencari keringat, tapi untuk melihat bagaimana peradaban sebuah kota itu tumbuh. Di Samarinda, kita bisa melihat kemajuan itu langsung dari hal yang sederhana seperti trotoar, drainage, dan kebersihannya. Jika trotoarnya sudah bagus dan nyaman bagi pejalan kaki, itu adalah ciri kemanusiaan dihargai,” ujar Hasto.

Dorong Kota Ramah Pejalan Kaki

Sepanjang rute lari, Hasto menaruh perhatian pada kualitas ruang publik dan fasilitas kota. Ia menilai kota yang maju tercermin dari keberpihakan pada pejalan kaki dan masyarakat umum.

Menurutnya, pembangunan fisik kota tidak boleh lepas dari nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan.

Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Samarinda

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia mengaku telah menerima banyak laporan positif dari kader PDI Perjuangan setempat terkait pembangunan kota.

“Saya mendapat banyak laporan dari kader-kader di sini mengenai kinerja baik Pak Walikota Andi Harun. Hari ini saya turun langsung, melihat sendiri banyak kemajuan kota setelah dipimpin walikota sekarang. Keberhasilan menata kota adalah bukti kepemimpinan yang bervisi kerakyatan,” lanjutnya.

Tetap Berlari Meski Alami Cedera Ringan

Meski berhasil menyelesaikan rute lari hingga garis finis, Hasto mengungkapkan Ia tidak sepenuhnya berada dalam kondisi fisik prima. Ia mengaku masih mengalami lebam di bagian paha akibat insiden kecil yang terjadi sebelumnya.

“Jujur saja, paha saya sebenarnya masih agak lebam karena ada insiden kecil minggu lalu. Tapi semangat anak-anak muda Samarinda ini menular, jadi tidak terasa tadi kita bisa selesaikan lari 5 kilometer dan jalan kaki sekitar 1 kilometer sampai ke Citra Niaga,” jelas Hasto.

Rekor Pribadi dan Konsistensi Olahraga

Hasto dikenal konsisten menjadikan olahraga lari sebagai bagian dari gaya hidup. Pada Borobudur Marathon 2025, ia mencatatkan waktu 1 jam 21 menit untuk kategori 10 kilometer, memecahkan rekor pribadinya yang sebelumnya 1 jam 28 menit di Victoria Run 2024.

Kegiatan serupa juga rutin ia lakukan di berbagai daerah saat kunjungan kerja, seperti Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur, Makassar di Sulawesi Selatan, dan Pekanbaru di Riau.

“Bagi saya, lari itu adalah cara terbaik mengenal sebuah kota. Dengan berlari, kita bisa merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat, melihat kebersihan lingkungan, dan keramahan kotanya. Kota yang maju itu tercermin dari taman-tamannya yang hidup, perpustakaan yang diakses warga, dan bagaimana transportasi publiknya melayani rakyat dengan baik,” tambahnya.

Mens Sana in Corpore Sano untuk Pemimpin dan Anak Muda

Setibanya di Citra Niaga, Hasto dan rombongan disambut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, beserta jajaran pengurus daerah. Mereka kemudian beristirahat sambil menikmati sarapan dan kopi di Warung Kopi Hai Nan.

Dalam suasana santai, Hasto kembali menekankan pentingnya kesehatan jasmani dalam membangun kepemimpinan yang kuat.

“Kita harus ingat prinsip mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Pemimpin dan anak muda harus punya fisik yang tangguh untuk membangun peradaban bangsa kita ke depan. Tanpa disiplin raga, sulit bagi kita untuk memiliki disiplin jiwa dalam melayani rakyat,” tegasnya.

Ia menutup kegiatan pagi itu dengan mengapresiasi revitalisasi Citra Niaga sebagai ruang ekonomi rakyat yang berpadu dengan estetika kota.

“Melihat Citra Niaga sekarang, saya optimis Samarinda bisa menjadi contoh bagaimana ruang ekonomi rakyat dikelola dengan sentuhan estetika yang baik. Inilah yang kita harapkan dari setiap kota di Indonesia,” pungkas Hasto.

(Redaksi)

Show More
Back to top button