Sosok

Susul Sang Suami, Istri Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas Usai Serangan AS-Israel

IDENESIA.CO – Kabar duka kembali datang dari Iran. Istri Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, media laporkan meninggal dunia setelah mengalami luka dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel akhir pekan lalu.

Media televisi pemerintah Iran melaporkan kabar tersebut pada Senin, sebagaimana dimuat AFP dan The Hills, Selasa (3/3/2026).

Dalam unggahan di platform X, stasiun televisi pemerintah Press TV menyebut istri mendiang pemimpin tertinggi itu sempat mengalami koma sebelum akhirnya wafat akibat luka-luka yang diderita.

Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh Sempat Koma

Media Israel, The Times of Israel, menyebut istri Khamenei bernama Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, berusia 78 tahun. Ia dilaporkan telah koma sejak serangan yang terjadi pada Sabtu.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa Mansoureh dan Khamenei menikah pada tahun 1964 dan telah mendampingi sang pemimpin tertinggi Iran selama puluhan tahun.

Sebelumnya, Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel yang menyasar Iran.

Khamenei tewas di tengah meningkatnya ketegangan terkait kesepakatan nuklir.

Eskalasi Serangan AS-Israel ke Iran

Serangan tersebut terjadi setelah beberapa pekan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran.

Tak lama berselang, Iran membalas dengan menyerang Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi basis pangkalan militer AS, termasuk Kuwait, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei melalui platform Truth Social.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump, Minggu.

“Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya,” tambahnya.

Meninggalnya Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh memperpanjang daftar korban dalam eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Dunia internasional kini menanti perkembangan lanjutan dari situasi geopolitik yang semakin tidak menentu tersebut.

(Redaksi)

Show More
Back to top button