Internasional

Klaim Menang Perang, Trump Minta Bantuan Negara Mitra Pengamanan Selat Hormuz

IDENESIA.CO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan instruksi terbaru terkait situasi keamanan di Timur Tengah. Meskipun ia melontarkan klaim menang perang atas kekuatan militer Iran, Trump kini mendesak negara-negara mitra untuk mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan untuk mengamankan jalur pelayaran minyak dunia yang saat ini mengalami hambatan serius.

Melalui platform Truth Social, Trump meminta Inggris, China, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan untuk berpartisipasi aktif. Ia memandang keterlibatan internasional sangat penting karena gangguan di selat tersebut berdampak langsung pada pasokan energi global. Saat ini, harga minyak dunia terus melonjak akibat penutupan jalur dan serangan terhadap infrastruktur energi sejak konflik pecah dua minggu lalu.

Seruan Pengamanan Jalur Laut Internasional

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat membutuhkan dukungan dari negara-negara yang selama ini bergantung pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz. Ia tetap pada pendiriannya dan kembali melontarkan klaim menang perang dengan menyebut bahwa pihaknya telah menghancurkan seluruh kemampuan militer utama Iran. Namun, ia mengakui adanya potensi gangguan kecil dari sisa-sisa kekuatan Teheran di wilayah perairan tersebut.

Menurut Trump, Teheran masih memiliki kemampuan terbatas untuk mengirimkan drone atau menjatuhkan ranjau di sepanjang jalur air. Oleh karena itu, ia mengharapkan bantuan dari mitra global agar Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman bagi perdagangan internasional. Ia juga berjanji bahwa Amerika Serikat akan memberikan dukungan penuh bagi setiap negara yang bersedia mengirimkan armada lautnya ke kawasan tersebut.

Kementerian Pertahanan Inggris menanggapi permintaan tersebut dengan menyatakan bahwa mereka sedang membahas berbagai opsi keamanan bersama sekutu. Di sisi lain, Iran bersumpah akan tetap memblokir selat yang menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia tersebut. Konflik ini semakin memanas setelah Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan adanya serangan terhadap 16 kapal di sekitar selat sejak akhir Februari lalu.

Ancaman Terhadap Infrastruktur Vital

Situasi di lapangan menunjukkan ketegangan yang belum mereda meski Trump terus menyuarakan klaim menang perang secara sepihak. Trump bahkan mengancam akan menargetkan infrastruktur minyak vital Iran di Pulau Kharg jika pihak Teheran mengganggu kapal-kapal yang melintas. Sebelumnya, militer Amerika Serikat menyatakan telah menghancurkan target militer di pulau tersebut melalui serangan bom yang sangat dahsyat.

Pemerintah Iran membalas ancaman itu dengan peringatan keras. Mereka menyatakan akan menghancurkan infrastruktur energi milik perusahaan yang bekerja sama dengan Amerika Serikat jika fasilitas di Pulau Kharg kembali mendapat serangan. Teheran juga telah meningkatkan frekuensi serangan terhadap target-target energi di Teluk sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, Inggris telah mengirimkan kapal perusak HMS Dragon menuju Siprus untuk memperkuat pertahanan di wilayah tersebut. Perdana Menteri Sir Keir Starmer kini memberikan izin bagi Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan Inggris guna mendukung tindakan defensif. Langkah ini menandai perubahan posisi Inggris setelah sebelumnya sempat mendapat kritik tajam dari Trump mengenai kontribusi mereka dalam konflik di Timur Tengah.

(Redaksi)

Show More
Back to top button