Sosok

Evakuasi Tahap Ketiga, Kemenlu Pulangkan 45 WNI dari Iran

IDENESIA.CO – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus mengupayakan perlindungan maksimal bagi warga negara yang berada di wilayah konflik. Melalui koordinasi intensif, Kemlu kembali melaksanakan program pemulangan WNI dari Iran dalam evakuasi tahap ketiga. Langkah ini menjadi prioritas pemerintah untuk menjamin keselamatan warga menyusul ketidakpastian situasi keamanan di kawasan tersebut.

Keberhasilan evakuasi kali ini menambah daftar panjang upaya perlindungan warga negara sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan evakuasi tahap pertama dan kedua pada bulan Maret lalu. Kehadiran negara dalam situasi darurat ini memastikan setiap individu mendapatkan akses keamanan dan jalur kepulangan yang terorganisasi dengan baik.

Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyampaikan perkembangan terkini proses evakuasi tersebut di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh proses berjalan melalui koordinasi erat antara pusat dan perwakilan diplomatik di negara-negara terkait. Sinergi antara KBRI Tehran dan KBRI Baku menjadi faktor penentu kelancaran evakuasi ini.

“Terkait evakuasi tahap ketiga untuk WNI yang berada di Iran. Jadi menyusul evakuasi tahap pertama dan kedua WNI di Iran yang telah dilakukan pada bulan Maret lalu, Kemlu beserta KBRI Baku dan KBRI Tehran telah memfasilitasi evakuasi tahap ke-3 sejumlah 45 WNI dari Iran,” ujar Heni Hamidah dalam konferensi pers tersebut.

Skema Bertahap Pemulangan WNI dari Iran Melalui Jalur Udara

Pemerintah mengatur jadwal kedatangan para warga secara saksama untuk memastikan kenyamanan dan ketertiban administrasi di bandara. Heni menjelaskan bahwa proses pemulangan WNI dari Iran dalam tahap ketiga ini terbagi ke dalam tiga kelompok terbang (kloter). Pengaturan ini menyesuaikan dengan ketersediaan maskapai penerbangan dan protokol keamanan di negara transit seperti Azerbaijan.

Kloter pertama yang membawa 14 warga negara Indonesia mendarat di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026. Selanjutnya, rombongan kloter kedua yang berjumlah 9 orang tiba pada hari berikutnya, Rabu 15 April 2026. Sementara itu, kloter ketiga yang terdiri dari 9 orang dijadwalkan menginjakkan kaki di tanah air pada petang hari ini.

Selain warga sipil dan mahasiswa, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada pekerja di sektor maritim. Saat ini, masih terdapat 13 orang Anak Buah Kapal (ABK) yang menunggu kepulangan di wilayah transit. Mereka mendapatkan fasilitas akomodasi dan perlindungan penuh selama menunggu jadwal penerbangan selanjutnya menuju Indonesia.

“Untuk ke-45 WNI ini dibagi menjadi tiga kloter ketibaan di Jakarta. Kloter pertama telah tiba di tanggal 14 April lalu sejumlah 14 orang. Kemudian kloter kedua itu sejumlah 9 orang kemarin di tanggal 15, dan kloter ketiga 9 orang akan tiba di petang hari ini. Masih ada 13 orang ABK yang masih kita tampung di Baku (Azerbaijan) untuk menunggu penerbangan selanjutnya ke tanah air,” kata Heni secara rinci.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penanganan Evakuasi

Setelah para warga melewati proses imigrasi dan pemeriksaan kesehatan di bandara, kementerian melakukan prosedur serah terima secara resmi. Kemlu melibatkan Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi untuk menangani tahap domestik. Langkah ini menjamin bahwa setiap orang mendapatkan bantuan transportasi hingga mencapai kediaman masing-masing di berbagai daerah.

Heni menekankan bahwa negara memfasilitasi seluruh kebutuhan logistik warga selama proses pemulangan berlangsung. Koordinasi dengan pemerintah daerah memudahkan identifikasi kebutuhan khusus, terutama bagi warga yang berasal dari wilayah pelosok. Sistem ini mempercepat proses reintegrasi warga negara ke lingkungan asal mereka setelah meninggalkan wilayah konflik.

“Para evacuee ini setibanya di Tanah Air, kami serah-terimakan ke Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi untuk proses pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing,” tutur Heni saat menjelaskan mekanisme pasca-evakuasi.

Sebaran Warga Negara Indonesia yang Masih Menetap di Iran

Meski program pemulangan WNI dari Iran terus berjalan, masih ada sejumlah warga yang memilih untuk tetap tinggal. Berdasarkan data terbaru dari KBRI Tehran, sebanyak 236 WNI tercatat masih menetap di wilayah Iran setelah selesainya evakuasi tahap ketiga. Mayoritas dari mereka memiliki alasan kuat terkait pendidikan dan ikatan kekeluargaan yang sudah lama terjalin.

Sebagian besar warga yang bertahan merupakan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di pusat-pusat studi keagamaan dan keilmuan. Kota Qom menjadi wilayah dengan jumlah mahasiswa asal Indonesia terbanyak saat ini. Selain itu, terdapat pula Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional serta warga negara yang menikah dengan penduduk setempat dan sudah memiliki status izin tinggal tetap.

“Berdasarkan catatan KBRI Tehran, jumlah WNI yang tercatat masih berada di Iran setelah evakuasi tahap ketiga ini adalah 236 orang. Mayoritas berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa dengan konsentrasi utama di Kota Qom. Sisanya adalah PMI dan juga ekspatriat yang menikah dengan warga negara sana,” pungkas Heni Hamidah menutup keterangannya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengimbau agar WNI yang masih bertahan tetap meningkatkan kewaspadaan. Perwakilan RI di Tehran terus membuka jalur komunikasi 24 jam bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau informasi terkini mengenai kondisi keamanan di wilayah setempat.

(Redaksi)

Show More
Back to top button