Internasional

AS dan Negara Teluk Siapkan Resolusi PBB Baru untuk Tekan Iran soal Selat Hormuz

IDENESIA.CO – Amerika Serikat bersama negara-negara Teluk menyusun draf resolusi baru di Dewan Keamanan PBB untuk menekan Iran agar menghentikan gangguan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyampaikan bahwa timnya mulai membahas rancangan resolusi itu pekan ini. Ia menegaskan AS ingin mendorong aksi internasional yang lebih konkret.

AS Fokuskan Resolusi pada Ranjau dan Tarif

Waltz menjelaskan, AS merancang resolusi baru dengan fokus yang lebih spesifik. Pemerintah AS menargetkan dua isu utama, yaitu penempatan ranjau laut dan pungutan terhadap kapal dagang.

“Resolusi ini fokus pada ranjau di jalur air internasional dan bea masuk yang berdampak pada ekonomi global, terutama Asia,” ujarnya.

AS juga menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal sipil dan membuka informasi lokasi ranjau laut.

AS Ubah Strategi Setelah Veto Rusia dan China

Sebelumnya, Rusia dan China memveto resolusi serupa. Kondisi itu mendorong AS menyusun strategi baru yang lebih terarah.

AS memilih pendekatan yang lebih sempit agar bisa mendapatkan dukungan lebih luas dari anggota Dewan Keamanan.

Militer AS Amankan Jalur Pelayaran

Militer AS terus bergerak di lapangan untuk membuka jalur pelayaran. Pasukan AS menembaki unit Iran dan menenggelamkan enam kapal kecil yang mereka anggap mengancam kapal sipil.

Dengan pengawalan militer, dua kapal dagang berbendera AS berhasil melintasi Selat Hormuz. Langkah ini menunjukkan upaya langsung AS menjaga arus logistik global.

Ketegangan Picu Risiko Eskalasi

Langkah AS memang bisa menekan tekanan ekonomi global, tetapi juga berpotensi memicu eskalasi konflik. Perusahaan pelayaran dan asuransi kini meningkatkan kewaspadaan.

Iran menilai tindakan AS melanggar gencatan senjata dan menegaskan akan terus menargetkan kapal di kawasan tersebut.

Serangan Meluas ke Uni Emirat Arab

Ketegangan juga meluas ke Uni Emirat Arab. Sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone dalam satu serangan.

Satu drone tetap menghantam fasilitas minyak di Fujairah dan memicu kebakaran. Serangan itu melukai tiga pekerja asal India.

Selain itu, dua kapal kargo terbakar di perairan lepas pantai. Insiden ini menunjukkan konflik di Selat Hormuz mulai berdampak luas ke kawasan Teluk.

(Redaksi)
Show More
Back to top button