Internasional

Uni Eropa Blokir Dana untuk Inverter Surya Asal China guna Cegah Risiko Keamanan

IDENESIA.CO – Komisi Eropa kini memperketat pengawasan terhadap ketergantungan energi hijau pada manufaktur asal China. Kebijakan ini menyasar inverter surya yang berfungsi sebagai unit pengendali utama dalam sistem panel surya. Perangkat tersebut mengubah energi matahari menjadi listrik dan memiliki koneksi internet untuk pemeliharaan jarak jauh, namun fitur ini juga membuka celah kerentanan bagi peretas.

Langkah ini mencerminkan kekhawatiran Brussel yang semakin besar terhadap keamanan jaringan listrik. Saat ini, produk asal China mendominasi pasar Eropa dengan pangsa impor mencapai 61 persen. Dua perusahaan besar, Huawei dan Sungrow, menjadi penyedia utama perangkat keras yang mendukung kapasitas pembangkit listrik tenaga surya di benua tersebut.

Ancaman Pemadaman Listrik Masal di Eropa

Para ahli keamanan siber memberikan peringatan keras mengenai potensi gangguan pada sistem distribusi energi. Swantje Westphal, seorang ahli keamanan siber, menegaskan urgensi perlindungan infrastruktur ini kepada DW.

“Skenario terburuk adalah pemadaman listrik berskala besar di seluruh Eropa,” kata Swantje Westphal. Ia juga menambahkan bahwa ancaman ini nyata dan bukan sekadar hipotesis yang dibuat-buat. Baginya, keputusan komisi merupakan langkah ke arah yang benar meskipun Uni Eropa belum melarang produk tersebut sepenuhnya dari pasar bebas.

Christoph Podewils, Sekretaris Jenderal European Solar Manufacturing Council, menjelaskan bahwa setiap perusahaan pembuat inverter menanamkan fungsi pemutus darurat. Pengendali jarak jauh ini biasanya berguna untuk stabilitas jaringan, namun berisiko jika jatuh ke tangan aktor yang bermusuhan.

“Semua perusahaan pembuat inverter memiliki semacam tombol emergency stop (pemutus darurat). Sebagai gambaran, mengendalikan sekitar 10 gigawatt saja sudah cukup untuk menciptakan gangguan besar pada jaringan listrik Eropa,” ujar Christoph Podewils. Angka ini terhitung kecil dibandingkan total 220 gigawatt kapasitas surya yang saat ini menggunakan perangkat asal China.

Upaya Memperkuat Industri Hijau Lokal

Keputusan memblokir pendanaan ini sejalan dengan RUU Akselerator Industri dan revisi RUU Keamanan Siber. Uni Eropa ingin mengalihkan dukungan finansial kepada produsen lokal guna mengurangi risiko keamanan inverter China. Meskipun saat ini 80 persen sistem baru masih bergantung pada impor, industri dalam negeri optimistis dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Christoph Podewils meyakini bahwa produsen Eropa mampu meningkatkan volume produksi secara cepat untuk mengisi celah pasokan. Meskipun harga produk lokal diperkirakan sekitar 2 persen lebih mahal daripada produk China, ia menilai selisih harga tersebut adalah investasi yang sepadan.

“Itu mungkin untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam waktu beberapa bulan hingga mencapai level yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Ini seperti biaya asuransi,” kata Christoph Podewils merujuk pada perlindungan dari risiko keamanan di masa depan.

Saat ini, kebijakan pembatasan hanya berlaku untuk dana yang dikelola langsung oleh Komisi Eropa dan lembaga seperti Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan. Negara anggota Uni Eropa masih boleh melakukan pembelian mandiri, dan perangkat yang sudah terpasang tetap diizinkan beroperasi seperti biasa.

(Redaksi)

Show More
Back to top button