
IDENESIA.CO – Israel diduga membangun pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak untuk memperkuat operasi udara melawan Iran. Keberadaan fasilitas tersebut akhirnya terungkap setelah warga lokal melaporkan aktivitas mencurigakan di wilayah terpencil itu.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Israel mendirikan pangkalan tersebut tepat sebelum konflik dengan Iran meningkat. Israel memanfaatkan lokasi itu sebagai pusat logistik bagi Angkatan Udara mereka agar bisa menjalankan operasi jarak jauh dengan lebih efektif.
Pangkalan itu juga menampung pasukan khusus serta tim pencarian dan penyelamatan. Israel menyiapkan tim tersebut untuk mengevakuasi pilot jika pesawat mereka jatuh di wilayah musuh. Dengan memanfaatkan wilayah Irak, Israel dapat mempersingkat jarak operasi menuju Iran yang mencapai sekitar 1.000 mil dari negaranya.
Aktivitas Helikopter Curigakan Warga Lokal
Kasus ini bermula ketika seorang penggembala melihat helikopter terbang rendah di kawasan gurun Irak bagian barat. Ia juga melihat aktivitas militer yang tidak biasa di area yang jarang dihuni penduduk.
Warga itu lalu melaporkan temuannya kepada aparat keamanan Irak. Setelah menerima laporan tersebut, militer Irak segera mengirim pasukan untuk memeriksa lokasi.
Namun, sebelum tim mencapai area yang dicurigai, serangan udara menghantam kawasan tersebut. Serangan itu menewaskan satu tentara Irak dan melukai dua lainnya.
Irak kemudian mengirim unit tambahan untuk melanjutkan pencarian. Dari hasil penyisiran, aparat menemukan bukti yang menunjukkan adanya aktivitas militer asing di lokasi tersebut.
Pejabat Irak Soroti Operasi Tanpa Izin
Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al-Muhammadawi, menegaskan operasi itu berlangsung tanpa persetujuan pemerintah Irak.
“Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan,” kata Qais kepada media pemerintah Irak seperti dikutip NDTV, Senin (11/5/2026).
Ia juga menilai ada kekuatan militer yang bergerak di lapangan dengan dukungan udara di luar kendali pasukan Irak.
Irak Laporkan Insiden ke PBB
Pemerintah Irak selanjutnya membawa kasus tersebut ke Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. Baghdad menuding Amerika Serikat terlibat dalam serangan udara yang menghambat investigasi mereka.
Meski demikian, pejabat Amerika Serikat membantah tuduhan itu. Seorang pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Washington tidak terlibat dalam operasi penyerangan tersebut.
Wilayah gurun Irak bagian barat memang sering menjadi lokasi strategis operasi militer rahasia karena kondisi geografisnya luas dan minim penduduk. Pasukan AS juga pernah menggunakan kawasan itu saat operasi militer melawan Saddam Hussein pada 1991 dan 2003.
(Redaksi)

