
IDENESIA.CO – Hubungan Amerika Serikat dan China mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyelesaikan pertemuan tingkat tinggi di Beijing, Jumat waktu setempat.
Pertemuan selama dua hari itu menghasilkan sejumlah poin penting mulai dari keberlanjutan gencatan perang dagang, pembahasan isu Taiwan dan Iran, hingga peluang bisnis baru bagi perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat.
Taiwan dan Iran Jadi Isu Paling Sensitif
Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping disebut memberi peringatan kepada Donald Trump terkait Taiwan. Beijing menilai langkah keliru AS terhadap Taiwan dapat memicu ancaman serius bagi hubungan kedua negara.
Selain Taiwan, pembahasan mengenai Iran juga mencuat. Trump mengatakan China siap membeli minyak mentah Amerika Serikat dan membantu proses negosiasi terkait Iran.
Meski begitu, pemerintah China belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana pembelian minyak tersebut. Pemerintah AS juga belum membeberkan detail kerja sama lebih lanjut.
Kepala Ekonom China di Economist Intelligence Unit, Yue Su, menilai kedua negara sama-sama ingin menggambarkan hasil pertemuan sebagai keberhasilan diplomatik.
Menurutnya, diskusi mengenai Iran menunjukkan adanya kepentingan bersama antara Washington dan Beijing, walau pengaruh China terhadap Iran tetap terbatas.
AS dan China Sepakat Jaga Stabilitas Dagang
Pertemuan Trump dan Xi juga memperkuat sinyal bahwa perang dagang kedua negara belum akan kembali memanas dalam waktu dekat.
Kedua negara sepakat melanjutkan komunikasi ekonomi dan perdagangan menjelang berakhirnya masa gencatan tarif pada Oktober mendatang.
Trump bahkan mengundang Xi Jinping berkunjung ke Amerika Serikat pada 24 September 2026 untuk membahas hubungan bilateral lanjutan.
Sebelumnya, AS dan China telah sepakat menurunkan tarif impor dan mencabut sejumlah pembatasan logam tanah jarang setelah ketegangan meningkat pada awal 2025.
Xi Jinping menyebut Washington dan Beijing ingin membangun “stabilitas strategis” yang lebih konstruktif untuk beberapa tahun ke depan.
Analis China Macro Group, Jack Lee, menilai Beijing sedang mencoba memanfaatkan pendekatan pragmatis Trump untuk membangun pola hubungan jangka panjang dengan AS.
Boeing hingga Nvidia Raup Keuntungan
Selain isu geopolitik dan perdagangan, pertemuan tersebut juga memberi keuntungan bagi sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat.
Trump mengungkapkan China akan memesan 200 pesawat dari Boeing. Nilai pembelian itu lebih tinggi dibanding perkiraan awal perusahaan.
Di sektor teknologi, Nvidia dikabarkan kembali mendapat izin menjual chip H200 ke perusahaan-perusahaan besar China.
Kabar tersebut mendorong penguatan saham teknologi global.
CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Boeing Kelly Ortberg turut mendampingi Trump dalam lawatan ke Beijing. CEO Apple Tim Cook serta petinggi Tesla milik Elon Musk juga hadir dalam forum bisnis bersama Perdana Menteri China Li Qiang.
Namun hingga kini, pemerintah China baru menjanjikan akses pasar yang lebih luas bagi investor asing tanpa mengumumkan kebijakan baru secara detail.
(Redaksi)
