
IDENESIA.CO – Pemerintah Kota Samarinda kembali menggulirkan program lingkungan berbasis masyarakat. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot akan menggelar Lomba Bank Sampah dan Kampung Salai 2026.
Rencana kegiatan itu muncul saat Sekretaris Daerah Kota Samarinda menerima audiensi DLH di Balai Kota Samarinda, Senin 18 Mei 2026.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah rumah tangga. Pemkot juga ingin mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Anggota Tim Wali Kota Asistensi Pembangunan Bidang Infrastruktur Lingkungan Hidup dan Ketahanan Iklim (ILHKI), Iwan Hawidian Maharisma, mengatakan jumlah bank sampah aktif terus meningkat.
“Jumlah bank sampah aktif di Kota Samarinda meningkat dari 78 unit pada 2025 menjadi 100 bank sampah pada 2026,” ujar Iwan.
Menurut dia, peningkatan itu menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan semakin baik.
Warga Mulai Hasilkan Uang dari Sampah
Iwan menjelaskan, program Kampung Salai tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan. Program itu juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Warga kini memanfaatkan sampah untuk menghasilkan uang tambahan. Mereka menjual minyak jelantah, membuat kerajinan daur ulang, dan memproduksi pupuk kompos.
“Kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memilah sampah organik maupun anorganik,” jelasnya.
DLH Samarinda menilai pengelolaan sampah berbasis masyarakat lebih efektif. Cara itu juga membantu mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
Pemkot Tetap Beri Penghargaan
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi, memastikan Pemkot tetap mendukung program lingkungan meski pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.
Menurut dia, Pemkot tetap memberikan penghargaan kepada warga yang aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Walaupun dalam keadaan efisiensi, kita tetap memberikan penghargaan kepada warga kota yang telah peduli dalam mengelola lingkungan melalui pemilahan sampah,” tegas Neneng.
Pemkot Samarinda berharap program bank sampah dan Kampung Salai dapat memperkuat kerja sama pemerintah dan masyarakat. Program itu juga diharapkan membuat Samarinda lebih bersih dan hijau.


