Sosok

Saefuddin Zuhri Ingatkan Santri: Hafalan Al-Qur’an Harus Menjadi Teladan dalam Akhlak dan Perilaku

IDENESIA.CO – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengingatkan para santri agar tidak hanya mengejar hafalan Al-Qur’an. Ia meminta mereka menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri dan melepas wisudawan serta wisudawati Wafa Tahfizh Akhirussanah SMP-SMA Tahfidz Al-Izzah Samarinda, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Saefuddin, seorang penghafal Al-Qur’an harus mampu menunjukkan akhlak yang baik. Ia menilai keberhasilan seorang hafiz tidak hanya terlihat dari jumlah hafalan yang dimiliki.

“Ukuran keberhasilan seorang penghafal Al-Qur’an bukan hanya jumlah hafalannya. Nilai-nilai Al-Qur’an harus terlihat dalam perilaku sehari-hari,” katanya.

Wisuda Menjadi Awal Tanggung Jawab Baru

Saefuddin menegaskan wisuda tahfidz bukan akhir perjalanan belajar. Ia menyebut momen tersebut sebagai awal tanggung jawab baru bagi para santri.

Menurutnya, para santri telah melewati proses panjang yang penuh disiplin, kesabaran, dan perjuangan. Mereka juga berhasil menyeimbangkan pendidikan formal dengan kegiatan hafalan Al-Qur’an.

“Hari ini menjadi hari yang istimewa. Kalian telah melewati perjalanan panjang yang penuh doa, pengorbanan, dan kerja keras,” ujarnya.

Kemudian ia juga  mengapresiasi para santri yang tetap konsisten menjaga hafalan di tengah aktivitas sekolah. Menurutnya, pencapaian itu menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pendidikan dan pembentukan karakter.

Terus Jaga Hafalan Al-Qur’an dan Rendah Hati

Saefuddin meminta para wisudawan terus menjaga hafalan setelah menyelesaikan pendidikan. Ia juga mengajak mereka untuk rutin melakukan murajaah dan menambah ilmu.

“Jangan berhenti setelah wisuda. Terus murajaah, terus belajar, dan tetap rendah hati. Ilmu akan membawa manfaat jika kita mengamalkannya,” tegasnya.

Ia berharap lulusan Al-Izzah tumbuh menjadi generasi yang kuat dalam iman dan akhlak. Selain itu, mereka juga harus mampu bersaing dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya berharap anak-anak Al-Izzah menjadi generasi yang beriman, berakhlak baik, dan memiliki kemampuan yang unggul. Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.

Apresiasi untuk Orang Tua dan Guru

Saefuddin juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua. Ia menilai dukungan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan para santri.

Menurutnya, orang tua telah memberikan doa, perhatian, dan pengorbanan selama proses pendidikan berlangsung.

“Keberhasilan anak-anak hari ini lahir dari doa, kerja keras, dan kesabaran orang tua yang selalu mendampingi mereka,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para guru, ustaz, dan ustazah yang membimbing para santri. Menurutnya, para pendidik memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang berkualitas.

“Guru menanamkan ilmu dan karakter. Hasilnya mungkin tidak terlihat sekarang, tetapi manfaatnya akan terasa pada masa depan,” katanya.

Pemkot Samarinda Perkuat Pendidikan Karakter

Saefuddin menegaskan Pemkot Samarinda terus mendukung pendidikan karakter dan pendidikan keagamaan. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan pembentukan moral.

Menurutnya, sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat perlu memperkuat kerja sama untuk membangun generasi yang berkualitas.

“Kami akan terus mendukung pendidikan karakter. Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul,” ujarnya.

Terakhir, Saefuddin mengajak para wisudawan untuk menjaga adab, menghormati orang tua, dan mencintai ilmu pengetahuan.

“Ketika kalian memasuki dunia yang lebih luas, tetaplah dekat dengan Al-Qur’an. Jaga adab, hormati orang tua, dan terus belajar. Insya Allah, Al-Qur’an akan menjadi penu

(Redaksi)

Show More
Back to top button