Nasional

Adjie Soetama Tutup Usia, Dunia Musik Indonesia Kehilangan Komposer Lagu-Lagu Ikonik

IDENESIA.CO – Dunia musik Indonesia kembali berduka. Komposer senior Adjie Soetama meninggal dunia pada Kamis (21/8/2025) malam, setelah berjuang melawan sejumlah komplikasi penyakit. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi industri musik tanah air yang selama puluhan tahun telah ia warnai dengan karya-karya legendaris.


Adjie Soetama lahir di Jakarta pada 17 September 1957. Sejak remaja, kecintaannya pada musik sudah tampak. Ia menempuh pendidikan di SMA 3 Teladan Jakarta, sebuah sekolah yang dikenal melahirkan musisi besar era 1970-an, seperti Fariz RM, Addie MS, dan James F Sundah. Pada masa sekolah, Adjie bergabung dalam grup vokal yang kemudian berhasil menjadi finalis Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1977.

Meski kemudian menempuh studi hukum di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, kecintaan Adjie pada musik tak pernah padam. Justru lewat jalur inilah ia menegaskan diri sebagai seorang penulis lagu produktif dengan karya-karya yang kelak menjadi ikon musik Indonesia.

Puncak karier Adjie terjadi pada era 1980-an, saat lagunya dibawakan oleh penyanyi-penyanyi papan atas. Dua karya monumental, Aku Cinta Dia dan Hip Hip Hura, yang dinyanyikan mendiang Chrisye pada 1985, sukses besar dan hingga kini masih diingat lintas generasi.

Selain Chrisye, sederet nama besar lain seperti Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, dan Utha Likumahuwa turut membawakan lagu-lagu ciptaannya. Hampir setiap karya Adjie selalu mendapat sambutan hangat di pasaran, menjadikannya salah satu komposer paling berpengaruh pada masanya.

Lebih dari sekadar pencipta lagu, Adjie Soetama dikenal sebagai sosok yang tekun, konsisten, dan penuh dedikasi dalam bermusik. Kecintaannya pada dunia seni sejak masa sekolah dasar menumbuhkan fondasi kuat hingga ia mampu menghasilkan karya-karya yang terus hidup dalam ingatan publik.

Kini, kepergiannya menyisakan kekosongan, namun juga meninggalkan warisan musikal yang tak ternilai. Lagu-lagu ciptaannya menjadi bukti bahwa musik mampu menyatukan generasi dan terus dikenang meski sang pencipta telah tiada.

Dengan wafatnya Adjie Soetama, Indonesia kehilangan salah satu maestro musik yang karyanya telah menjadi bagian dari perjalanan budaya bangsa.

(Redaksi)

Show More
Back to top button