
POLITIKAL.ID – Produsen peralatan chip asal Belanda, ASML, menyiapkan insentif besar bagi karyawannya untuk mengurangi potensi pengunduran diri. Perusahaan menawarkan bonus hingga 20 ribu euro atau sekitar Rp409 juta kepada pegawai yang bersedia tetap bekerja hingga periode 2027–2030.
ASML telah mengonfirmasi rencana tersebut. Namun, perusahaan menyebut program itu masih dalam tahap finalisasi sebelum resmi diterapkan.
Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), program retensi karyawan itu dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Seluruh pegawai yang memenuhi persyaratan berhak mengikuti skema tersebut.
ASML Jadi Pemain Kunci Industri Chip Dunia
ASML merupakan perusahaan pembuat peralatan produksi chip komputer dan saat ini menjadi perusahaan paling bernilai di Eropa. Salah satu produk andalannya adalah mesin litografi yang berguna dalam pembuatan semikonduktor.
Permintaan terhadap produk ASML juga terus meningkat. Bahkan, seluruh kapasitas penjualan mesin litografi perusahaan telah laku hingga 2027.
Pada bulan ini, ASML membukukan laba bersih sebesar 2,92 miliar euro atau sekitar Rp59,2 triliun. Perusahaan mempekerjakan sekitar 44.500 orang di seluruh dunia. Sekitar separuh tenaga kerjanya berada di Belanda, sedangkan 8.500 lainnya bekerja di Amerika Serikat.
Industri Semikonduktor Berlomba Pertahankan Talenta
ASML bukan satu-satunya perusahaan yang memberikan insentif besar kepada pekerja. Sejumlah perusahaan semikonduktor juga menerapkan strategi serupa untuk mempertahankan tenaga ahli di tengah persaingan industri.
Samsung, misalnya, menyepakati alokasi sebesar 10,5 persen dari laba operasi divisi semikonduktor untuk bonus khusus karyawan. Berdasarkan informasi dari serikat pekerja, pegawai di divisi chip memori dengan gaji pokok 80 juta won atau sekitar Rp972 juta berpotensi menerima bonus hingga 626 juta won atau sekitar Rp7,6 miliar pada tahun ini.
Sementara itu, SK Hynix juga menyiapkan bonus sebesar 10 persen dari laba operasional perusahaan. Jika perusahaan mampu mencatat laba tahunan sebesar 250 triliun won atau sekitar Rp3.000 triliun, bonus yang diterima setiap karyawan diperkirakan dapat melampaui 700 juta won atau sekitar Rp8,5 miliar.
(Redaksi)

