
IDENESIA.CO – Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa atas korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa NTT dengan magnitudo 7 tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan harta benda di sejumlah wilayah.
Xi Jinping mengetahui gempa kuat itu menyebabkan dampak serius bagi masyarakat. Pemerintah China menyampaikan perhatian terhadap kondisi Indonesia setelah bencana tersebut.
Dalam pernyataannya, Xi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat gempa NTT.
Xi juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Indonesia dalam menangani dampak bencana. Ia percaya Indonesia mampu mengatasi situasi tersebut di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Xi Jinping Yakin Indonesia Pulihkan Dampak Gempa NTT
Xi Jinping menilai Indonesia dapat menghadapi situasi setelah gempa NTT. Ia percaya pemerintah Indonesia mampu melakukan pemulihan secara bertahap setelah bencana.
Menurut Xi, Indonesia juga dapat membangun kembali infrastruktur dan memulihkan kegiatan ekonomi dengan cepat. Pernyataan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah China kepada Indonesia dalam menghadapi dampak bencana.
Gempa dengan magnitudo 7 tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Pemerintah bersama berbagai lembaga terus melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memperbarui data korban gempa. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban meninggal dunia mencapai 68 orang.
BNPB Catat 68 Korban Meninggal Dunia
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan pembaruan data tersebut pada Senin, 17 Agustus 2026.
“68 jiwa yang meninggal,” kata Berton.
BNPB menyatakan tidak ada lagi warga yang masuk dalam laporan orang hilang akibat gempa NTT hingga pembaruan data tersebut. Namun, tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tetap bersiaga di sejumlah wilayah terdampak.
Berton mengatakan tim Basarnas masih berada di tujuh kabupaten yang terdampak gempa. Personel tetap menjalankan pemantauan dan pencarian apabila masyarakat membutuhkan bantuan.
“Tim dari Basarnas masih siaga di tujuh kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak,” ujar Berton.
Kondisi tersebut membuat proses penanganan bencana tetap berjalan meski BNPB tidak lagi menerima laporan warga yang hilang. Tim di lapangan juga terus memantau kebutuhan masyarakat setelah gempa.
Kemenkes Kirim Dua Rumah Sakit Lapangan
Selain pencarian dan pemantauan, pemerintah juga memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa NTT.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke daerah yang terdampak. BNPB menyebut kedua fasilitas tersebut berada di Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
Berton mengatakan keberadaan rumah sakit lapangan dapat mempercepat pelayanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan. Fasilitas tersebut juga dapat mendukung proses evakuasi korban di wilayah terdampak.
“Kemenkes sudah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo. Diharapkan rumah sakit ini dapat segera melayani warga yang menjadi korban gempa bumi dan membutuhkan evakuasi,” kata Berton.
Pemerintah dan lembaga terkait masih melanjutkan penanganan pascagempa di sejumlah wilayah NTT. Tim gabungan tetap memprioritaskan keselamatan masyarakat, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar warga terdampak.
Dukungan dari berbagai pihak juga terus mengalir untuk Indonesia. Dalam konteks tersebut, Xi Jinping menyampaikan harapan agar Indonesia dapat melewati masa tanggap darurat dan segera memulihkan infrastruktur serta aktivitas ekonomi di wilayah terdampak gempa NTT.
(Redaksi)


