
IDENESIA.CO – Dua pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Justin Hubner, menjalani pertandingan dengan nasib berbeda saat Fortuna Sittard menghadapi AZ Alkmaar pada pekan ketiga Eredivisie 2026-2027.
Pertandingan di Fortuna Sittard Stadium, Sabtu (22/8/2026), menjadi panggung bagi kedua pemain tersebut. Namun, Ole Romeny harus meninggalkan lapangan lebih awal, sedangkan Justin Hubner bertahan hingga peluit akhir.
Ole Romeny Kartu Merah pada Awal Pertandingan
Ole Romeny hanya bermain sekitar lima menit dalam pertandingan tersebut. Wasit memberikan kartu merah langsung setelah penyerang Fortuna Sittard itu melakukan pelanggaran terhadap pemain AZ Alkmaar, Mateo Chavez.
Romeny mendapat kartu merah setelah kakinya menginjak bagian pergelangan kaki Chavez ketika berusaha merebut bola.
Pengamat sepak bola nasional sekaligus komentator Liga Belanda, Gita Suwondo, menilai Romeny seharusnya tidak perlu melakukan pelanggaran tersebut.
“Situasinya tidak membahayakan pertahanan. Jadi efeknya adalah lapangan dikuasai AZ Alkmaar,” ujar Gita.
Menurutnya, keputusan tersebut membuat Fortuna Sittard harus menjalani hampir seluruh pertandingan dengan 10 pemain. Kondisi itu kemudian memengaruhi penguasaan bola dan strategi permainan tuan rumah.
Fortuna Sittard Tertekan Setelah Bermain dengan 10 Pemain
Kehilangan Romeny membuat Fortuna Sittard harus mengubah pola permainan. Tim tuan rumah lebih banyak bertahan dan menghadapi tekanan dari AZ Alkmaar.
AZ Alkmaar kemudian mendominasi penguasaan bola sekaligus menciptakan lebih banyak peluang. Meski demikian, Fortuna masih mampu mempertahankan skor 0-0 hingga babak pertama berakhir.
Tekanan AZ akhirnya membuahkan hasil setelah Jizz Hornkamp mencetak gol pada menit ke-58.
Fortuna Sittard kembali kebobolan pada masa injury time. Hornkamp mencetak gol keduanya sekaligus memastikan AZ Alkmaar menang 2-0.
Justin Hubner Main 90 Menit dan Dapat Pujian
Berbeda dengan Romeny, Justin Hubner tampil penuh selama 90 menit. Bek Timnas Indonesia tersebut kembali mendapat kepercayaan sebagai starter dan harus bekerja ekstra keras setelah Fortuna bermain dengan 10 pemain.
Gita Suwondo memberikan apresiasi terhadap penampilan Hubner. Menurutnya, pemain yang pernah memperkuat Cerezo Osaka itu beberapa kali melakukan aksi penting untuk membantu pertahanan Fortuna.
“Acungan jempol kepada Justin Hubner yang berkali-kali bisa melakukan blocking dan clearance walaupun harus kalah 2 gol,” kata Gita.
Hubner tercatat melakukan 52 sentuhan bola dan 12 aksi bertahan. Ia juga membukukan dua tekel, delapan sapuan, satu intersep, serta dua kali recovery.
Performa Justin Hubner Terus Berkembang di Eredivisie
Penampilan penuh melawan AZ Alkmaar menjadi bagian dari perkembangan positif Justin Hubner pada awal musim Eredivisie 2026-2027.
Gita menilai Hubner menunjukkan perkembangan sejak pramusim. Selain mampu bermain sebagai bek tengah, pemain tersebut juga dapat mengisi posisi bek kiri.
Pada pekan kedua, Hubner tampil sebagai bek kiri ketika Fortuna Sittard menghadapi SC Cambuur dan meraih kemenangan 4-1.
“Dia sudah kelihatan bagus sejak pramusim dan bisa main di dua posisi,” ujar Gita.
Dengan performa tersebut, Hubner terus mendapat kepercayaan di lini belakang Fortuna Sittard. Sementara itu, Romeny harus menjadikan kartu merah di awal pertandingan sebagai evaluasi untuk laga berikutnya.
Kekalahan dari AZ Alkmaar membuat Fortuna Sittard harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki performa pada pertandingan Eredivisie selanjutnya.
(Redaksi)

