
IDENESIA.CO – Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus bertambah. Hingga Selasa (25/8/2026), luas area terdampak kebakaran telah mencapai 916,26 hektare dengan jumlah titik panas menembus 1.627 titik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung memimpin rapat penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi sekaligus memastikan upaya pemadaman dan penegakan hukum terus berjalan.
Karhutla Jambi Capai 916,26 Hektare
Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin selaku Pelaksana Harian Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi melaporkan, luasan lahan terbakar di Jambi kini mencapai 916,26 hektare.
Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan data sehari sebelumnya. Pada Senin (24/8/2026), luas lahan yang terbakar tercatat 658,29 hektare.
Peningkatan tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Jambi masih menghadapi tantangan, terutama dengan bertambahnya titik panas di sejumlah wilayah.
Titik Panas Jambi Meningkat Jadi 1.627 Titik
Nyamin menyebut jumlah titik panas di Jambi juga mengalami kenaikan cukup signifikan sejak Juli 2026.
Dari sebelumnya tercatat 549 titik, jumlah tersebut kini meningkat menjadi 1.627 titik. Kondisi ini membuat pemerintah dan Satgas Karhutla terus memperkuat pemantauan serta penanganan di lapangan.
Dua Lokasi Karhutla Sarolangun Masih Belum Padam
Dari sejumlah wilayah yang terdampak, masih terdapat dua lokasi kebakaran yang belum berhasil dipadamkan, yakni Pandan Sejahtera dan Lubuk Nagodong, Kabupaten Sarolangun.
“Per hari ini, kondisi api yang masih ada terdapat di Lubuk Nagodang, Sarolangun dan Pandan Sejahtera. Sementara di Sungai Gelam sudah padam, kemudian muncul lagi asap,” ujar Nyamin.
Ia mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai unsur untuk mencegah api kembali meluas.
Raja Juli Antoni Pastikan Komunikasi dengan Presiden Prabowo Tetap Baik
Di tengah meningkatnya karhutla di Jambi, Raja Juli Antoni turut memberikan penjelasan mengenai ketidakhadirannya saat Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Raja Juli memastikan komunikasi dengan Presiden Prabowo tetap berjalan dengan baik. Menurutnya, Presiden saat ini fokus memperkuat dukungan personel TNI dan Polri dalam penanganan karhutla.
“Saya kira Pak Mensesneg sudah menjelaskan bahwa Pak Presiden fokus untuk mempertebal dukungan dari TNI-Polri, dan saya berkomunikasi baik dengan Pak Presiden,” kata Raja Juli seusai memimpin rapat penanganan karhutla di Jambi, Selasa (25/8/2026).
Penanganan Karhutla di Jambi Merupakan Perintah Presiden
Raja Juli juga menjelaskan bahwa kehadirannya di Jambi hingga peninjauan ke sejumlah wilayah Kalimantan merupakan bagian dari tugas yang diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo.
Karena itu, ia menegaskan pembagian tugas dalam penanganan karhutla tetap berjalan meski Presiden melakukan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi.
Pemerintah saat ini terus memperkuat koordinasi antara kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur pemadam kebakaran untuk mengendalikan kebakaran.
Kemenhut Tangani 42 Perkara Pidana Karhutla
Selain penanganan api, pemerintah juga memperketat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Raja Juli mengungkapkan, Kementerian Kehutanan telah menangani 42 perkara pidana terkait karhutla. Sejumlah perkara tersebut melibatkan perusahaan.
Khusus di Jambi, terdapat tiga perusahaan yang telah diproses secara pidana karena berkaitan dengan kasus karhutla.
Menhut Tegaskan Penindakan Karhutla Tanpa Pandang Bulu
Raja Juli memastikan proses hukum terhadap pelaku karhutla akan dilakukan tanpa membedakan status maupun skala pelaku.
Baik perorangan maupun korporasi yang terbukti terlibat akan ditindak secara tegas. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan.
“Tidak akan tajam ke atas tumpul ke bawah, besar kecil kita tindak secara tegas supaya ada efek jera pada pelaku,” tegasnya.
Kolaborasi TNI-Polri dan Manggala Agni Terus Diperkuat
Sementara itu, Nyamin menilai kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan karhutla di Jambi sejauh ini berjalan dengan baik.
TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni dan unsur terkait lainnya terus melakukan pemadaman, pemantauan titik panas serta pencegahan agar api tidak semakin meluas.
Dengan meningkatnya luas lahan terbakar dan jumlah titik panas, penguatan personel dan koordinasi di lapangan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mengendalikan karhutla di Jambi.
(Redaksi)
