
IDENESIA.CO – Pengalaman panjang di berbagai forum internasional mengantarkan Arrmanatha Nasir ke posisi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia. Presiden Prabowo Subianto melantik diplomat karier tersebut di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelantikan Arrmanatha menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih. Ia menggantikan Sugiono yang kini menjalankan tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Pengangkatan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105P Tahun 2026.
Sebelum menduduki kursi Menlu, Arrmanatha Nasir menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Ia sebelumnya juga menjalankan berbagai tugas diplomatik, termasuk sebagai duta besar dan Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Arrmanatha Nasir Meniti Karier dari Diplomasi Multilateral
Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971. Ia membangun karier sebagai diplomat Kementerian Luar Negeri dan mendapat penugasan dalam berbagai forum internasional.
Karier diplomatiknya berkembang ketika ia bertugas sebagai Sekretaris Kedua sekaligus negosiator Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Perutusan Tetap Republik Indonesia di Jenewa pada 2001–2004.
Setelah kembali ke Jakarta, Arrmanatha mendapat tugas sebagai Wakil Direktur Bidang Pertanian dan Komoditas pada Direktorat Jenderal Multilateral Kemlu pada 2005–2008.
Ia kemudian kembali bertugas di New York. Pada 2008–2012, Arrmanatha menjalankan peran sebagai Konselor pada Perutusan Tetap RI untuk PBB. Ia menangani isu ekonomi dan pembangunan pada Komite Kedua Majelis Umum PBB serta Dewan Ekonomi dan Sosial PBB atau ECOSOC.
Pengalaman tersebut semakin memperluas keterlibatan Arrmanatha dalam diplomasi multilateral. Pada 2010–2011, ia juga dipercaya menjadi penasihat bidang ekonomi dan negara-negara kurang berkembang untuk Presiden Sidang ke-65 Majelis Umum PBB.
Pendidikan Arrmanatha Nasir Gabungkan Ekonomi dan Hubungan Internasional
Latar pendidikan Arrmanatha Nasir juga mendukung perjalanan kariernya dalam diplomasi. Ia menempuh pendidikan sarjana Ilmu Ekonomi di University of Buckingham, Inggris, pada 1991–1993.
Setelah itu, Arrmanatha menyelesaikan Master of Business Administration di University of Leicester pada 1993–1994. Ia kemudian memperdalam bidang hubungan internasional melalui program magister di Universitas Indonesia pada 1997–1998.
Sebelum bergabung dalam karier diplomatik, Arrmanatha sempat bekerja di sektor perbankan. Ia menjabat sebagai Financial Institutions Officer di Bank Dagang Negara Indonesia pada 1996–1997.
Kariernya di Kemlu kemudian terus berkembang. Pada 2014–2019, ia menjalankan tugas sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri. Dalam posisi tersebut, ia menyampaikan keterangan resmi pemerintah mengenai berbagai isu hubungan luar negeri.
Setelah itu, Arrmanatha mendapat penugasan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Prancis, Andorra, dan Monako pada 2019–2021. Ia juga menjalankan tugas sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.
Pengalaman PBB Menjadi Bagian Penting Karier Arrmanatha
Pada 2021, Arrmanatha mendapat mandat sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di New York. Penugasan ini menempatkannya kembali pada pusat diplomasi multilateral.
Selama bertugas di New York, ia mendapat sejumlah tanggung jawab dalam struktur PBB. Pada 2023, Arrmanatha menjabat sebagai Wakil Presiden ECOSOC. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi Wakil Tetap RI pertama untuk International Seabed Authority (ISA) di Jamaika.
Pada 2024, pengalaman Arrmanatha di forum internasional juga mencakup keterlibatan dalam Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People. Posisi tersebut berkaitan dengan pembahasan isu hak-hak rakyat Palestina di lingkungan PBB.
Presiden Prabowo kemudian mengangkat Arrmanatha sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada Oktober 2024. Selama menjalankan tugas tersebut, ia menangani agenda diplomasi multilateral dan mengikuti sejumlah pertemuan internasional.
Arrmanatha Nasir Kini Memimpin Kementerian Luar Negeri
Pelantikan pada 1 Oktober 2026 membawa Arrmanatha Nasir ke tahap baru dalam karier diplomatiknya. Ia kini memimpin Kementerian Luar Negeri setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai wakil menteri.
Usai pelantikan, Arrmanatha menyatakan politik luar negeri Indonesia tetap mengikuti arahan Presiden Prabowo dan melanjutkan kebijakan yang telah berjalan sebelumnya. Ia juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif dan multilateralisme.
Perjalanan dari diplomat di forum WTO, perwakilan Indonesia di PBB, duta besar, juru bicara Kemlu, hingga wakil menteri membentuk rekam jejak panjang Arrmanatha dalam diplomasi internasional.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari tugas barunya sebagai Menteri Luar Negeri. Ia memimpin diplomasi Indonesia dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
(Redaksi)

