
Selain membawa dua tuntutan tersebut, GERAM kembali menagih penyelesaian enam aspirasi yang sebelumnya mereka sampaikan kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, pada 21 Oktober 2026. Aliansi menilai sebagian besar tuntutan itu belum mendapatkan kejelasan penyelesaian.
Humas aksi GERAM, Arianto, mengatakan aksi kali ini merupakan bentuk tindak lanjut dari demonstrasi sebelumnya. Dari tujuh tuntutan yang mereka ajukan, pemerintah baru merealisasikan satu tuntutan.
“Tujuan kami hari ini menagih janji dari tuntutan sebelumnya. Karena baru satu yang terealisasi, sedangkan enam lainnya belum,” ujar Arianto.
Menurutnya, GERAM kembali mendatangi Kantor Gubernur Kaltim untuk meminta pemerintah memberikan kejelasan terhadap aspirasi yang telah mereka sampaikan. Mereka berharap pemerintah tidak mengabaikan tuntutan yang masih membutuhkan penyelesaian.
GERAM Minta Pemerintah Tangani Warga Terdampak ISPA
Dalam aksi tersebut, GERAM menambahkan tuntutan mengenai penanganan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aliansi meminta Pemerintah Provinsi Kaltim menyediakan akomodasi dan penanganan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Tuntutan ini menjadi perhatian GERAM karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan dan pencemaran udara. Mereka juga meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Karena itu, GERAM mendorong pemerintah mengambil langkah penanganan terhadap warga terdampak. Mereka meminta fasilitas dan akomodasi kesehatan menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam menghadapi dampak karhutla di Kaltim.
Dugaan Mobilisasi Massa Jadi Alasan GERAM Desak Evaluasi TAGUPP
Selain persoalan kesehatan masyarakat, GERAM juga mendesak Rudy Mas’ud mengevaluasi Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
Arianto menyebut desakan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan salah satu anggota TAGUPP dalam mobilisasi massa. Pihaknya juga mempersoalkan pernyataan anggota tim tersebut yang mereka nilai menyudutkan mahasiswa dan membentuk stigma negatif.
“Desakan ini kami suarakan berkaitan dengan dugaan keterlibatan salah satu anggota TAGUPP dalam memobilisasi massa. Selain itu, ada pernyataan yang kami nilai menyudutkan dan membentuk stigma negatif terhadap mahasiswa,” ungkap Arianto.
Meski demikian, Arianto menegaskan bahwa tuntutan tersebut tidak ditujukan untuk menyerang individu tertentu. GERAM meminta gubernur mengevaluasi kinerja dan keberadaan TAGUPP agar tidak memunculkan persoalan di tengah masyarakat.
Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan keberadaan tim ahli tidak menimbulkan polemik, terutama dengan kalangan mahasiswa.
GERAM Pertanyakan Surat Usulan Karhutla sebagai Bencana Nasional
Persoalan lain yang turut menjadi sorotan dalam demonstrasi tersebut ialah tindak lanjut surat Gubernur Kaltim kepada Presiden. Surat itu berkaitan dengan usulan penetapan bencana karhutla di Kalimantan Timur sebagai bencana nasional.
GERAM mempertanyakan perkembangan surat tersebut karena aliansi belum memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjut aspirasi yang sebelumnya disampaikan gubernur kepada pemerintah pusat.
Arianto mengatakan, pihaknya ingin mengetahui perkembangan komunikasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Mereka juga meminta kejelasan mengenai langkah selanjutnya terhadap usulan penetapan status bencana nasional tersebut.
“Kami turun kembali karena surat itu belum dikembalikan kepada teman-teman aliansi. Kami ingin menagih dan mengetahui tindak lanjut aspirasi yang sudah disampaikan gubernur kepada presiden,” tutur Arianto.
Melalui aksi lanjutan ini, GERAM membawa sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Mulai dari enam tuntutan sebelumnya yang belum terealisasi, penanganan masyarakat terdampak ISPA, hingga evaluasi TAGUPP.
Aliansi juga meminta kejelasan mengenai surat usulan penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Mereka berharap Gubernur Kaltim memberikan penjelasan dan tindak lanjut terhadap seluruh aspirasi yang telah disampaikan.
(Redaksi)


