Ekonomi

Bank Dunia Soroti Dampak Pembekuan Saham Indonesia oleh MSCI, Dana Asing Keluar US$600 Juta

IDENESIA.CO – Bank Dunia mencatat investor asing menarik dana sekitar US$600 juta dari pasar keuangan Indonesia sepanjang 2026. Lembaga itu mengaitkan arus keluar modal tersebut dengan langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti transparansi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Temuan itu tercantum dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026. Menurut Bank Dunia, isu transparansi yang mencuat pada Januari lalu memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

“Masalah transparansi di Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh MSCI Januari lalu, membuat outflow asing sepanjang 2026 mencapai US$600 juta,” tulis Bank Dunia dalam laporannya.

MSCI sebelumnya meninjau status sejumlah saham Indonesia dalam indeks pasar berkembang. Perusahaan penyedia indeks global itu menyoroti transparansi kepemilikan saham dan rendahnya tingkat free float.

Kepercayaan Investor Menurun

Bank Dunia menilai langkah MSCI memicu perubahan sentimen di pasar. Banyak investor menjadi lebih berhati-hati dalam menempatkan dana mereka di Indonesia.

Akibatnya, pasar saham mengalami tekanan. Minat investor asing terhadap aset domestik juga menurun.

Bank Dunia menyebut kondisi tersebut ikut meningkatkan biaya pendanaan di dalam negeri. Investor meminta premi risiko yang lebih tinggi. Imbal hasil obligasi pun ikut naik.

“Perkembangan ini melemahkan kepercayaan pasar, memicu anjloknya pasar saham, berkurangnya minat asing terhadap aset-aset Indonesia, dan memperketat kondisi pembiayaan dalam negeri melalui premi risiko dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi,” tulis laporan itu.

Selain faktor tersebut, konflik di Timur Tengah turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan global. Situasi itu ikut membebani pergerakan nilai tukar rupiah.

Arus Keluar Portofolio Masih Berlanjut

Bank Dunia mencatat investor asing menarik dana dari pasar saham dan obligasi korporasi pada kuartal I-2026. Nilainya mencapai 0,1 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Namun, arus masuk dana asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hampir menutup keluarnya modal tersebut. Kondisi itu membantu menjaga keseimbangan investasi portofolio.

“Arus keluar portofolio asing dari pasar saham dan obligasi korporasi mencapai 0,1% dari PDB pada kuartal I-2026. Tetapi arus masuk asing ke SRBI dengan besaran yang serupa hampir menyeimbangkan neraca investasi portofolio,” tulis Bank Dunia.

Di sisi lain, investasi lain mencatat tekanan yang lebih besar. Defisit pada pos ini mencapai 0,5 persen dari PDB pada kuartal I-2026. Angka tersebut naik dari 0,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank Dunia menjelaskan bahwa penduduk Indonesia meningkatkan kepemilikan aset luar negeri. Mereka banyak menempatkan dana dalam bentuk mata uang asing dan deposito.

Tren tersebut menunjukkan tekanan terhadap sektor keuangan tidak hanya berasal dari investor asing. Sebagian dana domestik juga mengalir ke instrumen keuangan di luar negeri. Hal itu terjadi di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

(Redaksi)
Show More
Back to top button