
IDENESIA.CO – Upaya memperkuat kepedulian sosial berbasis keagamaan kembali diwujudkan melalui kegiatan Khitanan Massal 2025 yang digelar Badan Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh (BAZIS) Al-Muhajirin. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Terapung Al-Muhajirin, Jalan Cipto Mangunkusumo Nomor 2, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis (25/12/2025), dan diikuti oleh 60 anak dari berbagai latar belakang keluarga.
Kegiatan khitanan massal tersebut mendapat perhatian dan dukungan langsung dari Pemerintah Kota Samarinda. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir secara langsung untuk memberikan apresiasi serta menyemangati peserta dan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka.
Wakil Wali Kota Samarinda Hadir dan Beri Apresiasi
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Islam Al-Muhajirin serta BAZIS Al-Muhajirin yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan sosial untuk masyarakat. Ia menilai khitanan massal sebagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung dan nyata.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan jamaah Masjid Al-Muhajirin. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian sosial yang luar biasa,” ujar Saefuddin Zuhri.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu mendukung inisiatif masyarakat yang sejalan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan warga, terutama di bidang kesehatan dan keagamaan.
Khitanan Massal Bantu Keluarga Kurang Mampu
Saefuddin menjelaskan bahwa khitanan massal memberikan dampak besar bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan layak.
“Kegiatan ini membantu banyak keluarga. Orang tua tidak perlu khawatir soal biaya, sementara anak-anak tetap mendapatkan pelayanan medis yang baik,” katanya.
Ia menilai kegiatan sosial seperti ini sangat relevan untuk terus dikembangkan, mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan dasar.
Nilai Keagamaan dan Syiar Islam Jadi Landasan Kegiatan
Selain aspek sosial, Saefuddin Zuhri menekankan bahwa khitan memiliki makna keagamaan yang sangat penting. Ia menyebut khitan sebagai bagian dari syiar Islam yang berkaitan dengan kesucian, ketaatan, dan pembentukan karakter anak.
“Khitan bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar tentang keberanian, tanggung jawab, dan ketaatan sejak dini,” jelasnya.
Ia berharap orang tua menjadikan momen khitan sebagai sarana mendidik anak agar memahami nilai-nilai agama secara utuh, tidak hanya sebagai rutinitas, tetapi juga sebagai ibadah.
Aspek Kesehatan Jadi Perhatian Utama
Saefuddin juga menyoroti manfaat kesehatan dari pelaksanaan khitan. Ia menjelaskan bahwa khitan membantu menjaga kebersihan dan mencegah berbagai risiko penyakit di kemudian hari.
“Dari sisi kesehatan, khitan sangat penting. Karena itu, kegiatan khitanan massal yang melibatkan tenaga medis profesional menjadi solusi yang aman dan bermanfaat,” tegasnya.
Ia mengapresiasi panitia yang telah menyiapkan pelayanan medis dengan baik, sehingga anak-anak dapat menjalani proses khitan dengan nyaman dan aman.
Pemkot Samarinda Dorong Kolaborasi Sosial Keagamaan
Lebih lanjut, Saefuddin Zuhri menyatakan bahwa Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong kolaborasi dengan masyarakat dan lembaga keagamaan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi contoh sinergi yang baik. Pemerintah dan masyarakat berjalan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya.
Ia berharap masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Pesan Khusus untuk Orang Tua dan Anak
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin Zuhri menyampaikan pesan kepada para orang tua agar memperhatikan perawatan anak setelah menjalani khitan. Ia meminta orang tua mengikuti petunjuk tenaga medis demi memastikan proses penyembuhan berjalan lancar.
Kepada anak-anak peserta khitanan massal, Saefuddin memberikan motivasi dan semangat. Ia menyebut mereka sebagai anak-anak yang berani dan patut dibanggakan.
“Kalian adalah generasi masa depan Samarinda. Jadilah anak yang sehat, rajin belajar, berakhlak baik, dan membanggakan orang tua,” ucapnya.
Dana Kegiatan Berasal dari Jamaah Masjid
Sementara itu, Ketua Panitia Khitanan Massal BAZIS Al-Muhajirin, Gufron, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan dibiayai dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari jamaah Masjid Al-Muhajirin.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap dua tahun sekali. Dana berasal dari jamaah, dan kami kelola secara transparan untuk kegiatan sosial,” kata Gufron.
Ia berharap kegiatan khitanan massal dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak di masa mendatang.
Yayasan Al-Muhajirin Harap Dukungan Berkelanjutan
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Muhajirin, Masud Sahit, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Wali Kota Samarinda. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah memberikan semangat bagi panitia dan jamaah.
Masud berharap ke depan kegiatan khitanan massal dapat dilaksanakan setiap tahun serta memperoleh dukungan moril dan materil dari berbagai pihak.
“Kami berharap sinergi ini terus terjalin demi kemaslahatan umat dan masyarakat Samarinda,” tutup Masud.
(Redaksi)
