
IDENESIA.CO – Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengajak tiga menteri melakukan tobat nasuha menyusul bencana yang melanda Sumatera. Seruan tersebut disampaikan saat acara Workshop Kepala Sekolah Untuk Program SMK Go Global di Bandung, Senin (1/12/2025).
Cak Imin menilai tobat nasuha sebagai bentuk penyesalan mendalam sekaligus upaya perbaikan kerja pemerintah.
“Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita.
Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha,” kata Cak Imin dalam rekaman yang diunggah akun YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Rabu (3/12/2025).
Cak Imin menambahkan bahwa bencana yang terjadi merupakan akibat kelalaian manusia sendiri.
“Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi. Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, keluarga, dan kesabaran selalu menyertai kita semua. Amin ya rabbal alamin,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menjadi pemantik respons beragam dari jajaran kabinet.
Bahlil Tegaskan Hanya Perintah Presiden yang Diikuti
Menanggapi ajakan Cak Imin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyarankan Menko Pemberdayaan Masyarakat juga melakukan evaluasi diri.
Bahlil menegaskan posisi dirinya dalam kabinet, yakni hanya mematuhi perintah Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau pertobatan nasuha, Cak Imin juga pertobatan nasuha-lah, semuanya ya. Oke ya? Semua kita semua harus evaluasi diri,” kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Bahlil menekankan fokus utama kementeriannya tetap menangani bencana alam di Sumatera dan memastikan program-program energi berjalan lancar.
Pernyataan ini menegaskan bahwa koordinasi dalam kabinet harus sejalan dengan arahan presiden, bukan inisiatif individu.
Raja Juli Antoni Ajak Menteri Bertindak Kompak
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya kesatuan antar-menteri dalam menghadapi berbagai isu.
Raja Juli menyebut Cak Imin telah meminta maaf langsung kepadanya terkait ajakan tobat nasuha.
“Soal tobat, tobat bareng-bareng tadi kata Bu Alien. Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Pak, Gus Imin, beliau mengatakan minta maaf kepada saya. Mengatakan bahwa bukan itu maksudnya,” ujar Raja Juli dalam Rapat Kerja di Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).
Raja Juli menegaskan setiap menteri harus bersikap kompak dan menghindari pernyataan yang bisa mendiskreditkan kementerian lain.
“Ini penting, semuanya adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas kita,” tambahnya.
Hanif Faisol Dukung Langkah Perbaikan
Berbeda dari Bahlil dan Raja Juli, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyambut positif ajakan Cak Imin.
Hanif menyatakan kesiapannya untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja kementeriannya.
“Saya juga dapat videonya untuk taubatan nasuha ya. Ya saya setuju dengan, ya kita kalau saya dukung penuh arahan dari Pak Menko.
Tentu dengan melakukan perbaikan, langkah-langkah perbaikan tata lingkungan kita,” kata Hanif dengan tersenyum.
Hanif menambahkan, kesadaran bahwa kinerja kementerian belum sempurna harus mendorong peningkatan perbaikan diri secara berkelanjutan.
“Jadi kita menyadari belum sempurna. Namun, semua upaya yang telah kita lakukan akan terus kita tingkatkan. Ya saya setuju. Nggak masalah tentu akan mendorong kita untuk perbaikan diri,” imbuhnya.
Perbedaan Respons Memunculkan Diskusi Internal
Respon berbeda dari tiga menteri memunculkan perbincangan di internal kabinet.
Bahlil menegaskan loyalitas penuh pada presiden, Raja Juli menekankan kompak antar-menteri, sementara Hanif mendorong perbaikan kerja kementerian secara mandiri.
Perbedaan ini menunjukkan kompleksitas pengambilan kebijakan dalam kabinet dan perlunya komunikasi internal yang efektif.
Ahli politik menyatakan bahwa perbedaan sikap antar-menteri bukan hal baru, terutama saat menghadapi isu sensitif yang berkaitan dengan bencana atau kritik publik.
Namun, koordinasi yang jelas tetap menjadi kunci agar pernyataan publik tidak menimbulkan polemik yang melemahkan pemerintah.
Cak Imin Dorong Evaluasi Total Kebijakan Pemerintah
Cak Imin menekankan bahwa ajakan tobat nasuha bukan sekadar simbol, tetapi bentuk evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemerintah.
Langkah ini diharapkan mendorong kementerian untuk memperbaiki kinerja, meningkatkan koordinasi, dan mengurangi risiko kelalaian dalam pengambilan keputusan.
“Evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita harus dilakukan. Ini wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah,” ujar Cak Imin.
Ia berharap seluruh menteri bersinergi agar langkah-langkah perbaikan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat, khususnya korban bencana di Sumatera.
Ajakan Perbaikan Disambut Positif dan Kritis
Pernyataan Cak Imin menuai respons beragam, dari dukungan hingga kritik halus.
Hanif menyambut ajakan tersebut untuk perbaikan internal, Raja Juli meminta kompak dan menghindari pernyataan yang menimbulkan konflik, sementara Bahlil menegaskan hanya mematuhi presiden.
Perbedaan tanggapan ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan komunikasi publik.
Pemerintah dituntut mampu menyampaikan pesan yang jelas, agar setiap ajakan perbaikan tidak menimbulkan kebingungan maupun potensi konflik internal.
(Redaksi)
