
IDENESIA.CO – Serangan terhadap kapal tanker dan kargo di Selat Hormuz terus meningkat seiring memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kapal dari 7 negara jadi sasaran serangan militer Iran ketika melintas di jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Alireza Tangsiri bahkan menegaskan bahwa setiap kapal yang melintas di wilayah tersebut harus memiliki izin dari Iran.
“Setiap kapal yang melintas harus memiliki izin dari Iran,” ujar Tangsiri dalam unggahan di media sosial, Rabu, seperti dikutip ABC.
Kapal Tanker di Irak Diserang, Satu Awak Tewas
Serangan terbaru terjadi di perairan Irak, ketika dua kapal tanker minyak dihantam serangan udara pada Kamis (12/3/2026).
Juru bicara militer Irak Saad Maan mengatakan serangan tersebut menewaskan satu anggota kru kapal dan memaksa tim penyelamat mengevakuasi 38 orang lainnya dari kapal yang terbakar di pelabuhan Al Faw.
“Dua kapal tanker minyak menjadi sasaran tindakan sabotase yang pengecut,” kata Maan, seperti dikutip Iraq News Agency.
Ia menegaskan serangan itu merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak karena terjadi di wilayah perairan teritorial negara tersebut.
“Irak berhak mengambil tindakan hukum,” ujarnya.
Kapal Kargo Thailand Terbakar di Selat Hormuz
Serangan juga menimpa kapal kargo milik Thailand bernama Mayuree Naree.
Perwakilan Angkatan Laut Thailand Parach Rattanachaiphan mengatakan kapal dengan bobot sekitar 30.000 ton itu diserang dari udara saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026).
“Kapal kargo Thailand Mayuree Naree diserang dari udara setelah meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab. Serangan menyebabkan kebakaran hebat di buritan kapal,” ujar Rattanachaiphan seperti dikutip Reuters.
Sekitar 20 awak kapal berhasil diselamatkan oleh militer Oman, sementara tiga lainnya masih dilaporkan hilang.
Kapal Berbendera Marshall Islands dan Malta Jadi Target
Dua kapal lain yang menjadi sasaran serangan adalah Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall dan Zefyros yang terdaftar di Malta.
Kedua kapal tersebut sebelumnya memuat bahan bakar di Irak sebelum menjadi target serangan.
Seorang pejabat keamanan pelabuhan Irak mengatakan tim penyelamat menemukan jasad seorang awak kapal asing di laut.
“Kami menemukan jasad seorang awak kapal asing di laut,” kata pejabat tersebut, seperti dikutip Malay Mail.
Hingga kini tim penyelamat masih mencari awak kapal lain yang dilaporkan hilang.
Kapal Liberia dan Jepang Jadi Sasaran
Serangan berikutnya menimpa kapal Express Room yang berlayar di bawah bendera Liberia.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Ali Mohammad Naeini mengatakan kapal tersebut dihantam proyektil setelah diduga mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran.
“Mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut IRGC dan berhenti di posisinya,” kata Naeini, seperti dikutip ABC News.
Selain itu, kapal kontainer berbendera Jepang bernama One Majesty juga mengalami kerusakan ringan akibat proyektil tak dikenal sekitar 46 kilometer dari Ras Al Khaimah di Uni Emirat Arab.
Iran Ancam Targetkan Kapal Inggris dan AS
Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah militer Iran memperingatkan kapal kargo Inggris yang beroperasi di kawasan Teluk kini dapat menjadi “target sah”.
Juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaqari menegaskan negaranya tidak akan membiarkan minyak dikirim ke Amerika Serikat maupun sekutunya.
“Kami tidak akan membiarkan satu liter pun minyak dikirim ke Amerika Serikat, Zionis, maupun sekutu mereka. Setiap kapal atau tanker yang menuju ke pihak tersebut akan menjadi target yang sah,” ujar Zolfaqari dari The Standard.
Sementara itu Iran juga memperingatkan akan menghadapi armada laut Amerika Serikat jika memasuki Selat Hormuz, termasuk kapal induk USS Gerald R. Ford.
Naeini menegaskan Iran siap merespons jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut. Ia bahkan memperingatkan negaranya dapat menghentikan ekspor minyak dari kawasan tersebut.
(Redaksi)

