Nasional

Dampak Perang Timur Tengah ke Indonesia Disorot Media Asing, Pemerintah Siapkan Efisiensi Rp80 Triliun

IDENESIA.CO – Sorotan internasional tertuju pada langkah Indonesia dalam merespons dampak konflik Timur Tengah. Media asing menilai pemerintah tengah menyiapkan berbagai strategi penghematan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Media Asing Soroti Strategi Hemat Anggaran Indonesia

Dalam laporan Al Jazeera, Indonesia telah berupaya menghemat anggaran hingga Rp80 triliun sebagai langkah antisipasi terhadap tekanan ekonomi global, terutama dari sektor energi.

Kebijakan ini mencakup efisiensi belanja negara hingga opsi pengurangan konsumsi bahan bakar, termasuk rencana penerapan kerja fleksibel.

Presiden Prabowo Subianto Tekankan Efisiensi Energi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan memaksimalkan penghematan dengan menekan konsumsi energi sekaligus mempercepat pengembangan energi terbarukan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah rapat bersama sejumlah menteri pada 19 Maret 2026 yang membahas dampak kenaikan harga energi dan komoditas global.

Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan langkah efisiensi berjalan agar defisit anggaran tetap terkendali.

“Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen dan sesuai dengan arahan pada saat Sidang Kabinet Paripurna dan sudah dirapatkan dengan kementerian teknis, itu dilakukan efisiensi dari berbagai K/L. Dan dengan efisiensi berbagai K/L itu defisit 3 persen bisa dijaga,” ujar Airlangga.

Pemerintah Dorong Produksi Batu Bara dan Energi Surya

Sebagai bagian dari strategi energi, pemerintah akan meningkatkan produksi batu bara melalui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Selain itu, pemerintah juga mengkaji penyesuaian pajak ekspor batu bara guna meningkatkan penerimaan negara.

Di sisi lain, percepatan transisi energi juga dilakukan dengan mendorong konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Skema WFH Jadi Kajian untuk Tekan Konsumsi BBM

Pemerintah turut mengkaji kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja sebagai langkah efisiensi energi.

“Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” ungkap Airlangga.

Rencana kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga sektor swasta dan pemerintah daerah.

Implementasi Menunggu Perkembangan Situasi Global

Jadwal rencana penerapan WFH akan berjalan setelah Idulfitri 2026, namun pemerintah masih mempertimbangkan perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik global.

“Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Kita ikuti situasi yang berkembang,” pungkas Airlangga.

Pemerintah Tidak Naikkan Harga BBM

Di tengah tekanan global, pemerintah memastikan tidak akan mengambil opsi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini untuk menjaga daya beli masyarakat.

Saat ini, subsidi BBM di Indonesia mencakup sekitar 30–40 persen dari harga bagi konsumen dan menyerap sekitar 15 persen dari APBN.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah gejolak global.

(Redaksi)

Show More
Back to top button