
IDENESIA.CO – Lebih dari 2.000 unit LRT City yang telah dibeli masyarakat menjadi fokus rencana penyelesaian melalui dukungan pendanaan Danantara. Lembaga tersebut menyiapkan sekitar Rp456 miliar untuk membantu menuntaskan unit yang masih menghadapi kendala pembangunan.
Rencana tersebut kini masuk tahap pembahasan antara PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan Danantara. Ketiga pihak masih membahas mekanisme penggunaan dana serta proyek yang akan memperoleh prioritas.
Manajemen ADCP mengatakan perusahaan belum dapat menentukan proyek yang akan menerima pendanaan lebih dahulu. Perusahaan masih menunggu hasil pembahasan bersama ADHI dan Danantara sebelum menjalankan rencana tersebut.
“Saat ini, ADCP masih berdiskusi dengan ADHI dan Danantara terkait penggunaan dana serta prioritas proyek yang akan didanai,” kata manajemen ADCP kepada detikProperti, Minggu (30/8/2026).
ADCP juga menegaskan bahwa perusahaan akan menjalankan proses pendanaan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG). Manajemen akan menerapkan tata kelola tersebut dalam proses pengajuan, penetapan, hingga penggunaan dana.
Danantara Fokus Lindungi Konsumen LRT City
Rencana pendanaan Danantara muncul setelah perusahaan menghadapi persoalan pembangunan sejumlah proyek LRT City. Dukungan dana tersebut bertujuan membantu perusahaan menyelesaikan unit yang sudah masyarakat beli.
Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara Dony Oskaria sebelumnya menyatakan komitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menekankan pentingnya penyelesaian proyek tanpa merugikan konsumen yang telah membayar unit.
“LRT City pasti akan dibereskan karena itu menjadi komitmen kita. Bagi saya itu penting sekali bahwa kita tidak boleh merugikan orang,” ujar Dony di NICE PIK2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).
Danantara merencanakan dukungan tersebut melalui skema equity injection. Dony menyebut kebutuhan pendanaan mencapai Rp456 miliar untuk membantu menyelesaikan lebih dari 2.000 unit LRT City.
Menurut Dony, angka tersebut muncul setelah ia bertemu dengan pihak terkait untuk membahas langkah penyelesaian. Pertemuan itu juga membahas kebutuhan dana untuk menyelesaikan unit yang sudah dibayar konsumen.
“Yakinlah sama saya, pasti itu akan saya bereskan tadi. Saya sudah ketemu dengan mereka, kita akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2 ribu sekian unit saudara-saudara kita yang sudah bayar, saya membutuhkan penyelesaian itu Rp456 miliar. Itu akan kita lakukan,” tuturnya.
Dengan skema tersebut, Danantara berupaya memberikan dukungan modal untuk mempercepat penyelesaian proyek. Namun, pelaksanaannya masih menunggu keputusan bersama antara ADCP, ADHI, dan Danantara.
Tekanan Likuiditas Pengaruhi Pembangunan
Persoalan pembangunan LRT City sebelumnya berkaitan dengan kondisi keuangan ADCP. Perusahaan menghadapi tekanan likuiditas ketika harus melanjutkan pembangunan beberapa proyek sekaligus.
Proyek LRT City di Tebet, Ciracas, dan Cibubur termasuk yang mengalami kendala. Kondisi keuangan membuat perusahaan harus menyesuaikan pelaksanaan pembangunan dengan kemampuan operasional yang tersedia.
Direktur Operasi ADCP Farid Budiyanto mengatakan tekanan likuiditas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi perusahaan. ADCP juga menjalankan proses restrukturisasi untuk menjaga keberlangsungan usaha.
“Kondisi yang tengah dihadapi Perseroan saat ini, dipengaruhi oleh tekanan likuiditas, pelaksanaan proses restrukturisasi perusahaan, serta berbagai langkah strategis dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha,” kata Farid kepada detikcom, Rabu (22/7/2026).
Manajemen kemudian menjalankan pembangunan secara bertahap berdasarkan kemampuan keuangan dan operasional perusahaan. ADCP juga terus memperbaiki kondisi keuangan agar dapat melanjutkan proyek dan melakukan serah terima unit kepada konsumen.
Perusahaan sebelumnya meminta maaf kepada konsumen atas keterlambatan pembangunan. Manajemen juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek dan menjaga komunikasi dengan para pembeli.
Keputusan Pendanaan Masih Menunggu Kesepakatan
Dukungan Rp456 miliar dari Danantara membuka peluang baru bagi ADCP untuk mempercepat penyelesaian LRT City. Namun, perusahaan belum menetapkan proyek mana yang akan mendapatkan dana tersebut lebih dahulu.
ADCP bersama ADHI dan Danantara masih membahas penggunaan dana serta menentukan prioritas proyek. Hasil pembahasan akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk menjalankan tahap pendanaan berikutnya.
Manajemen ADCP memastikan seluruh proses akan mengikuti prinsip GCG. Perusahaan juga akan mengumumkan informasi kepada publik setelah ketiga pihak mencapai kesepakatan final.
“Apabila telah mencapai kesepakatan final, informasi tersebut akan kami sampaikan,” ujar manajemen ADCP.
Rencana tersebut menunjukkan upaya untuk mencari solusi atas persoalan pembangunan LRT City, terutama bagi konsumen yang telah membayar unit. Danantara kini menyiapkan dukungan pendanaan, sementara ADCP dan ADHI masih menyusun prioritas penggunaannya.
Penyelesaian LRT City selanjutnya akan bergantung pada hasil kesepakatan pendanaan serta pelaksanaan pembangunan di lapangan. Ketiga pihak masih harus menentukan proyek prioritas sebelum dana Rp456 miliar tersebut dapat digunakan.
(Redaksi)





