Nasional

Gunung Anak Krakatau Catat Empat Kali Gempa, Status Masih Siaga

IDENESIA.CO – Badan Geologi mencatat empat kali aktivitas kegempaan di Gunung Anak Krakatau pada Jumat (11/9/2026). Pemantauan tersebut menunjukkan beberapa jenis gempa vulkanik selama periode pengamatan.

Badan Geologi juga mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Status tersebut menunjukkan pemerintah masih meminta masyarakat dan wisatawan mengikuti rekomendasi keselamatan di sekitar gunung api.

Berdasarkan laporan pengamatan Badan Geologi, aktivitas tersebut berlangsung dalam periode pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Pada periode itu, petugas mencatat kondisi cuaca cerah hingga berawan.

Gunung Anak Krakatau Catat Empat Aktivitas Kegempaan

Badan Geologi mencatat empat jenis aktivitas kegempaan selama pemantauan. Aktivitas tersebut meliputi gempa Low Frequency, gempa Hybrid atau Fase Banyak, gempa Vulkanik Dalam, dan Tremor Menerus.

Pada pengamatan pertama, petugas mencatat satu kali gempa Low Frequency. Gempa tersebut memiliki amplitudo 34 milimeter dengan durasi enam detik.

Petugas juga mencatat satu kali gempa Hybrid atau Fase Banyak. Aktivitas tersebut memiliki amplitudo 11-23 milimeter dengan durasi sekitar delapan hingga 11 detik.

Badan Geologi mencatat parameter S-P pada gempa Hybrid tersebut tidak teramati. Parameter tersebut menjadi salah satu bagian yang digunakan dalam pengamatan karakteristik kegempaan gunung api.

Selain itu, satu kali gempa Vulkanik Dalam juga muncul selama periode pengamatan. Gempa tersebut memiliki amplitudo 41,3 milimeter, S-P 0,8 detik, dan durasi 13 detik.

Badan Geologi kemudian mencatat satu kali Tremor Menerus. Aktivitas tersebut memiliki amplitudo 1-8 milimeter dengan amplitudo dominan sekitar 2 milimeter.

Cuaca Cerah, Kawah Gunung Tertutup Kabut

Selain memantau kegempaan, Badan Geologi juga mengamati kondisi visual Gunung Anak Krakatau. Pada Jumat pagi hingga siang, gunung berada dalam kondisi tertutup kabut.

Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat mengamati asap kawah. Badan Geologi menyebut cuaca berada dalam kondisi cerah hingga berawan selama periode pengamatan.

Angin juga bertiup dengan kecepatan sedang menuju arah barat laut. Kondisi cuaca tersebut menjadi bagian dari laporan pemantauan aktivitas gunung api.

Badan Geologi tetap meminta masyarakat memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari lembaga yang berwenang untuk mengetahui perubahan kondisi gunung.

Badan Geologi Minta Warga Jauhi Radius 3 Kilometer

Status Level III atau Siaga membuat Badan Geologi mempertahankan rekomendasi pembatasan aktivitas di sekitar kawah aktif. Lembaga tersebut meminta masyarakat tidak mendekati kawasan gunung dalam radius yang telah ditentukan.

Badan Geologi secara khusus meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Mereka juga tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Rekomendasi tersebut bertujuan mengurangi risiko bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api. Karena itu, pengunjung perlu memperhatikan batas aman yang telah ditetapkan.

Badan Geologi juga terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut. Masyarakat dapat menggunakan informasi resmi hasil pemantauan sebagai dasar dalam menentukan aktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Dengan status yang masih berada pada Level III atau Siaga, kewaspadaan tetap menjadi bagian penting dalam mitigasi risiko. Masyarakat dan wisatawan perlu mematuhi rekomendasi petugas hingga terdapat perubahan status resmi.

(Redaksi)

Show More
Back to top button