
IDENESIA.CO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan akhir pekan dengan bergerak di zona merah. Fluktuasi pasar modal langsung menekan posisi indeks sejak bel pembukaan berbunyi. Para investor memantau pergerakan saham secara ketat karena indeks sempat menyentuh posisi terendah baru pada awal sesi.
Analisis Pergerakan Nilai Saham Gabungan
Data RTI Business pada pukul 09.17 WIB menunjukkan nilai IHSG melemah ke level 6.074 setelah kehilangan 20,30 poin atau turun sebesar 0,33 persen. Pada awal pembukaan, indeks sebenarnya menempati posisi 6.065. Indeks kemudian bergerak dinamis mencari arah baru hingga menyentuh angka tertinggi harian pada level 6.079 dan sempat melorot ke level terendah pada posisi 5.966.
Kondisi pasar hari ini memperlihatkan dominasi emiten yang mengalami penurunan nilai. Sebanyak 362 saham bergerak melemah, sedangkan 221 saham berhasil menguat, dan 145 saham lainnya bertahan pada posisi stagnan. Aktivitas pasar modal ini mencatatkan nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan mencapai Rp10.533 triliun.
Para pelaku pasar melakukan transaksi atas 6,20 miliar lembar saham hingga menit-menit awal perdagangan. Volume perdagangan tersebut menghasilkan total nilai transaksi sebesar Rp2,87 triliun. Seluruh aktivitas perdagangan ini berjalan melalui frekuensi transaksi sebanyak 314.930 kali.
Proyeksi Analis terhadap Tren Penurunan Indeks
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangan mengenai kecenderungan pasar hari ini. Menurut Herditya, indeks saham domestik masih menghadapi tekanan jual yang cukup besar.
“Kami melihat adanya potensi kelanjutan pelemahan bagi IHSG pada hari ini. Perkiraan kami, area koreksi selanjutnya akan berada pada rentang antara 5.899 sampai 5.999 setelah indeks menutup area gap yang ada sebelumnya,” kata Herditya Wicaksana melalui laporan riset harian.
Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG melemah ke level 6.074 ini akan menguji titik batas bawah (support) pada angka 5.996 serta 5.899. Sementara itu, batas atas atau area perlawanan (resistance) harian berada pada level 6.318 dan 6.459.
Pandangan senada datang dari Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Ivan Rosanova menjelaskan bahwa indeks saham domestik masih menanggung beban koreksi setelah pasar menutup penuh celah kosong (gap) pada area 6.092 hingga 6.148. Pola pergerakan grafik pada hari sebelumnya juga sudah memberikan tanda penurunan (bearish).
“Kejatuhan indeks di bawah angka 5.911 dapat membawa dampak pelemahan yang lebih dalam menuju level 5.700. Tetapi, pasar tetap memiliki kesempatan untuk mengalami pembalikan arah positif dalam jangka pendek apabila indeks mampu bertahan di atas posisi 5.967,” ujar Ivan Rosanova.
Ivan Rosanova memprediksi pergerakan indeks saham hari ini akan menguji titik support pada level 5.911, 5.673, dan 5.439. Untuk target resistance, Ivan Rosanova menetapkan angka pada posisi 6.459, 6.755, hingga level 7.001. Penurunan IHSG melemah ke level 6.074 menjadi indikator awal bahwa pasar sedang mencari titik keseimbangan baru.
(Redaksi)



