Senin, 15 April 2024

Kedatangan Belanda Pertama di Kalimantan Timur

Rabu, 13 Desember 2023 9:0

POTRET - Muara Kaman. / Foto: Istimewa

IDENESIA.CO - Kedatangan Belanda pertama kali adalah di Pelabuhan Banten. Setelah itu, Belanda mendarat di berbagai pelabuhan termasuk Kalimantan Timur
 
Pendaratan Belanda di Indonesia menjadi tonggak kisah sejarah bangsa yang berliku. Hal ini karena Belanda dan VOC-nya pada akhirnya menjadi penjajah yang bercokol cukup lama di Nusantara.
 
Pendaratan Belanda ke Kalimantan Timur bukanlah pertama kalinya Belanda masuk ke Nusantara. Pada tahun 1596, Belanda sudah lebih dulu mendarat di Pelabuhan Banten, Jawa, di bawah pimpinan Cornleis de Houtman. Baru pada tahun 1608, Belanda berlayar dan mendarat di Kalimantan Timur.
 
Belanda pertama kali mendarat di Kalimantan Timur tepatnya di mana? Pendaratan Belanda di Kalimantan pertama kalinya adalah di Muara Kaman, sebuah daerah di tepi Sungai Mahakam
 
Dikutip dari buku Serang dalam Lintasan Sejarah, Kurniasih (2023: 33), pada saat itu, Kalimantan Timur dikuasai oleh Kesultanan Kutai Kartanegara yang merupakan satu dari empat kesultanan di Kalimantan.
 
Pada tahun 1608, VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) yang merupakan perusahaan dagang Belanda, mengirimkan dua kapal dagang ke Kalimantan Timur. Kapal dagang tersebut membawa berbagai macam barang untuk diperdagangkan seperti kain, garam, dan sejenisnya.
 
Ketertarikan Belanda terhadap Kalimantan Timur disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa di antaranya adalah wilayah ini kaya akan sumber daya alam, terutama hasil hutan dan pertambangan. Selain itu, ada juga potensi untuk menjalankan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan lokal di Kalimantan Timur
 
Kedatangan Belanda di Kalimantan Timur menimbulkan suasana tegang dengan Kesultanan Kutai-Kartanegara. Hal ini dikarenakan Belanda menginginkan hak perdagangan eksklusif di wilayah tersebut. Namun Kesultanan Kutai-Kartanegara enggan menyerahkan hak dagangnya begitu saja.
 
Belanda telah membawa banyak perubahan di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di bidang perdagangan. Belanda membuka pelabuhan di Samarinda sebagai pusat perdagangan wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, Belanda juga membangun infrastruktur seperti jalan dan bangunan yang masih dapat dilihat hingga saat ini.
 
Dapat disimpulkan bahwa Belanda pertama kali mendarat di Kalimantan Timur tepatnya di Muara Kaman. Meski awalnya ditolak oleh Kesultanan Kutai Kartanegara, pada akhirnya Belanda dapat memonopoli perdagangan di Kalimantan. 

(Redaksi)

Tag berita:
IDEhabitat