IDENESIA.CO - Berkembangnya isu produk PT Pertamina (Persero) terkait bahan bakar jenis Pertalite yang dioplas menjadi pertamax mendapat tanggapan dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
"Kami menyarankan rakyat enggak perlu ragu karena sekarang kami tim juga lagi menurunkan ke lapangan untuk mengecek. Tapi, laporan yang sampai dengan hari ini yang kami terima bahwa antara apa yang dibeli dengan kualitasnya, itu sama," ujar Bahlil di Kompleks Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/2).
Disampaikan Bahlil, tim dari Ditjen Migas akan memastikan masyarakat membeli BBM sesuai harga dan spesifikasi yang sesuai.
Ia juga mengatakan, kementeriannya hanya menjalankan fungsi pengawasan, sementara pengusahaan minyak dan gas bumi adalah tugas Pertamina.
Selain itu, dugaan mark up dalam kontrak pengiriman minyak mentah impor oleh Pertamina yang memicu isu BBM oplosan ini terjadi selama periode 2018-2023. Diketahui, saat itu Bahlil belum di Kementerian ESDM.
"Tapi bukan berarti kami tidak harus mendapatkan laporan, laporan tetap ada terus," imbuh Bahlil.
"Yang saya pahami, yang saya dapat laporan bahwa harga dan spesifikasi RON 90 92 98 atau 95 itu tidak ada masalah. Tapi kita menghargai proses hukum yang ada, kita akan ikuti terus dan seperti apa," terangnya.