
IDENESIA.CO – Daftar investor terbanyak di Indonesia kembali menempatkan Singapura di posisi teratas. Data terbaru Kementerian Investasi menunjukkan, negara tersebut konsisten menjadi penyumbang investasi terbesar, termasuk pada kuartal I 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa dominasi Singapura bukan fenomena baru. Ia menyebut tren ini sudah berlangsung selama satu dekade terakhir.
“Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia yaitu Singapura kurang lebih US$ 4,6 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Investasi Asing Tembus Rp 250 Triliun di Awal 2026
Sepanjang kuartal I 2026, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 250 triliun. Angka tersebut menyumbang 50,1 persen dari total investasi nasional sebesar Rp 498,8 triliun.
Capaian ini menunjukkan bahwa investor asing masih menjadi motor utama pertumbuhan investasi di Indonesia pada awal tahun.
Singapura Unggul Jauh dari Negara Lain
Singapura mencatatkan nilai investasi sebesar US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 75,9 triliun. Nilai ini bahkan lebih dari dua kali lipat investasi dari China yang berada di posisi ketiga.
Di posisi kedua, Hong Kong menyumbang US$ 2,7 miliar atau Rp 44,55 triliun. Sementara China mencatatkan investasi sebesar US$ 2,2 miliar atau Rp 36,3 triliun.
Rosan menjelaskan bahwa pemerintah memisahkan pencatatan antara Hong Kong dan China, meski keduanya memiliki keterkaitan.
“Sehingga kalau ini kita gabung antara Hong Kong dan Tiongkok mereka menjadi investor terbesar Indonesia kurang lebih US$ 4,9 miliar,” jelasnya.
AS dan Jepang Lengkapi Lima Besar Investor
Selain itu, Amerika Serikat menempati posisi keempat dengan nilai investasi US$ 1,3 miliar atau Rp 21,45 triliun.
Kemudian, Jepang berada di posisi kelima dengan investasi sebesar US$ 1 miliar atau Rp 16,5 triliun.
Beberapa negara lain seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Belanda juga masuk dalam daftar investor, meskipun pemerintah tidak merinci angka investasinya.
Industri Logam Dominasi Aliran Investasi
Dari sisi sektor, industri logam dasar dan barang logam menjadi tujuan utama investasi asing dengan nilai US$ 3,7 miliar atau Rp 61,05 triliun.
Selanjutnya, sektor jasa lainnya menyerap US$ 2,1 miliar atau Rp 34,65 triliun. Sektor pertambangan menyusul dengan nilai US$ 1,1 miliar atau Rp 18,15 triliun.
Sementara itu, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran serta sektor listrik, gas, dan air masing-masing mencatatkan investasi sebesar US$ 0,9 miliar.
Posisi Indonesia Tetap Menarik bagi Investor Global
Dominasi Singapura sebagai investor terbesar menegaskan kuatnya hubungan ekonomi kedua negara. Selain itu, kondisi ini menunjukkan Indonesia masih menjadi tujuan utama investasi di kawasan.
Data tersebut juga mematahkan anggapan bahwa China selalu menjadi investor terbesar di Indonesia. Dalam kenyataannya, Singapura justru lebih konsisten dalam menanamkan modalnya.
Dengan tren ini, pemerintah optimistis arus investasi asing akan terus meningkat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
(Redaksi)


