Sosok

Jejak Karen Brooks: Mantan Diplomat AS di Balik Proyek Eksklusif Way Kambas

IDENESIA.CO – Sosok mantan diplomat Amerika Serikat kini tengah mencuri perhatian publik tanah air. Jejak Karen Brooks menjadi perbincangan hangat setelah podcast Bocor Alus majalah Tempo mengungkap kedekatan sang pengusaha dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Brooks kabarnya membawa rencana besar terkait proyek konservasi dan investasi di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Karen Brooks bukan orang baru dalam peta geopolitik Asia Tenggara. Ia mengawali karier sebagai akademisi sebelum akhirnya masuk ke lingkaran kekuasaan di Gedung Putih. Kemampuannya menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Jawa menjadi modal utama Brooks dalam membangun jaringan elite di Indonesia selama puluhan tahun.

Kedekatan Spesial di Hambalang

Laporan investigasi mengungkap bahwa Jejak Karen Brooks sampai ke kediaman pribadi Prabowo Subianto di Hambalang. Brooks bahkan sempat menginap di sana untuk mendiskusikan berbagai agenda strategis. Hubungan personal ini memudahkan Brooks melancarkan lobi-lobi terkait hambatan investasi dalam sektor perdagangan karbon.

Wartawan Tempo, Erwan Hermawan, menjelaskan bahwa Brooks mengeluhkan kendala birokrasi dalam proyek konservasi. Ia memandang perdagangan karbon sebagai sumber pendanaan utama untuk memulihkan ekosistem hutan. Brooks berupaya meyakinkan pemerintah bahwa skema pasar karbon sukarela internasional dapat memberikan keuntungan besar bagi pelestarian satwa liar.

Rencana Wisata Mewah ala Botswana

Selain perdagangan karbon, Jejak Karen Brooks terlihat dalam rencana pengembangan wisata eksklusif di dalam Taman Nasional Way Kambas. Ia mengadopsi model bisnis pariwisata dari Botswana, Afrika, yang menyasar turis mancanegara kelas atas. Brooks menawarkan paket wisata dengan harga fantastis mencapai 14.000 dolar AS atau sekitar Rp220 juta per orang.

Rencana tersebut mencakup pembangunan resor mewah di area inti taman nasional. Wisatawan nantinya dapat menikmati pengalaman melihat harimau Sumatera, gajah, dan satwa liar lainnya dari dekat. Namun, ambisi ini memicu kekhawatiran dari sisi lingkungan karena adanya rencana pembangunan landasan pesawat kecil atau helikopter di tengah hutan.

Para pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa aktivitas penerbangan akan menimbulkan kebisingan yang mengganggu perilaku alami hewan liar. Polusi udara dari transportasi udara juga berpotensi merusak kemurnian ekosistem Way Kambas. Meskipun Brooks menjanjikan dana konservasi dari hasil wisata, dampak infrastruktur tetap menjadi poin perdebatan yang sengit.

Rekam Jejak Diplomasi Internasional

Sebelum terjun ke sektor swasta, Jejak Karen Brooks sangat kental dalam dunia diplomasi Amerika Serikat. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Urusan Asia di Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada masa Presiden George W. Bush. Brooks memegang peran kunci dalam negosiasi sensitif antara Washington dan Jakarta, termasuk pertemuan rahasia dengan Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri.

Brooks juga terlibat aktif dalam proses perdamaian Aceh pada tahun 2003 dan penanganan bantuan pasca-tsunami 2004. Pengalaman panjang ini membentuk Brooks menjadi sosok yang sangat paham mengenai seluk-beluk politik Indonesia. Kini, melalui TPG Capital dan The Rise Fund, ia mengalihkan fokusnya pada investasi dampak sosial yang menggabungkan profit dan isu lingkungan.

Jejak Karen Brooks di masa lalu menunjukkan bahwa ia adalah negosiator tangguh yang selalu berhasil menembus dinding kekuasaan di Indonesia.

(Redaksi)

Show More
Back to top button