Nasional

Kabut Asap Ancam Pelayaran Sungai Mahakam, KSOP Samarinda Siagakan Petugas 24 Jam

IDENESIA.CO – Kapal-kapal yang melintasi Sungai Mahakam menghadapi risiko gangguan navigasi apabila kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurunkan jarak pandang. Mengantisipasi kondisi tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda memperketat pengawasan lalu lintas kapal dan meminta nakhoda memprioritaskan keselamatan pelayaran.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Samarinda, Yuliansyah, mengatakan pihaknya meningkatkan keandalan layanan Vessel Traffic Service (VTS) serta meminta nakhoda memperkuat pengamatan navigasi selama perjalanan.

“Kami meningkatkan keandalan stasiun layanan lalu lintas kapal atau Vessel Traffic Service dan menginstruksikan seluruh nakhoda untuk mengoptimalkan pengamatan navigasi keliling secara intensif,” kata Yuliansyah di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat.

Sebagai tindak lanjut, KSOP menerbitkan pemberitahuan keselamatan pelayaran atau Notice to Mariners. Langkah ini bertujuan mengingatkan seluruh pengguna jasa pelayaran agar mengantisipasi kemungkinan penurunan jarak pandang di sepanjang alur Sungai Mahakam.

KSOP Samarinda Perketat Aturan Jarak Antarkapal

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, KSOP Samarinda meminta nakhoda menyesuaikan kecepatan kapal dengan kondisi perairan. Selain itu, setiap kapal harus menjaga jarak aman ketika berlayar dalam konvoi.

KSOP menetapkan jarak bebas konvoi antarkapal sepanjang satu kabel atau sekitar 185 meter. Ketentuan tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko tabrakan saat jarak pandang terbatas.

Yuliansyah juga meminta nakhoda berkoordinasi secara berkala dengan stasiun pandu. Apabila kondisi perairan memburuk, nakhoda perlu mempertimbangkan untuk berlabuh jangkar di lokasi yang aman.

“Nakhoda wajib berkoordinasi secara berkala dengan stasiun pandu serta tidak ragu untuk berlabuh jangkar di lokasi aman apabila visibilitas memburuk,” ujar Yuliansyah.

Selain kabut asap, petugas juga mewaspadai kapal-kapal kecil dan berbagai rintangan navigasi yang sulit terlihat secara langsung. Karena itu, nakhoda perlu meningkatkan pengamatan dan tidak hanya mengandalkan kondisi visual saat melintasi perairan.

Kawasan Jembatan Mahakam Ulu Mendapat Pengawasan Ekstra

Selain mengantisipasi dampak karhutla, KSOP Samarinda memusatkan perhatian pada kawasan padat lalu lintas kapal di sekitar proyek perbaikan Jembatan Mahakam Ulu.

Kawasan tersebut membutuhkan pengawasan ekstra karena kapal harus memperhitungkan ruang manuver ketika melintas di bawah bentang jembatan. Oleh sebab itu, KSOP menekankan pentingnya penggunaan fasilitas pemanduan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penggunaan fasilitas pemanduan resmi sangat penting untuk menjamin manuver kapal melintas dengan selamat di bawah bentang jembatan,” tutur Yuliansyah.

Melalui langkah tersebut, KSOP berupaya menjaga keselamatan kapal yang melintasi kawasan proyek sekaligus mengurangi risiko gangguan terhadap arus transportasi air.

VTS Samarinda Pantau Pergerakan Kapal Sepanjang Hari

Untuk memperkuat pengawasan, petugas VTS Samarinda bersiaga selama 24 jam. Mereka memantau pergerakan kapal melalui radar dan sinyal Automatic Identification System (AIS) di sepanjang lintasan Sungai Mahakam.

Pemantauan tersebut membantu petugas mengawasi lalu lintas kapal dan mendukung penyampaian informasi navigasi kepada nakhoda. Sementara itu, pengawasan juga diselaraskan dengan pemantauan cuaca harian untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

KSOP turut menjalin koordinasi dengan perusahaan pelayaran, keagenan kapal, dan asosiasi maritim. Dengan demikian, setiap pihak dapat memperkuat penerapan prosedur keselamatan selama aktivitas pelayaran berlangsung.

Belum Ada Laporan Insiden Akibat Penurunan Jarak Pandang

KSOP Samarinda menyatakan hingga pertengahan Oktober 2026 belum menerima laporan insiden kapal akibat keterbatasan jarak pandang di sepanjang alur perairan setempat.

Meski demikian, pihaknya tetap meminta seluruh nakhoda mematuhi pemberitahuan keselamatan pelayaran. Sebab, kepatuhan terhadap prosedur dan koordinasi dengan petugas menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran transportasi air.

“Kesadaran nakhoda dalam mematuhi maklumat keselamatan menjadi faktor utama yang menjaga kelancaran alur logistik dan transportasi air kita,” ucap Yuliansyah.

Ia menegaskan, KSOP akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan maritim. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga Sungai Mahakam tetap aman bagi kapal yang mengangkut penumpang maupun barang.

“Komitmen kami adalah menghadirkan alur pelayaran Sungai Mahakam yang aman, tertib, dan bebas dari risiko kecelakaan,” ujar Yuliansyah.

(Redaksi)

Show More
Back to top button