Internasional

Kedubes Iran di Jakarta Ungkap Dalang Kerusuhan dan Intervensi Asing dalam Demo Berdarah

IDENESIA.CO – Kedubes Iran di Jakarta akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait gelombang demonstrasi berdarah yang mengguncang Iran dalam beberapa pekan terakhir. Pihak kedutaan menegaskan bahwa aksi massa yang semula berfokus pada tuntutan ekonomi kini telah berubah menjadi kerusuhan mematikan akibat campur tangan kelompok kriminal terorganisir dan aktor internasional.

Berdasarkan data terbaru, kerusuhan tersebut telah menyebabkan sedikitnya 2.000 orang kehilangan nyawa. Pihak otoritas Iran menyayangkan eskalasi kekerasan yang mengaburkan aspirasi asli masyarakat mengenai stabilitas pasar dan nilai tukar mata uang.

Kronologi Demonstrasi Menurut Kedubes Iran di Jakarta

Melalui siaran pers resminya pada Rabu (14/1/2026), Kedubes Iran di Jakarta menjelaskan bahwa unjuk rasa bermula sejak 28 Desember 2025. Fluktuasi nilai tukar riyal Iran yang ekstrem memicu kemarahan kelompok pelaku usaha, pedagang, dan serikat pekerja di Tehran. Mereka menuntut pemerintah segera mengembalikan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat yang merosot tajam.

“Pada awalnya, para pengusaha dan pedagang mengadakan unjuk rasa dengan motif mata pencaharian sebagai reaksi dampak negatif fluktuasi mata uang terhadap bisnis mereka,” tulis pihak kedutaan.

Kedubes Iran di Jakarta menekankan bahwa pada periode awal Desember, seluruh rangkaian aksi berlangsung kondusif. Pemerintah Iran saat itu menganggap tuntutan massa sebagai hal yang sah dan berada di bawah perlindungan hukum hak asasi manusia. Namun, situasi berubah drastis ketika elemen kekerasan mulai menyusup ke tengah kerumunan warga yang damai.

Penyusup Luar Negeri Mengubah Aksi Damai Menjadi Kerusuhan

Pemerintah Iran mengantongi dokumentasi yang membuktikan adanya penyalahgunaan unjuk rasa oleh sejumlah kecil elemen kekerasan. Kedubes Iran di Jakarta menuding kelompok-kelompok ini memiliki afiliasi dengan gerakan yang mendapatkan arahan dari luar negeri. Para penyusup tersebut membawa senjata api, alat pembakar, dan melakukan perusakan massal terhadap properti publik serta lembaga penegak hukum.

Pihak kedutaan menegaskan bahwa tindakan anarkis ini tidak memiliki kaitan sama sekali dengan tuntutan ekonomi yang rakyat sampaikan sebelumnya. Kehadiran aktor-aktor kekerasan ini sengaja bertujuan untuk menciptakan destabilisasi sosial dan memancing respons keras dari aparat keamanan demi memicu sentimen negatif internasional.

“Kelompok kekerasan ini sengaja menyalahgunakan unjuk rasa damai untuk menyerang penegak hukum dan merusak fasilitas umum,” tegas pernyataan tersebut. Hal ini memaksa pemerintah untuk mengambil tindakan tegas guna melindungi nyawa warga sipil yang tidak bersalah.

Campur Tangan Amerika Serikat dan Israel dalam Konflik Internal

Selain aktor non-negara, Kedubes Iran di Jakarta secara spesifik menyoroti intervensi dari pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Israel. Iran menuding pernyataan pejabat ekstremis dari kedua negara tersebut sebagai bentuk provokasi langsung yang melanggar hukum internasional dan kedaulatan Iran sebagai negara merdeka.

Pernyataan Presiden AS dan Perdana Menteri Israel yang mendukung kerusuhan secara terbuka dianggap sebagai perang psikologis. Iran menilai dukungan tersebut bukanlah bentuk kepedulian terhadap hak asasi manusia, melainkan upaya penuh tipu daya untuk memberikan tekanan politik dan militer terhadap Tehran.

“Upaya mengeksploitasi tuntutan ekonomi rakyat sebagai dalih tekanan politik merupakan pelanggaran nyata terhadap integritas teritorial kami,” sambung pihak kedutaan.

Komitmen Kedubes Iran di Jakarta terhadap Keamanan Publik

Meskipun menghadapi tekanan besar, Kedubes Iran di Jakarta menyatakan bahwa pemerintah Iran tetap menghormati hak bersuara warganya. Saat ini, pemerintah telah meluncurkan sejumlah stimulus ekonomi sebagai langkah nyata untuk memenuhi tuntutan para pendemo yang sah terkait perbaikan taraf hidup.

Namun, Iran tidak akan berkompromi terhadap kelompok teroris atau gerakan subversif yang mengancam keamanan nasional. Pemerintah Iran berkomitmen untuk menjalankan dua prinsip secara bersamaan: melindungi hak warga untuk berdemonstrasi secara damai dan menjaga keamanan publik dari ancaman kekerasan.

Melalui klarifikasi ini, Kedubes Iran di Jakarta berharap masyarakat internasional dapat melihat perbedaan jelas antara massa yang menuntut perbaikan ekonomi dan kelompok kriminal yang membawa agenda politik asing. Iran berjanji akan menyelesaikan konflik internal ini sesuai dengan hukum nasional dan kewajiban internasional tanpa intervensi pihak luar.

(Redaksi)

Show More
Back to top button