
IDENESIA.CO – Tentara Meksiko menembak mati Nemesio Oseguera, pemimpin tertinggi kelompok kriminal Jalisco New Generation Cartel (CJNG), dalam sebuah operasi militer yang sengit. Pria berusia 59 tahun yang memiliki julukan ‘El Mencho’ tersebut tewas setelah terlibat bentrokan berdarah di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco. Kejadian pada Minggu (22/2) ini mengakhiri perburuan panjang terhadap salah satu gembong narkoba paling berbahaya di dunia. Kabar mengenai tewasnya pemimpin Kartel Narkoba El Mencho tersebut langsung memicu ketegangan hebat di berbagai wilayah Meksiko.
Nemesio Oseguera mengalami luka parah saat baku tembak terjadi melawan pasukan khusus militer. Petugas kemudian berusaha mengevakuasi sang gembong menggunakan helikopter menuju Mexico City untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, Oseguera menghembuskan napas terakhir sebelum tiba di ibu kota. Para pengamat kriminal menilai kematian ini sebagai akhir dari era gembong narkoba tradisional yang bertindak secara mencolok dan brutal. Oseguera sejajar dengan nama-nama besar seperti ‘El Chapo’ Guzman dan Ismael ‘El Mayo’ Zambada dalam sejarah hitam kriminalitas Amerika Latin.
Asal-Usul dan Transformasi Kartel Narkoba El Mencho
Nemesio Oseguera lahir di Aguililla, sebuah kota kecil di negara bagian Michoacan yang menjadi pintu gerbang menuju pegunungan terpencil. Wilayah tersebut memiliki reputasi sebagai tempat subur bagi perkebunan ganja ilegal sejak masa kecil Oseguera. Pada usia muda, ia memutuskan untuk merantau ke Amerika Serikat guna mencari peruntungan. Namun, otoritas AS menangkap dan memenjarakannya atas kasus perdagangan heroin sebelum akhirnya mendeportasi Oseguera kembali ke tanah kelahirannya.
Sekembalinya ke Meksiko, ia bergabung dengan kelompok kriminal Milenio untuk mengasah keahliannya dalam dunia gelap. Pertikaian internal yang hebat memaksa Oseguera keluar dari Michoacan karena perpecahan faksi yang melibatkan kelompok Los Zetas. Pada tahun 2009, ia bekerja sama dengan kartel Sinaloa untuk membentuk Matazetas atau “Pembunuh Zeta”. Kelompok ini menjadi cikal bakal kekuatan besar yang nantinya kita kenal sebagai Kartel Narkoba El Mencho, yang memiliki spesialisasi dalam melenyapkan musuh secara sadis.
Struktur Kekuatan dan Jaringan Global CJNG
Oseguera kemudian mengambil langkah berani dengan memisahkan diri dan mendirikan organisasinya sendiri, yaitu CJNG. Setelah ekstradisi para pesaingnya ke Amerika Serikat, ia berhasil mengubah organisasinya menjadi yang paling kuat dan dominan di Meksiko. Kelompok ini memiliki jaringan pembunuh bayaran yang sangat luas serta memiliki fasilitas untuk memproduksi senjata api sendiri. Ekspansi bisnis mereka menjangkau hampir seluruh negara bagian di Meksiko dan menyusup ke pasar internasional.
Tahun lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris internasional. Pemerintah AS menuduh kelompok ini menjalankan bisnis perdagangan fentanyl ilegal yang mematikan dan penyelundupan migran lintas batas. Selain itu, mereka terlibat dalam aksi pemerasan, pencurian minyak negara, hingga perdagangan senjata ilegal skala besar. Penulis spesialis narkoba, Jose Reveles, menegaskan bahwa Oseguera memiliki sifat kekerasan alami yang mendorongnya untuk menantang semua tingkatan pemerintahan secara terbuka.
Aksi Teror Terhadap Pejabat Tinggi dan Militer
Kekejaman Kartel Narkoba El Mencho tidak hanya menyasar sesama kriminal, tetapi juga aparat penegak hukum berpangkat tinggi. Pada tahun 2020, Oseguera memerintahkan serangan bersenjata yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Omar Garcia Harfuch, Kepala Kepolisian Mexico City saat itu. Meskipun Harfuch berhasil selamat dengan luka-luka, serangan tersebut menewaskan tiga orang lainnya di lokasi kejadian. Aksi berani ini menunjukkan bahwa kelompok tersebut tidak takut pada otoritas tertinggi negara.
Jauh sebelumnya, pada tahun 2015, anggota kartel ini juga melakukan tindakan ekstrem dengan menyergap konvoi polisi di jalan raya menggunakan senjata RPG. Mereka bahkan berhasil menembak jatuh sebuah helikopter militer yang sedang beroperasi, sebuah tindakan yang jarang terjadi dalam konflik kartel. Serangan brutal tersebut mengakibatkan puluhan korban jiwa, termasuk 20 petugas polisi dan sembilan tentara. Rekam jejak kekerasan ini menjadikan kelompok pimpinan Oseguera sebagai ancaman keamanan nasional yang paling nyata di Meksiko.
Dampak Kematian Gembong Terhadap Keamanan Warga
Kematian Nemesio Oseguera pada Minggu lalu langsung memicu gelombang kekerasan balasan yang masif di berbagai penjuru negeri. Para penembak yang setia kepada kartel memblokir lebih dari 20 ruas jalan utama di negara bagian Jalisco dengan membakar mobil dan truk besar. Aksi blokade ini melumpuhkan jalur transportasi penting dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan komersial. Kota Tapalpa kini berada dalam kondisi siaga satu karena potensi serangan lanjutan dari sisa-sisa anggota kartel.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mendesak warga untuk tetap tenang dan berada di dalam rumah. Pemerintah pusat kini mengoordinasikan langkah-langkah keamanan ketat dengan otoritas negara bagian guna meredam kerusuhan. Amerika Serikat dan Kanada juga telah merilis peringatan perjalanan bagi warga negara mereka yang berada di Meksiko. Kehilangan sosok pemimpin dalam Kartel Narkoba El Mencho diprediksi akan mengubah peta kekuatan kriminal di wilayah tersebut, yang mungkin akan diikuti oleh perang saudara antar faksi demi memperebutkan takhta kekuasaan yang ditinggalkan El Mencho.
(Redaksi)

