IDENESIA.CO – Komunitas Indonesia di Australia menggalang dana sosial untuk membantu pemulangan jenazah peserta Work and Holiday Visa (WHV) asal Indonesia yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Korban jiwa bernama Diana Indah Lestari (30), warga asal Tangerang, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal di wilayah Stanhope, Victoria. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne mengonfirmasi bahwa dua penumpang warga negara Indonesia lainnya, Hilda Fazlia dan Dennis Ramadhan, selamat dari peristiwa tersebut namun mengalami luka-luka.
Kondisi Korban dan Kronologi Peristiwa
Konsul Protokol Konsuler KJRI Melbourne, Refah Gagrag Anyar, menjelaskan kondisi terkini dua korban selamat yang merupakan peserta program WHV. Pihak rumah sakit Goulburn Valley Health sudah mengizinkan Dennis Ramadhan untuk pulang. Sementara itu, tim medis The Alfred Hospital sampai saat ini masih merawat Hilda Fazlia secara intensif.
Kepolisian Victoria melaporkan bahwa kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di kawasan Midland Highway, dekat Girgarre-Rushworth Road. Peristiwa maut ini berlangsung setelah pukul 17.30 waktu Melbourne. Berdasarkan data awal, sebuah mobil lain yang melaju dengan kecepatan 100 kilometer per jam menabrak mobil rombongan peserta WHV ini. Saat kejadian, ketiga korban sedang menempuh perjalanan dari kota Shepparton menuju Bendigo, Victoria. Pihak Kepolisian Victoria hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Solidaritas dan Pengumpulan Dana Masyarakat
Masyarakat Indonesia menunjukkan solidaritas tinggi dengan mengumpulkan bantuan finansial melalui platform digital GoFundMe. Penggalang dana berhasil mengumpulkan uang sebesar AU$58.503 atau sekitar Rp733 juta untuk membantu keluarga mendiang Diana Indah Lestari. Pihak penyelenggara donasi saat ini sudah menutup pengumpulan dana tersebut secara resmi.
Pihak pengelola platform menyatakan rasa syukur yang mendalam atas tercapainya target donasi untuk almarhumah Diana. Pengelola menegaskan bahwa jika terdapat kelebihan dana setelah semua pengeluaran darurat terpenuhi, panitia akan menyerahkan seluruh sisa uang tersebut kepada keluarga korban di Indonesia guna meringankan beban ekonomi mereka.
Tanggung Jawab Moral Komunitas Muslim
Selain lewat platform digital, Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV) juga menginisiasi penggalangan dana terpisah. Presiden IMCV, Aru Prihata, menyatakan bahwa komunitas merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk meringankan beban keluarga almarhumah Diana. IMCV sekaligus berkomitmen mendukung penuh proses pemulihan kesehatan bagi Hilda.
Aru Prihata menambahkan bahwa IMCV membuka dompet peduli ini sampai hari Senin mendatang. Komunitas akan menyalurkan dana atas nama Diana langsung kepada ahli waris di Indonesia sebagai bentuk belasungkawa jemaah. Sementara itu, bantuan untuk Hilda akan dialokasikan khusus untuk membiayai kebutuhan pemulihan pascakecelakaan. IMCV juga bertindak sebagai penghubung resmi guna membantu kelancaran proses pemulangan jenazah ke tanah air. Menurut Aru Prihata, dukungan moral dari lingkungan sekitar sangat krusial karena para korban membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan trauma emosional akibat kehilangan sahabat mereka.
Rencana Pemulangan Jenazah ke Indonesia
KJRI Melbourne memastikan bahwa proses pemulangan atau repatriasi jenazah sedang berjalan. Saat ini, jenazah Diana Indah Lestari masih berada di bawah penanganan otoritas Kantor Koroner Victoria. Pihak keluarga korban sudah menyampaikan permintaan resmi agar jenazah Diana dipulangkan ke Indonesia.
Refah Gagrag Anyar menjelaskan bahwa Kantor Koroner memperkirakan akan merilis jenazah dalam waktu dekat. Otoritas kemudian akan menyerahkan jenazah ke rumah duka sebelum menerbangkannya ke Indonesia. Seluruh biaya perawatan rumah sakit serta biaya repatriasi jenazah akan ditanggung oleh Transport Accident Commission (TAC), sebuah lembaga asuransi kendaraan wajib di negara bagian Victoria. Melalui kesempatan ini, Refah Gagrag Anyar mengimbau seluruh warga negara Indonesia di Australia untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, memiliki asuransi kesehatan mandiri, dan segera melakukan lapor diri ke pihak KJRI demi mempercepat penanganan saat terjadi situasi darurat.
(Redaksi)

