Nasional

Mantan Anggota Parlemen Thailand Ditangkap Usai Penembakan di Nonthaburi

IDENESIA.CO – Seorang mantan anggota parlemen Thailand, Chalong Reawraeng, 71 tahun, menembak seorang pejabat pemerintah di Provinsi Nonthaburi pada Senin (10/8/2026). Polisi kemudian menangkap Chalong setelah insiden tersebut.

Chalong menembak Thongchai Yenprasert, pimpinan Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi. Dalam serangan itu, pelaku juga menembak sopir Thongchai. Petugas membawa keduanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Sejumlah laporan menyebut Thongchai dan sopirnya mengalami luka serius. Polisi masih menyelidiki rangkaian peristiwa tersebut, termasuk alasan Chalong melakukan penembakan.

Penembakan di Nonthaburi Libatkan Mantan Politikus

Penembakan di Nonthaburi tersebut terjadi hanya tiga hari setelah penembakan lain di provinsi yang sama. Dalam insiden sebelumnya, seorang pelajar melakukan penembakan di sebuah sekolah dan menyebabkan tujuh orang meninggal dunia.

Hingga berita ini ditayangkan, kepolisian Thailand belum menyampaikan keterangan resmi mengenai kemungkinan hubungan antara kedua penembakan tersebut. Polisi masih menangani kedua kasus secara terpisah sambil mengumpulkan informasi terkait.

Chalong memiliki rekam jejak panjang dalam politik Thailand. Dia pernah menjabat sebagai anggota parlemen untuk Provinsi Nonthaburi selama tiga periode. Pada periode terakhir, dia mewakili Partai Pheu Thai.

Chalong juga pernah mendapat julukan “kobra” dalam dunia politik Thailand. Julukan tersebut merujuk kepada politisi yang berani mengambil sikap berbeda dari garis partainya.

Dia memperoleh julukan itu setelah memilih kandidat perdana menteri dari partai lain pada 1997. Dalam pemilihan umum terakhir, Chalong kembali mencalonkan diri sebagai anggota parlemen melalui Partai Bhumjaithai yang saat itu berkuasa. Namun, dia gagal memenangkan kursi.

Korban Penembakan di Nonthaburi

Thongchai Yenprasert merupakan mantan polisi yang kini memimpin Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi. Pria berusia 71 tahun itu bergabung dengan kepolisian pada 1984.

Selama berkarier di kepolisian, Thongchai pernah menjabat sebagai wakil kepala dan kepala sejumlah kantor polisi distrik di Nonthaburi. Wilayah tersebut berada di sekitar Bangkok dan menjadi salah satu kawasan penting di wilayah metropolitan ibu kota Thailand.

Pada 2004, Thongchai mulai memimpin badan pemerintahan tingkat provinsi tersebut. Posisi itu membuatnya memiliki peran dalam pengelolaan pemerintahan daerah di Nonthaburi.

Penembakan terhadap Thongchai dan sopirnya menambah perhatian terhadap keamanan di provinsi tersebut. Aparat masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan pihak terkait untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih lengkap.

Chalong Laporkan Penembakan kepada Komentator Politik

Setelah melakukan penembakan, Chalong menelepon komentator politik Anchalee Paireerak. Saat itu, Anchalee sedang menjalankan siaran langsung melalui YouTube.

Anchalee merupakan mantan jurnalis yang dikenal sebagai komentator politik Thailand. Dia tampak menerima telepon Chalong ketika siaran masih berlangsung.

Dalam percakapan tersebut, Anchalee menunjukkan keterkejutan setelah mendengar informasi dari Chalong. Dia kemudian menanyakan kondisi korban dan meminta penelepon tetap berada di lokasi hingga polisi datang.

“Apakah dia meninggal? Apakah dia meninggal? Anda menembaknya di kepala?” kata Anchalee dalam siaran tersebut.

Anchalee juga meminta Chalong tidak meninggalkan lokasi. Percakapan itu memberi informasi awal mengenai tindakan Chalong sebelum polisi menangkapnya.

Polisi belum mengungkap motif penembakan secara resmi. Namun, Chalong mengatakan kepada wartawan setelah penangkapannya bahwa dia merasa kesal karena Thongchai tidak mengabulkan permintaannya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang kini dapat digunakan penyidik untuk mendalami motif serangan. Polisi masih perlu memastikan alasan sebenarnya melalui pemeriksaan terhadap Chalong, korban, saksi, serta bukti di lokasi.

Penembakan di Nonthaburi ini terjadi ketika perhatian publik Thailand masih tertuju pada insiden penembakan sebelumnya di provinsi tersebut. Aparat diharapkan segera menjelaskan hasil penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian dan latar belakang masing-masing kasus.

(Redaksi)

Show More
Back to top button