Internasional

Marine Le Pen Meluncurkan Pencalonan Resmi dalam Pemilihan Presiden Prancis

IDENESIA.CO – Marine Le Pen resmi meluncurkan pencalonannya untuk keempat kali dalam pemilihan presiden Prancis. Langkah politik ini berjalan hanya beberapa jam setelah pengadilan membuka kembali jalannya menuju arena kontestasi. Pemimpin partai sayap kanan National Rally (RN) tersebut menggambarkan diri sebagai sosok yang mampu menyintasi pertarungan hukum selama berbulan-bulan yang nyaris mengakhiri karier politiknya.

“Banyak rakyat Prancis sedang menghadapi kesulitan, dan kami juga mengalami hal serupa. Saya percaya cobaan hukum ini justru membuat kami semua semakin kuat,” kata Marine Le Pen dalam wawancara utama di stasiun televisi TF1.

Hingga pekan ini, banyak pihak meyakini ambisi Le Pen menjadi presiden telah berakhir secara total. Namun, Pengadilan Banding Paris memangkas masa larangan politik yang menjerat Le Pen dalam kasus penyalahgunaan dana Parlemen Eropa untuk membayar staf partainya di Prancis. Putusan pengadilan tetap menyatakan Le Pen bersalah, tetapi keputusan tersebut sekaligus membuka jalan baginya untuk maju kembali dalam pemilihan presiden Prancis. Le Pen menegaskan rencana untuk mengajukan kasasi atas vonis tersebut sembari tetap mengikuti kontestasi menuju Istana Élysee.

Pertaruhan Politik Le Pen dalam Pemilihan Presiden Prancis

Keputusan Le Pen untuk maju kembali merupakan sebuah pertaruhan politik yang sangat besar. Selain masih menunggu putusan final dari Mahkamah Kasasi, Le Pen juga harus menguji apakah pemilih Prancis mau memilih seorang kandidat yang sudah dua kali menerima vonis bersalah dalam perkara penggelapan dana. Namun, Le Pen yakin risiko itu layak diambil demi masa depan partainya. Le Pen percaya persoalan hukum tersebut tidak akan menghalangi para pemilih untuk memilihnya sebagai pemimpin Prancis pada era modern.

“Saya tidak pernah ingin memaksakan apa pun kepada rakyat Prancis. Rakyat yang harus mengambil keputusan terakhir, dan kini merekalah yang akan menentukan semuanya,” ujar Le Pen menanggapi keraguan publik.

Brigitte Barèges, mantan anggota parlemen dari partai konservatif yang bersekutu dengan RN, menyatakan dukungan dan memahami keputusan Le Pen untuk tetap maju. Barèges menilai karakter kuat Le Pen menjadi motor penggerak utama di tengah tekanan hukum yang bertubi-tubi.

“Saya mengenal karakter Marine Le Pen, dan saya juga kurang lebih memiliki sifat seperti itu. Anda tentu ingin menunjukkan kepada orang-orang yang menjatuhkan Anda bahwa Anda belum selesai, bahwa Anda masih berdiri tegak,” kata Barèges.

Struktur Pasangan Politik Baru National Rally

Keputusan pencalonan Le Pen muncul ketika National Rally berada pada posisi paling dekat menuju tampuk kekuasaan eksekutif. Berbagai jajak pendapat menunjukkan Le Pen memiliki peluang besar untuk lolos ke putaran kedua pemilihan presiden Prancis, meskipun kemenangan akhirnya masih belum pasti. Pencalonan Le Pen sempat menggantung sejak Maret 2025 ketika pengadilan menjatuhkan larangan berpolitik selama lima tahun. Namun, putusan terbaru memungkinkan Le Pen untuk kembali berkampanye, meskipun pengadilan tetap mewajibkan Le Pen mengenakan gelang elektronik.

Le Pen mengatakan optimistis dapat mencalonkan diri tanpa harus memakai gelang elektronik yang membatasi ruang geraknya. Le Pen juga memastikan presiden National Rally yang berusia 30 tahun, Jordan Bardella, akan mendampinginya sebagai calon perdana menteri apabila dia memenangkan pemilihan presiden Prancis. Langkah ini sekaligus menepis anggapan publik bahwa Bardella kecewa karena batal menjadi calon presiden utama. Sebelumnya, bintang baru kelompok kanan Prancis itu dipersiapkan sebagai calon presiden apabila Le Pen tetap menerima larangan maju. Bahkan, dalam sejumlah survei, popularitas Bardella kini melampaui mentor politiknya tersebut.

“Jordan Bardella dan saya berjuang bersama untuk Prancis. Kami berjuang demi seluruh rakyat Prancis. Tujuan besar itu jauh lebih penting dan lebih besar daripada ambisi pribadi kami masing-masing,” kata Le Pen secara tegas.

Menurut Barèges, peluang RN meraih kemenangan justru lebih besar jika Le Pen dan Bardella tetap tampil sebagai pasangan politik yang padu. Selama beberapa tahun terakhir, keduanya membangun kombinasi antara energi politik generasi muda dan pengalaman panjang Le Pen. Kombinasi tersebut mengubah RN dari sebuah partai pinggiran menjadi kekuatan politik utama yang siap memerintah Prancis.

“Kami menawarkan kepada rakyat Prancis sebuah kemitraan kepemimpinan yang saling melengkapi, seimbang, konsisten, dan sangat kokoh,” ujar Le Pen menambahkan.

Tantangan Kebijakan Ekonomi dan Aliansi Sayap Kanan

Meskipun Le Pen dan Bardella menampilkan citra yang sangat kompak, perbedaan pandangan mulai terlihat di antara keduanya, terutama dalam kebijakan ekonomi. Publik menilai RN belum memiliki strategi ekonomi yang meyakinkan untuk mengatasi tingginya utang publik dan lemahnya pertumbuhan ekonomi Prancis saat ini. Di tengah persoalan hukum yang dihadapi Le Pen, Bardella mulai mendorong pendekatan yang lebih pro-pasar, termasuk dalam isu reformasi pensiun. Hal itu memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana RN dapat memperluas dukungan dari kalangan konservatif pro-bisnis tanpa kehilangan basis pemilih tradisional dari kelas pekerja.

Salah satu persoalan yang belum terselesaikan adalah apakah RN akan tetap mempertahankan janji menurunkan kembali usia pensiun menjadi 62 tahun atau meninggalkan kebijakan tersebut. Sebagian petinggi partai mulai menganggap kebijakan penurunan usia pensiun terlalu mahal bagi anggaran negara. Seorang pejabat senior RN mengakui sejumlah isu kebijakan utama, termasuk pensiun dan perpajakan, masih belum diputuskan secara final sehingga partai harus segera menentukan arah kebijakan yang jelas.

Ilmuwan politik dari Universitas Sciences Po, Gilles Ivaldi, menilai kemampuan RN menyelesaikan perbedaan pandangan mengenai agenda ekonominya akan menjadi faktor paling krusial. Masalah ini menentukan peluang partai itu merebut kekuasaan dalam pemilihan presiden Prancis mendatang.

“Untuk memerintah dan memperoleh mayoritas suara di parlemen, RN pada akhirnya harus memenangkan pemilih sayap kanan dan mencapai kompromi dengan kelompok kanan arus utama,” ujar Ivaldi.

Ivaldi juga menambahkan bahwa aliansi luas di antara kekuatan-kekuatan sayap kanan merupakan prasyarat mutlak bagi RN untuk merebut kekuasaan secara efektif di Prancis.

(Redaksi)

Show More
Back to top button