
IDENESIA.CO – Sosok Model María Julissa memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan liar yang menyeret namanya dalam operasi militer di Meksiko. Ia membantah keras anggapan netizen yang menyebutnya sebagai informan rahasia penyebab tewasnya gembong kartel Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Melalui pernyataan tertulis, perempuan yang populer dengan julukan “The Baseball Barbie” ini menyebut rumor tersebut sebagai berita bohong yang sangat berbahaya bagi nyawanya.
Klarifikasi ini muncul setelah berbagai akun anonim di media sosial menuduhnya sebagai kekasih gelap sang bos kartel. Laporan intelijen sebelumnya memang menyebutkan bahwa militer berhasil melacak lokasi El Mencho melalui pergerakan seorang wanita misterius. Namun, Model María Julissa menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan spesial dengan mendiang gembong narkoba tersebut maupun pihak berwenang.
Bahaya Fitnah bagi Keselamatan Pribadi
Julissa sangat menyadari risiko besar yang mengintai akibat spekulasi tidak berdasar ini di Meksiko. Mengaitkan seseorang dengan kematian pemimpin kartel besar dapat memicu ancaman nyawa yang nyata dari kelompok kriminal. Oleh karena itu, ia merasa perlu meluruskan informasi demi menjaga keamanan diri dan seluruh anggota keluarganya dari potensi serangan balasan.
“Saya ingin menegaskan sejelas-jelasnya bahwa saya tidak ada hubungannya dengan situasi tersebut,” tulis Model María Julissa melalui akun media sosial resminya pada Rabu (25/2/2026). Ia juga menepis kabar yang menyebutkan bahwa dirinya bekerja sebagai intelijen bagi militer Meksiko atau agen DEA. Fokus utamanya saat ini adalah memulihkan nama baiknya dari serangan hoaks yang terus menyebar secara masif di platform digital.
Pernyataan tegas ini juga berisi imbauan kepada publik agar tidak mudah percaya pada sumber informasi yang tidak jelas. Julissa meminta para penggemarnya untuk bersikap lebih kritis dan hanya merujuk pada pernyataan resmi dari pejabat yang berwenang. Ia memandang bahwa penyebaran berita palsu ini telah melampaui batas kewajaran dan merusak reputasi profesionalnya sebagai seorang model.
Latar Belakang Operasi Militer Meksiko
Kasus ini bermula ketika pasukan khusus Meksiko melakukan penyerbuan ke lokasi persembunyian El Mencho hingga menewaskan sang gembong. Pihak militer kabarnya memantau seorang wanita yang meninggalkan lokasi sesaat sebelum operasi berlangsung. Hal inilah yang memicu netizen mulai mencocokkan identitas wanita tersebut dengan sejumlah tokoh publik, termasuk nama Julissa.
Pemerintah Meksiko sendiri hingga saat ini belum merilis identitas asli wanita yang menjadi kunci dalam pelacakan tersebut. Minimnya informasi resmi membuat ruang spekulasi di media sosial semakin lebar dan tidak terkendali. Akibatnya, banyak akun anonim menggunakan foto-foto Julissa untuk menciptakan narasi yang mengaitkan sang model dengan peristiwa berdarah di Jalisco tersebut.
Meskipun Model María Julissa sudah memberikan bantahan, situasi keamanan di wilayah konflik kartel tetap dalam status siaga tinggi. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan klaim sepihak. Julissa berharap klarifikasi ini dapat menghentikan gelombang fitnah yang menempatkan dirinya dalam risiko keamanan yang serius.
(Redaksi)




