Internasional

NASA Ungkap Panorama Mars dengan Pola Poligonal Raksasa dari Valle Grande

IDENESIA.CO – NASA mengungkap panorama Mars terbaru yang dikirim rover Curiosity dari sebuah lembah di Planet Merah. Lembah yang mendapat julukan “Valle Grande” itu menampilkan bentang alam dengan pola menyerupai sarang lebah dalam area yang sangat luas.

Curiosity mengambil panorama 360 derajat tersebut pada 19 dan 20 Juni 2026. Kamera rover merekam pola geometris yang NASA sebut sebagai retakan poligonal. Setiap pola memiliki ukuran sekitar 4 hingga 8 sentimeter.

Temuan ini menarik perhatian ilmuwan karena Curiosity sebelumnya memang beberapa kali menemukan pola geometris serupa. Namun, NASA belum pernah melihat pola tersebut dalam skala sebesar yang muncul di Valle Grande.

Panorama Mars Tampilkan Lautan Poligon

Dalam panorama Mars tersebut, pola poligonal terlihat membentang ke berbagai arah sejauh pandangan rover. Pola itu juga menyelimuti sisi sebuah bukit kecil yang Curiosity juluki “Miraflores”.

Bukit Miraflores memiliki tinggi sekitar 6 meter. Bagian atas bukit tersebut tertutup lapisan pasir yang cukup tebal. Kondisi itu membuat pola geometris di sekitarnya tampak semakin menonjol dalam rekaman Curiosity.

Ilmuwan proyek Curiosity, Ashwin Vasavada dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, mengatakan timnya telah melihat banyak lanskap menarik selama misi rover di Mars. Namun, hamparan poligon di Valle Grande memberikan kejutan tersendiri bagi tim.

Tim Curiosity kini mempelajari bentuk dan komposisi kimia pola tersebut secara lebih rinci. Para ilmuwan berharap data itu dapat membantu mereka memahami proses yang membentuk struktur geometris tersebut.

Curiosity juga memiliki kemampuan untuk menganalisis material permukaan Mars. Karena itu, rover dapat mengumpulkan data mengenai karakteristik batuan dan sedimen yang berada di sekitar pola poligonal.

Ilmuwan Telusuri Proses Pembentukan Retakan

NASA menjelaskan bahwa pola menyerupai sarang lebah dapat terbentuk melalui beberapa proses. Salah satu kemungkinan melibatkan retakan lumpur yang muncul ketika material basah mengalami pengeringan.

Curiosity sebelumnya menemukan beberapa pola poligonal yang memiliki karakteristik seperti retakan lumpur. Temuan tersebut menunjukkan bahwa air pernah berinteraksi dengan material permukaan Mars pada masa lalu.

Namun, ilmuwan tidak hanya mempertimbangkan proses tersebut. Perubahan suhu yang berlangsung secara berulang juga dapat menghasilkan pola serupa. Siklus panas dan dingin dapat memengaruhi material di permukaan dan membentuk retakan dengan pola tertentu.

Tekanan yang mendorong air keluar dari sedimen ketika permukaan tertimbun juga menjadi kemungkinan lain. Karena itu, para ilmuwan perlu membandingkan bentuk, komposisi kimia, serta kondisi lingkungan di sekitar pola untuk menentukan proses yang paling mungkin.

Penelitian tersebut dapat memberikan informasi tambahan mengenai sejarah lingkungan Mars. Setiap lapisan sedimen dan struktur geologi dapat menyimpan petunjuk tentang kondisi planet tersebut pada masa lampau.

Curiosity Ungkap Sejarah Mars Purba

Curiosity telah menjelajahi Mars sejak mendarat pada 5 Agustus 2012. Selama hampir 14 tahun menjalankan misi, rover tersebut menemukan berbagai objek dan fitur geologi yang membantu ilmuwan memahami sejarah Planet Merah.

Rover menemukan kristal sulfur, meteorit, serta berbagai struktur geologi lainnya. Curiosity juga mengumpulkan bukti mengenai lingkungan Mars purba yang pernah memiliki kondisi berbeda dari permukaannya saat ini.

NASA menyatakan bukti yang dikumpulkan Curiosity menunjukkan bahwa Mars pada masa lalu memiliki air, unsur kimia, dan nutrisi yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba.

Miliaran tahun lalu, danau dan aliran air pernah berada di kawasan kaki Gunung Sharp. Gunung tersebut memiliki ketinggian sekitar 5 kilometer. Curiosity mulai mendaki Gunung Sharp pada 2014 untuk mempelajari lapisan batuan yang menyimpan rekaman perubahan lingkungan Mars.

Curiosity juga menemukan molekul berbasis karbon yang menjadi prekursor RNA dan DNA. Kedua molekul tersebut berperan membawa informasi genetik pada kehidupan.

Namun, penemuan molekul organik itu belum membuktikan keberadaan kehidupan di Mars. Ilmuwan masih membuka dua kemungkinan. Molekul tersebut dapat terbentuk melalui proses biologis atau melalui proses geologis tanpa keterlibatan organisme.

Temuan tersebut tetap memperkuat pemahaman ilmuwan mengenai Mars purba. Data Curiosity menunjukkan planet itu pernah memiliki kondisi air dan kimia yang lebih mendukung bagi kehidupan dibandingkan kondisi permukaannya saat ini.

Penelitian terhadap pola poligonal di Valle Grande kini menambah satu lagi teka-teki dalam perjalanan Curiosity. Para ilmuwan berharap analisis lebih lanjut dapat menjelaskan bagaimana struktur tersebut terbentuk dan apa yang dapat diungkapnya tentang sejarah lingkungan Mars.

(Redaksi)

Show More
Back to top button