
IDENESIA.CO – Pemerintah Kota Samarinda memastikan pembangunan lapak sementara bagi pedagang korban kebakaran di Pasar Segiri, Kelurahan Sidodadi, telah selesai. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung kesiapan fasilitas tersebut pada Senin (4/5/2026) untuk memastikan para pedagang segera berjualan kembali.
Pemerintah menyiapkan fasilitas ini untuk menampung sekitar 140 hingga 148 pedagang yang terdampak musibah kebakaran pada 26 Maret lalu. Saat ini, proses administrasi memasuki tahap serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kepada Dinas Perdagangan sebelum pedagang Pasar Segiri menempati lokasi tersebut.
Andi Harun menjelaskan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai target yang direncanakan. Ia menekankan bahwa pemerintah ingin memulihkan aktivitas ekonomi para pedagang dalam waktu singkat pascabencana.
“Kurang lebih satu bulan pascakebakaran, pembangunan lapak sementara sudah selesai dan minggu ini akan diserahterimakan untuk segera digunakan,” ujar Andi Harun saat memberikan keterangan di lokasi peninjauan.
Andi Harun menambahkan bahwa seluruh infrastruktur pendukung sudah dalam kondisi siap pakai. Ia meminta dinas terkait untuk mempercepat proses pemanfaatan bangunan tersebut agar roda ekonomi warga kembali berputar.
“Teman-teman sekalian, hari ini kurang lebih ya satu bulan pasca kebakaran, pasar yang kita janjikan akan diperbaiki hari ini sudah selesai pekerjaan. Tinggal dalam minggu ini akan dilakukan serah terima dari PUPR ke Dinas Perdagangan untuk segera dimanfaatkan oleh kurang lebih 140-an pedagang yang menjadi korban dari kebakaran kemarin. Jadi sudah siap, standby,” ungkapnya.
Peningkatan Tata Ruang dan Kebersihan Lapak Pedagang Pasar Segiri
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Andi Harun mengamati adanya perubahan kondisi fisik pasar yang kini lebih tertata. Meskipun bangunan ini hanya bersifat sementara, ia menilai hasil pekerjaan menunjukkan peningkatan kualitas lingkungan dari sisi kerapian dan kebersihan.
“Hasil pekerjaannya lumayan rapi dan keadaan semula sebelum kebakaran itu kumuh. Dan hari ini kita lihat mengalami perubahan dan nanti akan ditata. Tapi hari ini kita bisa melihat bentuknya cukup rapi, lantainya juga sudah lumayan bagus,” kata Andi Harun.
Percepatan pembangunan ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. Pemerintah memandang para pedagang Pasar Segiri sebagai bagian penting dalam ekosistem ekonomi daerah yang harus segera mendapat fasilitas memadai.
“Yang paling penting hari ini kita bisa buktikan janji pemerintah keberpihakan kepada pedagang karena menjadi bagian dari pelaku ekonomi. Sehingga kepada kami disampaikan rasa senangnya karena kembali bisa berdagang seperti semula,” tuturnya.
Andi Harun juga mengapresiasi kinerja sigap dari Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar. Kolaborasi antarinstansi ini membuat masa tunggu pedagang untuk mendapatkan tempat berjualan menjadi lebih singkat.
“Respon pemerintah, respon teman-teman di Dinas Perdagangan dan di Pekerjaan Umum serta di Unit Pelaksana Teknis sangat cepat. Rasanya belum terasa ya kita ke sini melakukan peninjauan pasca kebakaran, hari ini pasarnya sudah siap kembali di tempat ini,” tambahnya.
Menjaga Keamanan dan Kedisiplinan di Lingkungan Pasar
Kehadiran lapak sementara ini diharapkan membawa manfaat bagi pedagang maupun masyarakat sebagai pembeli. Namun, Andi Harun mengingatkan bahwa keamanan fasilitas merupakan tanggung jawab kolektif antara pengelola dan pengguna pasar.
“Harapan saya mudah-mudahan bermanfaat buat para pedagang dan tentu juga bagi masyarakat yang melakukan kunjungan ke pasar, pembeli,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan guna mencegah terulangnya musibah kebakaran di masa mendatang. Kedisiplinan pedagang dalam menjaga lingkungan kerja menjadi faktor kunci keberlangsungan pasar ini.
“Selebihnya tentu pasar ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus menjaganya, kita harus merawatnya. Terutama kita harus menghindarkan semua hal yang bisa berpotensi terulangnya kembali kebakaran,” tegas Andi Harun.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) pengelola pasar memiliki tugas khusus untuk melakukan pembinaan rutin kepada para pedagang. Pembinaan ini mencakup edukasi mengenai perilaku tertib dan kedisiplinan dalam menjaga aset pemerintah.
“Jadi perilaku dan disiplin pedagang juga penting ditingkatkan, nah itu tugasnya Unit Pelaksana Teknis pengelola untuk melakukan pembinaan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mulai menginstruksikan para pedagang untuk mempersiapkan diri. Dinas Perdagangan sedang merampungkan pendataan administrasi agar proses relokasi berjalan tertib.
“Kami sudah anjurkan pedagang segera masuk, administrasi juga disiapkan agar bisa langsung berjualan kembali,” kata Nurrahmani.
Proyek pembangunan lapak sementara ini menggunakan anggaran sekitar Rp1,1 miliar yang berasal dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Samarinda tahun 2026. Melalui fasilitas ini, aktivitas ekonomi pedagang Pasar Segiri diharapkan segera normal kembali.
(Redaksi)






