
IDENESIA.CO – Aksi perampokan besar mengguncang sektor perbankan Jerman setelah komplotan pelaku profesional membobol ruang brankas bank tabungan Sparkasse di Kota Gelsenkirchen. Para pelaku memanfaatkan momentum libur Natal untuk menjebol tembok bawah tanah bank dan menguras ribuan safe deposit box milik nasabah. Kerugian akibat kejahatan ini ditaksir mencapai 30 juta euro atau setara Rp590 miliar.
Perampokan tersebut menjadi salah satu kasus pembobolan brankas bank terbesar di Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku menjalankan aksinya secara terencana dan sangat rapi, dengan peralatan khusus serta pengetahuan mendalam mengenai struktur bangunan bank.
Modus Pelaku Jebol Tembok Lewat Area Parkir
Polisi Gelsenkirchen menjelaskan bahwa komplotan perampok mengebor tembok menuju ruang brankas bawah tanah bank melalui area parkir. Mereka menggunakan bor berukuran besar dan peralatan berat untuk menciptakan lubang akses langsung ke ruang penyimpanan safe deposit box.
Pelaku diduga memulai aksinya sejak libur Natal. Di Jerman, sebagian besar aktivitas bisnis dan perkantoran tutup mulai 24 Desember. Kondisi ini dimanfaatkan para pelaku untuk beroperasi tanpa terdeteksi selama beberapa hari hingga akhir pekan.
Pihak kepolisian menduga para perampok berada di dalam gedung bank dalam waktu lama. Mereka secara sistematis membongkar satu per satu safe deposit box milik nasabah tanpa memicu sistem keamanan utama.
Ribuan Safe Deposit Box Dibobol, Kerugian Fantastis
Pihak manajemen Sparkasse mengonfirmasi bahwa lebih dari 95 persen dari total 3.250 safe deposit box berhasil dibobol pelaku. Setiap kotak diketahui berisi barang berharga seperti uang tunai, perhiasan, emas, hingga dokumen penting milik nasabah.
“Lebih dari 95 persen dari 3.250 kotak safe deposit box dibobol oleh pelaku yang tidak dikenal,” kata perwakilan bank Sparkasse seperti dikutip dari AFP, Rabu (31/12).
Polisi menyebutkan bahwa nilai asuransi rata-rata setiap safe deposit box mencapai lebih dari 10.000 euro. Berdasarkan perhitungan awal, total kerugian ditaksir mencapai 30 juta euro atau sekitar Rp590 miliar. Namun, sejumlah korban telah melaporkan bahwa nilai kehilangan mereka jauh melebihi angka tersebut.
Aksi Terungkap Usai Alarm Kebakaran Berbunyi
Kasus perampokan ini baru terungkap pada Senin (29/12) setelah alarm sistem pemadam kebakaran berbunyi di gedung bank. Petugas keamanan yang melakukan pengecekan menemukan lubang besar di dinding ruang bawah tanah.
Petugas kemudian menemukan ruang brankas dalam kondisi rusak parah. Ratusan pintu safe deposit box terlihat terbuka paksa, sementara isi di dalamnya telah raib.
Polisi langsung memasang garis pengaman dan melakukan olah tempat kejadian perkara secara intensif. Aparat juga mengerahkan tim forensik untuk mengumpulkan bukti, termasuk jejak alat bor dan rekaman kamera pengawas.
Diduga Kabur Menggunakan Audi RS6
Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku. Seorang saksi mata mengaku melihat beberapa pria membawa tas-tas besar melalui tangga area parkir pada malam hari antara Sabtu hingga Minggu.
Penyelidikan juga mengarah pada sebuah mobil Audi RS6 yang terekam kamera CCTV meninggalkan garasi parkir bank pada Senin pagi. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa orang bertopeng berada di dalam kendaraan.
Mobil tersebut menggunakan pelat nomor curian yang berasal dari Kota Hanover. Polisi meyakini kendaraan itu menjadi alat pelarian utama komplotan perampok setelah menguras isi brankas.
Polisi Sebut Aksi Sangat Profesional
Seorang juru bicara kepolisian Gelsenkirchen menilai perampokan ini dilakukan oleh pelaku berpengalaman. Polisi bahkan menyamakan skala dan kecanggihan aksi tersebut dengan adegan film perampokan terkenal “Ocean’s Eleven”.
“Aksi ini jelas dilakukan dengan sangat profesional,” ujar juru bicara polisi.
Ia menambahkan bahwa para pelaku memiliki pengetahuan mendalam tentang sistem keamanan bank serta struktur bangunan. “Banyak pengetahuan sebelumnya dan energi kriminal yang besar pasti terlibat untuk merencanakan dan melaksanakan kejahatan ini,” katanya.
Nasabah Gelar Aksi Protes di Depan Bank
Perampokan besar ini memicu keresahan di kalangan nasabah. Sejumlah pemilik safe deposit box menggelar aksi protes di depan kantor bank Sparkasse. Mereka menuntut kejelasan dan jaminan atas barang berharga yang hilang.
Pihak kepolisian melarang para nasabah masuk ke dalam gedung bank dengan alasan keamanan. Polisi menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan lokasi harus tetap steril.
“Kami masih berada di lokasi dan terus mengawasi keadaan,” ujar juru bicara polisi.
Bank Siapkan Layanan Khusus untuk Nasabah
Manajemen Sparkasse menyatakan komitmennya untuk mendukung seluruh nasabah yang terdampak. Bank telah membuka saluran telepon khusus dan berjanji menghubungi para korban secara tertulis secepat mungkin.
Pihak bank juga akan berkoordinasi dengan perusahaan asuransi guna memproses klaim atas kehilangan tersebut.
“Kami mendukung nasabah kami sepenuhnya dan berharap para pelaku dapat segera tertangkap,” kata juru bicara pers Sparkasse, Frank Krallmann.
Kasus perampokan brankas bank di Gelsenkirchen ini kini menjadi perhatian luas di Jerman. Polisi terus memperluas penyelidikan lintas wilayah untuk memburu komplotan perampok yang dinilai sebagai pelaku kejahatan kelas profesional.
