Nasional

Persija Mantap di Papan Atas Usai Libas Bhayangkara FC Tiga Gol Tanpa Balas

IDENESIA.CO – Persija Jakarta menjaga tekanan di jalur juara Super League 2025 setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Bhayangkara FC. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (29/12/2025) malam WIB, Macan Kemayoran menang 3-0 dan terus menempel ketat Persib Bandung serta Borneo FC di papan atas klasemen.

Kemenangan ini menjadi sinyal kuat kebangkitan konsistensi Persija di paruh musim. Tiga poin tambahan membawa tim ibu kota mengoleksi 32 poin dari 15 pertandingan, hanya terpaut dua angka dari dua pesaing terdekatnya. Sebaliknya, Bhayangkara FC gagal keluar dari tren inkonsisten dan tertahan di peringkat ke-10 dengan 19 poin.

Dominasi Sejak Awal Laga

Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija langsung menguasai tempo permainan. Tim asuhan pelatih Carlos Pena mengandalkan penguasaan bola cepat dan agresivitas di sektor sayap. Allano Lima dan Tubarao aktif menusuk pertahanan Bhayangkara, sementara Jordi Amat dan Rizky Ridho menjaga lini belakang dengan disiplin tinggi.

Persija menciptakan sejumlah peluang berbahaya pada 20 menit awal. Fabio Calonego dan Eksel Runtukahu sempat mendapatkan ruang tembak, namun penyelesaian akhir belum menemui sasaran. Bhayangkara FC lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Dendy Sulistyawan dan Christian Ilic.

Meski Bhayangkara mencoba keluar dari tekanan, Persija tetap mendominasi jalannya pertandingan. Statistik penguasaan bola dan jumlah tembakan menunjukkan keunggulan signifikan tuan rumah sepanjang babak pertama.

Gol Penalti Pecah Kebuntuan

Kebuntuan akhirnya pecah pada masa injury time babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah Eksel Runtukahu dijatuhkan oleh Nehar Sadiki di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut sempat diprotes pemain Bhayangkara, namun wasit tetap pada keputusannya.

Allano Lima yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kaki kanannya mengecoh kiper Muchamad Aqil Savik dan membawa Persija unggul 1-0 hingga turun minum.

Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Persija. Keunggulan di akhir babak pertama membuat tim tuan rumah tampil semakin percaya diri memasuki paruh kedua pertandingan.

Kesalahan Fatal Bhayangkara

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC mencoba bermain lebih terbuka. Namun, perubahan strategi tersebut justru membuka celah di lini pertahanan. Persija memanfaatkan situasi itu dengan meningkatkan intensitas serangan.

Gol kedua Persija tercipta pada menit ke-63 melalui situasi yang tidak diinginkan tim tamu. Umpan silang Bruno Tubarao dari sisi kiri gagal diantisipasi dengan baik oleh bek Bhayangkara, I Putu Gede Juni Antara. Bola yang bermaksud dibuang justru meluncur ke gawang sendiri dan mengubah skor menjadi 2-0.

Gol bunuh diri tersebut membuat mental Bhayangkara menurun. Persija semakin leluasa mengembangkan permainan dan mengontrol jalannya laga tanpa tekanan berarti dari lawan.

Jordi Amat Tutup Kemenangan Persija

Persija memastikan kemenangan lewat gol ketiga pada menit ke-78. Berawal dari skema bola mati yang gagal dihalau sempurna oleh lini belakang Bhayangkara, bola jatuh ke kaki Jordi Amat di luar kotak penalti. Tanpa ragu, bek senior tersebut melepaskan tembakan keras yang meluncur deras ke sudut gawang.

Gol spektakuler Jordi Amat disambut sorak sorai puluhan ribu suporter Persija yang memadati stadion. Gol ini sekaligus menegaskan dominasi Persija sepanjang pertandingan dan memupus harapan Bhayangkara untuk bangkit.

Di sisa waktu pertandingan, Persija menurunkan tempo permainan. Bhayangkara FC mencoba mencuri gol hiburan, namun solidnya pertahanan Persija membuat setiap upaya tim tamu selalu kandas.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persija Jakarta.

Kemenangan ini menjadi modal penting Persija dalam persaingan papan atas Super League 2025. Konsistensi performa dan solidnya organisasi permainan membuat Macan Kemayoran terus berada dalam jalur perebutan gelar juara. Sementara itu, Bhayangkara FC harus segera berbenah jika tidak ingin semakin tertinggal dari persaingan zona atas klasemen.

(Redaksi)


Show More
Back to top button