Internasional

Polisi Selidiki Upaya Pembunuhan Imam Utah: Pengamanan Masjid West Jordan Meningkat

IDENESIA.CO –  Pihak kepolisian Amerika Serikat tengah menyelidiki aksi penembakan brutal. Serangan ini diduga menargetkan seorang tokoh agama di West Jordan. Insiden yang memicu dugaan upaya pembunuhan Imam Utah tersebut menimpa Shuaib Din. Ia merupakan pemimpin spiritual di Utah Islamic Center pada Senin malam (23/2).

Peristiwa mencekam ini bermula saat Shuaib Din mengendarai kendaraannya. Ia melintas di dekat persimpangan 700 West dan 9000 South di Sandy. Seorang pelaku misterius berada di dalam mobil lain. Pelaku tiba-tiba membuntuti korban. Kemudian, ia melepaskan rentetan tembakan ke arah kendaraan sang imam.

Kronologi Penembakan dan Penyelidikan Motif Kebencian

Sersan Polisi Sandy, Michael Olsen, mengonfirmasi detail kejadian tersebut. Peluru mengenai mobil Shuaib Din sebanyak tujuh hingga delapan kali. Meskipun mobil rusak parah, Shuaib Din selamat tanpa luka sedikit pun. Keajaiban ini menjadi sorotan utama komunitas Muslim. Mereka merasa terguncang oleh potensi pembunuhan Imam Utah tersebut.

Utah Islamic Center memberikan penjelasan melalui Facebook. Pelaku sengaja mengikuti Imam Shuaib dari rumahnya. Setelah itu, pelaku melancarkan aksi penembakan secara brutal. Pihak masjid menegaskan bahwa perlindungan Tuhan menyelamatkan sang imam. Saat ini, kepolisian Sandy bekerja sama dengan FBI. Mereka berusaha mengungkap identitas pelaku yang masih buron.

Detektif kepolisian kini mendalami motif kejahatan ini. Mereka menduga adanya unsur ujaran kebencian atau hate crime. Michael Olsen menyatakan timnya terus menindaklanjuti semua petunjuk. Polisi juga sudah merilis foto mobil berwarna perak di lokasi kejadian. Mereka meminta bantuan masyarakat untuk melacak kendaraan tersebut.

Respons Komunitas dan Peningkatan Keamanan Masjid

Kekhawatiran akan upaya pembunuhan Imam Utah memicu reaksi cepat. Penegak hukum segera meningkatkan intensitas patroli. Polisi berjaga ketat di sekitar kawasan masjid West Jordan. Langkah ini sangat penting karena penembakan terjadi saat bulan Ramadan. Banyak jamaah Muslim berkumpul di masjid untuk beribadah.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengambil langkah tegas. Mereka menawarkan hadiah sebesar US$5.000 bagi pemberi informasi valid. Organisasi ini mendesak polisi agar memberi perlindungan ekstra. Mereka ingin pelaku segera tertangkap. Hal ini bertujuan agar masyarakat kembali merasa aman dari ancaman serupa.

Wali Kota Sandy, Monica Zoltanski, mengungkapkan keprihatinan mendalam. Ia menilai serangan terhadap pemimpin agama sangat melukai nilai kedamaian. Terlebih lagi, aksi ini terjadi pada bulan suci Ramadan. Zoltanski mendukung penuh penyelidikan transparan. Ia ingin memastikan keadilan bagi Shuaib Din dan seluruh komunitas.

Dukungan Lintas Agama dan Solidaritas Politik

Kabar mengenai rencana pembunuhan Imam Utah memicu gelombang solidaritas. United Jewish Federation of Utah menyatakan keterkejutan mereka. Federasi Yahudi tersebut mengecam keras segala bentuk kekerasan. Mereka menegaskan bahwa setiap individu berhak merasa aman saat beribadah. Tidak boleh ada orang yang takut karena identitas agamanya.

Utah Democratic Party juga menyampaikan kecaman melalui media sosial. Mereka menyebut penembakan ini sebagai serangan terhadap nilai kebebasan. Partai tersebut menegaskan bahwa Islamofobia tidak memiliki tempat di Utah. Mereka menuntut pertanggungjawaban hukum bagi penyerang rumah ibadah.

Kini, komunitas Muslim di West Jordan tetap waspada. Mereka menunggu hasil penyelidikan dari FBI dan kepolisian. Utah Islamic Center mengimbau jamaah untuk tetap tenang. Mereka meminta warga menghindari spekulasi yang tidak berdasar. Komunitas terus mendoakan keselamatan bagi imam dan seluruh jamaah.

(Redaksi)

Show More
Back to top button