
IDENESIA.CO- Keberhasilan tim nasional tenis Indonesia meraih prestasi di SEA Games 2025 Thailand mendapat apresiasi langsung dari Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti). Organisasi induk cabang olahraga tenis nasional itu mengucurkan bonus senilai total Rp700 juta kepada para atlet yang sukses mempersembahkan tiga medali emas bagi Indonesia.
Bonus tersebut diberikan di luar bonus resmi dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi atlet di ajang olahraga Asia Tenggara tersebut.
Ketua Umum PP Pelti Nurdin Halid menegaskan bahwa bonus ini merupakan komitmen organisasi dalam mendukung prestasi atlet nasional. Ia menyebut pemberian bonus menjadi bagian dari tanggung jawab Pelti untuk terus memotivasi atlet agar mampu bersaing di level internasional.
Bonus Pelti Jadi Bentuk Apresiasi Tambahan di Luar Bonus Presiden
Nurdin Halid menjelaskan bahwa bonus yang diberikan PP Pelti bersifat tambahan dan tidak menggantikan bonus yang telah dijanjikan oleh Presiden Republik Indonesia. Presiden sebelumnya menetapkan bonus sebesar Rp1 miliar untuk setiap peraih medali emas di SEA Games 2025.
“Di samping bonus dari Bapak Presiden sebesar Rp1 miliar untuk satu emas, Pelti juga memberikan bonus. Untuk emas tunggal putra Rp250 juta, tunggal putri Rp250 juta, dan emas ganda putri Rp200 juta. Itu kemampuan Pelti, yang penting kami bisa memberikan apresiasi atas prestasi mereka,” ujar Nurdin Halid di Jakarta, Selasa.
Menurut Nurdin, nilai bonus yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan organisasi, namun tetap diharapkan mampu memberikan semangat tambahan bagi para atlet tenis nasional. Ia menegaskan bahwa Pelti akan terus berupaya mencari dukungan dan pendanaan agar pembinaan atlet berjalan berkelanjutan.
Timnas Tenis Indonesia Sumbang Tiga Emas dan Enam Perunggu
Pada SEA Games 2025 Thailand, tim nasional tenis Indonesia berhasil mengoleksi total sembilan medali, terdiri dari tiga medali emas dan enam medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan tenis sebagai salah satu cabang olahraga penyumbang medali penting bagi kontingen Indonesia.
Dua medali emas diraih melalui nomor beregu, yakni beregu putra dan beregu putri. Tim tenis putra dan putri Indonesia tampil konsisten sejak babak awal hingga partai final, menunjukkan kekompakan dan mental bertanding yang solid.
Satu medali emas lainnya disumbangkan oleh pasangan Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen pada nomor ganda putri. Pasangan ini tampil dominan sepanjang turnamen dan mampu mengatasi tekanan di partai penentuan.
Enam Medali Perunggu Lengkapi Prestasi Tim Tenis
Selain emas, tim nasional tenis Indonesia juga menyabet enam medali perunggu dari berbagai nomor. Janice Tjen meraih perunggu di nomor tunggal putri, sementara Muhammad Rifqi Fitriadi membawa pulang perunggu dari nomor tunggal putra.
Medali perunggu juga diraih dari sektor ganda putra melalui dua pasangan, yakni Christopher Rungkat/Muhammad Rifqi Fitriadi serta Anthony Susanto/Lucky Canda. Dari nomor ganda putri, Priska Nugroho/Anjali Junarto turut menyumbangkan medali perunggu. Sementara satu perunggu lainnya diraih oleh pasangan Christo/Aldila Sutjiadi di nomor ganda campuran.
Raihan tersebut menunjukkan kedalaman skuad tenis Indonesia yang mampu bersaing di berbagai nomor pertandingan.
Atlet Gunakan Bonus untuk Dukung Karier Profesional
Atlet tenis putra Indonesia Christopher Rungkat menyambut positif pemberian bonus dari PP Pelti. Ia mengungkapkan bahwa bonus tersebut akan digunakan untuk mendukung perjalanan karier profesionalnya sebagai atlet tenis.
“Bonus akan dipakai untuk olahraga profesional karena kami perlu self-funding. Walaupun Pelti memfasilitasi, kami tetap harus menyisihkan untuk kebutuhan touring,” kata Christo.
Ia menjelaskan bahwa atlet tenis profesional harus menanggung berbagai biaya, mulai dari perjalanan, akomodasi, hingga pendaftaran turnamen internasional. Oleh karena itu, bonus menjadi dukungan penting agar atlet dapat terus meningkatkan peringkat dan pengalaman bertanding.
Tiga Emas Dinilai Target Realistis
Terkait pencapaian tiga medali emas, Christopher mengakui bahwa hasil tersebut belum sepenuhnya memenuhi target awal PP Pelti yang memasang target lima emas. Namun, ia menilai raihan tersebut tetap realistis dan patut disyukuri.
“Kalau dibilang memenuhi target mungkin kalau secara di atas kertas kita nggak, tapi secara saya rasa mendapatkan tiga emas di Thailand itu adalah target realistis,” ujar Christo.
Ia menambahkan bahwa tim tenis Indonesia tetap merasa puas dengan pencapaian tersebut, meskipun ada beberapa nomor yang belum berhasil dimenangkan.
“Memang ada miss di ganda campuran dan di tunggal putrinya Janice, tapi saya rasa tiga emas itu sudah hasil maksimum dari kita semua,” katanya.
Christo juga menegaskan bahwa kegagalan di beberapa nomor akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim dan Pelti untuk meningkatkan performa pada kejuaraan berikutnya, termasuk ajang internasional yang lebih besar.
(Redaksi)


