
IDENESIA.CO – Pemesanan awal atau pre-order GTA VI mencatat respons yang sangat kuat dan ikut mendorong kinerja finansial Take-Two Interactive. Dalam waktu hanya lima hari sejak pembukaan pre-order, game terbaru dalam waralaba Grand Theft Auto tersebut sudah menunjukkan daya tarik besar di pasar.
Take-Two mencatat total net bookings sebesar US$1,39 miliar atau sekitar Rp24,74 triliun pada periode 1 April hingga 30 Juni. Angka tersebut mencakup seluruh produk dan layanan perusahaan selama kuartal tersebut.
Variety melaporkan kinerja itu pada Jumat (7/8). CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick mengatakan respons konsumen terhadap pembukaan pre-order GTA VI berada jauh di atas perkiraan perusahaan.
“Tingkat pre-order ini sangat belum pernah terjadi sebelumnya dan mencengangkan, dan kami sangat berterima kasih untuk itu,” ujar Zelnick.
Pre-order GTA VI Lampaui Ekspektasi Pasar
Take-Two membuka pre-order GTA VI pada 25 Juni. Pembukaan tersebut berlangsung setelah Rockstar Games mengumumkan harga game itu sehari sebelumnya.
Rockstar Games menetapkan harga edisi standar GTA VI sebesar US$79,99. Konsumen dapat memilih versi digital atau versi fisik yang berisi kode untuk mengunduh game.
Sementara itu, edisi ultimate memiliki harga US$99,99. Paket tersebut menawarkan sejumlah konten tambahan, termasuk kendaraan eksklusif, senjata, serta berbagai atribut dalam gim.
Besarnya respons terhadap pre-order GTA VI menjadi perhatian utama karena perusahaan hanya menerima pemesanan awal selama lima hari sebelum periode laporan keuangan berakhir. Kondisi tersebut membuat kontribusi GTA VI semakin menonjol dalam kinerja perusahaan.
Meski melihat respons pasar yang sangat kuat, Zelnick tetap berhati-hati. Ia belum ingin menganggap keberhasilan tersebut sebagai kemenangan sebelum Rockstar Games resmi meluncurkan GTA VI kepada publik.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Take-Two masih melihat penjualan setelah peluncuran sebagai faktor penting untuk mengukur keberhasilan komersial GTA VI secara keseluruhan.
GTA VI Jadi Andalan Take-Two hingga 2027
Antusiasme terhadap GTA VI muncul setelah penggemar menunggu cukup lama untuk mendapatkan seri terbaru dari waralaba Grand Theft Auto. Take-Two menjadwalkan peluncuran global game tersebut pada 19 November.
Perusahaan juga menghadapi perhatian besar dari pasar menjelang peluncuran tersebut. Rencana penayangan cuplikan berdurasi panjang secara eksklusif di Netflix pada akhir Agustus turut menambah perhatian terhadap GTA VI.
Di sisi lain, laporan keuangan Take-Two menunjukkan tantangan pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Net bookings perusahaan turun sekitar 3 persen menjadi US$1,39 miliar dari US$1,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Take-Two juga mencatat kerugian bersih sebesar US$34,1 juta. Kondisi tersebut membuat performa produk utama perusahaan menjadi semakin penting dalam menjaga prospek bisnis.
Selain GTA VI, Take-Two masih mengandalkan sejumlah waralaba lain. NBA 2K menjadi salah satu lini produk yang tetap memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan.
Manajemen Take-Two tetap mempertahankan target net bookings untuk tahun fiskal 2027 pada kisaran US$8,0 miliar hingga US$8,2 miliar. Perusahaan memasukkan antusiasme pasar terhadap GTA VI sebagai salah satu faktor penting yang mendukung proyeksi tersebut.
Dengan jadwal peluncuran pada November, Take-Two masih memiliki waktu untuk membangun momentum sebelum GTA VI tersedia secara luas. Perkembangan pre-order GTA VI memberikan sinyal awal yang kuat, tetapi perusahaan tetap harus menunggu performa penjualan setelah peluncuran untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
Respons konsumen terhadap pemesanan awal tersebut sekaligus memperlihatkan kekuatan merek Grand Theft Auto di pasar gim global. Take-Two kini menghadapi ekspektasi tinggi untuk memastikan peluncuran GTA VI dapat memenuhi perhatian besar yang muncul menjelang perilisannya.
(Redaksi)

